Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Posko Pengungsian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Kelebihan Kapasitas

Depi Gunawan
26/1/2026 20:07
Posko Pengungsian Korban Longsor Cisarua Bandung Barat Kelebihan Kapasitas
Situasi posko pengungsian korban longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat, Senin (26/1/2026).(MI/Depi Gunawan)

POSKO pengungsian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terpantau semakin padat, bahkan kelebihan kapasitas atau overcapacity. Jumlah pengungsi yang ditempatkan di aula kantor desa terus bertambah sejak awal kejadian longsor pada Sabtu (24/1) lalu.

Pada hari pertama, jumlah pengungsi tercatat sekitar 400 jiwa. Namun, hingga hari ketiga pascalongsor, jumlah tersebut meningkat hingga lebih dari 900 orang. Penambahan jumlah pengungsi ini diperkirakan karena sejumlah wilayah permukiman berada di zona rawan longsor, sehingga warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Incident Commander bencana longsor Desa Pasirlangu Ade Zakir mengakui, kondisi posko pengungsian saat ini sudah kurang ideal. Ia menyebut jumlah pengungsi yang berada di posko mencapai sekitar 976 orang.

"Untuk jumlah pengungsi, yang terdata 900 orang lebih. Itu berasal dari wilayah Pasir Kuning dan sekitarnya, termasuk Pasir Kuda," kata Ade Zakir di posko pengungsian, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, belum seluruh rumah pengungsi berada di zona tidak aman. Saat ini, pihaknya masih menunggu rekomendasi Badan Geologi untuk menentukan wilayah mana yang dinyatakan aman dan tidak aman untuk dihuni.

"Nanti dari Badan Geologi akan ditentukan mana zona aman dan mana yang tidak aman," ujarnya.

Untuk warga yang berada di zona aman akan diminta kembali ke rumahnya masing-masing dibantu pihak BPBD. Sedangkan bagi yang tinggal di zona tidak aman, pemerintah akan melakukan tindak lanjutan.

"Kalau ditanya overload, kondisinya memang padat dan kurang ideal," ucap Ade.

Disinggung data korban longsor yang belum ditemukan, pihaknya masih melakukan klarifikasi dan konsolidasi data bersama Ketua RW. Data yang sementara ini ada masih simpang siur, sebab ada warga yang semula dilaporkan hilang namun ternyata berada di luar kota.

"Data masih kita konsolidasikan lagi. Nanti kalau sudah fix, informasi lengkap akan kami sampaikan," pungkasnya. (DG/E-4) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner