Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WALHI Jawa Barat meminta Pemerintah Kabupaten Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jabar bertanggung jawab penuh atas longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Sabtu (24/1) lalu.
Puluhan warga menjadi korban dalam peristiwa itu. Selain itu, tragedi longsor juga meratakan permukiman warga. Walhi menilai bencana itu bukan semata peristiwa alam, melainkan akibat degradasi lingkungan yang berlangsung lama akibat pengabaian perlindungan kawasan.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwank kemarin menyatakan, kawasan Cisarua merupakan bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) yang memiliki fungsi vital, sebagai daerah resapan air dan penyangga keselamatan lingkungan.
“Peristiwa yang terjadi di Cisarua ini sebenarnya sudah kami sampaikan sejak lebih dari 20 tahun lalu. KBB ini sebagian masuk kawasan Bandung Utara dan Bandung Utara memiliki fungsi penting untuk keberlangsungan lingkungan, termasuk keselamatan nyawa manusia,” terangnya.
Wahyudin menambahkan, longsor yang meratakan puluhan rumah di dua kampung, yakni Kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda, menjadi bukti nyata terjadinya degradasi lingkungan yang terus dibiarkan. Berbagai peringatan yang selama ini disuarakan Walhi tidak ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah.
“Apa yang kini terjadi, bagi kami adalah salah satu bentuk pengabaian yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi. Padahal selama 20 tahun ini Walhi terus menyuarakan bahwa KBU mengalami degradasi yang berlangsung terus-menerus,” tegasnya.
Menurut Wahyudin, tekanan terbesar terhadap lingkungan di kawasan Cisarua berasal dari aktivitas alih fungsi lahan dengan intensitas tinggi dan pembangunan properti menjadi faktor paling dominan dengan banyak izin dikeluarkan untuk perumahan, resort, vila. Bahkan apartemen yang sifatnya betonisasi. Padahal kawasan itu sudah dinyatakan sebagai kawasan yang harus dilindungi dan dilestarikan sebagai kawasan resapan air dan hutan lindung.
“Selain itu, Walhi juga menyoroti masifnya pengembangan sektor pariwisata. Aktivitas wisata, baik berizin maupun ilegal, dinilai terus menjamur hingga ke wilayah perbatasan Subang. Kegiatan wisata ini intervensinya juga besar. Ada yang ilegal, ada yang berizin, termasuk kuliner dan itu tiap tahun izinnya terus dikeluarkan,” bebernya.
Faktor lainnya lanjut Wahyudin, adalah penggarapan lahan pertanian yang tidak sesuai kaidah lingkungan, seperti tanpa terasering. Namun demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta dijadikan pihak yang disalahkan.
“Penggarapan lahan tanpa terasering ini perlu diidentifikasi lebih jauh. Apakah betul murni masyarakat sekitar atau ada pemodal luar yang ikut berusaha, sehingga masyarakat hanya menjadi buruh tani. Jangan sampai masyarakat dikambinghitamkan, sementara pengusaha besar justru tidak disentuh,” jeasnya.
Yang jelas kata Wahyudin, Walhi menyebut tragedi longsor Cisarua merupakan akumulasi dari sikap abai pemerintah yang tidak menindaklanjuti rekomendasi sejak satu dekade lalu. Padahal Walhi telah menyuarakan tiga langkah tegas sejak 2010-2015, yakni moratorium pembangunan, penertiban bangunan liar dan ilegal, serta penghentian penerbitan izin baru.
“Artinya 2026 itu sudah lebih dari 20 tahun untuk melakukan moratorium, segera penertiban kegiatan bangunan liar dan ilegal serta stop izin baru. Tiga hal itu sudah kami suarakan dengan landasan Analisa. KBU tergolong wilayah rawan bencana, terlebih dengan keberadaan Sesar Lembang. Dalam kondisi tersebut, betonisasi dan alih fungsi lahan justru memperbesar potensi terjadinya bencana,” tandasnya. (AN/E-4)
EIGER Adventure melalui kampanye EIGER Share menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa perlengkapan pakaian bagi para korban bencana longsor di Desa Pasirlangu.
PLN telah menyiagakan personel dan memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi prima.
Kendaraan itu bagian dari strategi pemerintah daerah mengendalikan laju inflasi.
New Hemangini Hotel Bandung gelar CSR pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk warga sekitar
Padel matic mulai dikenal sebagai alternatif olahraga yang lebih inklusif bagi masyarakat urban.
'Supaya tetap fit di bulan Ramadan, kami menggelar lebih dahulu Senam Berkah ini, senam yang Insya Allah mendatangkan banyak keberkahan
Wisuda merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik lulusan. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Kehadiran mereka bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan untuk menggelar tradisi munggahan
SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana menutup operasi SAR di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban.
Pengembangan zona KHAS tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penguatan rantai nilai halal lintas daerah
Kegiatan ini merupakan bagian dari beuatifikasi untuk mengantisipasi meningkatnya PPKS di jalanan menjelang bulan Ramadan.
Dari hasil sementara, penyebab banjir antara lain pendangkalan sungai dan sampah.
Kedua orang tersangka ialah HS selaku pemasok miras oplosan dari wilayah Cirebon dan JB, pemilik toko yang menjual sekaligus mengoplos minuman tersebut
Pengelola PKBM harus berjuang mencetak SDM yang berdaya saing. Langkah itu sejalan dengan semangat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari sektor pendidikan.
PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung selama Januari 2026, telah mengoperasikan sebanyak 4.370 perjalanan kereta api
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
BANDUNG International Food & HoReCa Expo (BIFHEX) yang memasuki tahun ke-11 penyelenggaraannya, yang merupakan ajang B2B terbesar di Jawa Barat.
Selama Ramadan 2026 Prime Park Hotel Bandung menawarkan paket dengan harga spesial serta berbagai promo menarik untuk reservasi grup dan corporate.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved