Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tim SAR Gabungan Evakuasi 43 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat

Media Indonesia
27/1/2026 19:45
Tim SAR Gabungan Evakuasi 43 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua Bandung Barat
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.(MI/Naviandri )

OPERASI pencarian dan pertolongan (SAR) korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus membuahkan hasil signifikan. Hingga hari keempat pencarian, Selasa (27/1), tim SAR gabungan melaporkan telah mengevakuasi total 43 kantong jenazah dari lokasi kejadian.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syafi'i, dalam laporannya menyebutkan bahwa proses evakuasi berjalan intensif di tengah tantangan cuaca dan kondisi tanah yang masih labil. Dari total jenazah yang ditemukan, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah berhasil mengidentifikasi 27 korban.

"Yang sudah kami evakuasi dengan tim SAR gabungan ada 43 kantong jenazah yang kami serahkan. Informasi pagi ini dari DVI, 27 korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujar Syafi'i di Jakarta, Selasa (27/1).

Pencarian Diperluas

Operasi pencarian yang melibatkan ratusan personel dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan kini memperluas sektor penyisiran. Fokus utama tidak hanya pada titik awal longsoran di Kampung Pasir Kuning, tetapi juga menyisir sektor B2 yang dinilai memiliki potensi keberadaan korban cukup besar.

Berdasarkan data posko utama, bencana yang dipicu hujan deras pada Sabtu (24/1) dini hari ini menimbun sedikitnya 35 rumah. Jumlah warga terdampak diperkirakan mencapai 155 orang, dengan 75 orang di antaranya terkonfirmasi selamat. Hingga kini, puluhan warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.

Pengungsi Membutuhkan Bantuan

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi di Kantor Desa Pasirlangu mencapai 685 jiwa. Para pengungsi yang tersebar di GOR desa dan aula desa kini sangat membutuhkan pasokan air bersih, selimut, dan obat-obatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan balita.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau lokasi bencana pada Minggu (25/1) telah menginstruksikan percepatan penanganan korban dan jaminan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. "Pastikan makan tiga kali sehari dan obat-obatan tersedia. Tim kesehatan harus siaga 24 jam," tegas Wapres saat itu.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Bandung Barat diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner