Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Lima Tren Teknologi Utama Pengaruhi Sektor Keamanan pada 2026

Sugeng Sumariyadi
15/1/2026 11:32
Lima Tren Teknologi Utama Pengaruhi Sektor Keamanan pada 2026
Johny Dermawan, Country Manager, Axis Communications Indonesia.(ISTIMEWA)

TEKNOLOGI terus berkembang. Kini, sangat jelas bahwa serangkaian tren baru sebenarnya merupakan evolusi dari perkembangan teknologi itu sendiri.

Kecerdasan buatan, kemajuan dalam teknologi pencitraan dan peningkatan teknologi komunikasi, telah dan akan terus mempengaruhi industri.

"Penting untuk menyoroti satu pergeseran besar yang kami amati dalam beberapa tahun terakhir, yaitu semakin besarnya keterlibatan dan pengaruh departemen teknologi informasi (TI) dalam pengambilan keputusan terkait teknologi keamanan dan keselamatan. Saat ini, departemen keamanan fisik dan TI bekerja semakin erat, dengan peran TI yang semakin dominan dalam keputusan pembelian solusi keamanan fisik," ungkap Johny Dermawan, Country Manager, Axis Communications Indonesia, Kamis (15/1).

Pengaruh tersebut, menurut dia, menjadi landasan utama dari tren pertama pihaknya untuk tahun 2026.


Pendekatan Ecosystem-First Penting dalam Pengambilan Keputusan


Menurut Johny, secara fundamental, meningkatnya pengaruh departemen TI telah mengubah cara pandang dalam pengambilan keputusan pembelian teknologi keamanan. Pendekatan ini merupakan ecosystem-first, dan pendekatan ini memengaruhi hampir seluruh keputusan berikutnya.

Saat ini, tambah dia, semakin terlihat bahwa keputusan awal pelanggan lebih banyak ditentukan oleh ekosistem solusi yang ingin mereka gunakan. Dalam banyak hal, pendekatan ini serupa dengan cara kerja dunia TI sejak lama, yakni menentukan sistem operasi terlebih dahulu, kemudian memilih perangkat keras dan perangkat lunak yang kompatibel.

"Pendekatan ecosystem-first sangat masuk akal. Dengan solusi masa kini yang mencakup beragam perangkat, sensor, dan analitik yang lebih luas dibandingkan sebelumnya, integrasi yang mulus, kemudahan konfigurasi, pengelolaan, serta skalabilitas menjadi hal yang sangat krusial. Selain itu, pengelolaan siklus hidup produk—termasuk dukungan perangkat lunak berkelanjutan menjadi lebih mudah dicapai dalam satu ekosistem yang terpadu," tandasnya.

Karena itu, keputusan utama kini adalah berkomitmen pada satu ekosistem yang menawarkan kelengkapan dan kedalaman solusi perangkat keras dan perangkat lunak, baik dari vendor utama maupun dari ekosistem mitra yang dinamis.


Evolusi Berkelanjutan Arsitektur Hybrid


"Arsitektur hybrid sebagai pilihan utama bukanlah hal baru. Namun, pendekatan ini terus berkembang. Terkadang, evolusinya terlihat sangat halus, padahal sebenarnya sedang terjadi pergeseran yang cukup mendasar," ungkap Johny.

Sejak awal, lanjut dia, arsitektur hybrid pihaknya didefinisikan sebagai kombinasi antara komputasi edge di dalam kamera, sumber daya cloud, dan server on-premise. Yang kini berubah adalah keseimbangan antara sumber daya tersebut, seiring meningkatnya kapabilitas teknologi dan munculnya berbagai kasus penggunaan baru.

Menurutnya, peran edge dan cloud menjadi semakin signifikan, sedangkan kebutuhan akan server on-premise semakin berkurang. Hal ini sebagian besar didorong oleh peningkatan kemampuan pemrosesan baik di kamera maupun di cloud.

Kamera pengawasan berbasis edge AI yang semakin canggih kini mampu menangani lebih banyak fungsi dibandingkan sebelumnya. Peningkatan kualitas gambar, kemampuan analisis adegan yang lebih akurat, serta pembuatan metadata bernilai tinggi membuat kamera mampu menjalankan tugas-tugas yang sebelumnya ditangani oleh server.

Sejalan dengan itu, melimpahnya data yang dihasilkan membuat sumber daya cloud memiliki kekuatan analitik untuk menggali intelijen bisnis dan insight yang dapat meningkatkan efektivitas operasional.

Berangkat dari perkembangan ini, nilai terbesar kini semakin banyak berasal dari perangkat edge dan sumber daya cloud. Pada akhirnya, tren ini mampu menjawab kebutuhan efisiensi departemen TI, keinginan tim keamanan akan kualitas dan efektivitas solusi, serta kebutuhan integritas dan keamanan data dari keduanya.


Pentingnya Edge Computing meningkat


"Nilai dari peningkatan sumber daya komputasi di dalam perangkat yang berada di tepi jaringan (edge) telah menjadi bagian dari prediksi tren teknologi kami selama beberapa tahun terakhir. Peningkatan kapabilitas ini menandai awal dari era baru edge computing," tutur Johny.

Dalam banyak hal, meningkatnya peran edge computing berkaitan erat dengan evolusi arsitektur hybrid yang telah dijelaskan sebelumnya. Ketika solusi hybrid menggabungkan teknologi edge, cloud, dan server, potensi penuh edge AI belum selalu dimanfaatkan secara optimal.

Dengan adanya server on-premise yang masih dapat menangani sebagian tugas, dorongan untuk memindahkan pemrosesan ke edge menjadi lebih kecil.

Namun, kondisi ini kini mulai berubah dan akan semakin cepat dalam satu tahun ke depan. Salah satu pendorongnya adalah peningkatan kemampuan AI yang tersedia langsung di perangkat edge.

Diskusi dan pengambilan keputusan terkait penempatan AI dalam solusi pengawasan dengan memanfaatkan keunggulan edge AI pada perangkat dan kekuatan analitik berbasis cloud telah mengarahkan perhatian pada kapabilitas kamera serta semakin beragamnya sensor berbasis edge AI. Semua ini memberikan manfaat dari sisi efektivitas maupun efisiensi.

Informasi yang dihasilkan dari pemrosesan edge kini menjadi dasar bagi penskalaan fungsi sistem secara efisien, seperti pencarian video cerdas, serta untuk menghasilkan insight di seluruh sistem. Pemrosesan edge juga memungkinkan penskalaan performa komputasi yang jauh lebih mulus, karena kinerja sistem meningkat seiring bertambahnya setiap perangkat edge.

"Dengan kapabilitas keamanan siber yang kuat, seperti secure boot dan sistem operasi yang ditandatangani, perangkat edge kini menjadi bagian penting dari solusi keamanan sistem secara menyeluruh," tandasnya.


Pengawasan Mobile Semakin Meningkat


Johny mengungkapkan solusi pengawasan mobile telah mengalami pertumbuhan signifikan dan diperkirakan akan meningkat pesat dalam satu tahun ke depan. Dari sisi teknologi, peningkatan konektivitas telah membuka peluang penggunaan kamera pengawasan yang lebih canggih dan berkualitas tinggi dalam solusi mobile.

"Akses jarak jauh dan edge AI semakin memperkuat kemampuan solusi pengawasan mobile," lanjutnya.

Hal ini menjadikan pengawasan mobile sebagai pilihan yang semakin menarik untuk berbagai situasi, mulai dari keselamatan publik, lokasi konstruksi, hingga festival dan acara olahraga.

Manajemen daya pada kamera pengawasan, tambah dia, juga terus berkembang, sehingga konsumsi energi menjadi lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas. Hal ini sangat penting terutama untuk solusi pengawasan mobile yang mengandalkan daya baterai dan energi terbarukan.

Selain itu, solusi pengawasan mobile seringkali lebih mudah mendapatkan persetujuan dibandingkan instalasi permanen.

Pada akhirnya, faktor-faktor ini memungkinkan keamanan dan keselamatan tetap terjaga di lokasi-lokasi yang sulit atau tidak ideal untuk penempatan personel keamanan secara fisik.


Otonomi Teknologi


"Seperti yang telah dilakukan Axis Communications selama bertahun-tahun, fokus otonomi teknologi sebaiknya diarahkan pada area bisnis yang memberikan perbedaan mendasar terhadap nilai solusi yang ditawarkan. Perancangan system-on-chip (SoC) kami sendiri, ARTPEC yang telah dikembangkan Axis selama lebih dari 25 tahun memberikan kendali penuh atas fungsionalitas produk kami," tambah Johny.

Salah satu manfaat nyata dari pendekatan ini adalah kemampuan menjadi vendor peralatan pengawasan pertama yang menyediakan pengkodean video AV1 bagi pelanggan dan mitra, selain H.264 dan H.265. Pendekatan ini juga memungkinkan untuk mempersiapkan diri menghadapi teknologi masa depan yang akan membawa peluang sekaligus risiko, bahkan teknologi yang saat ini masih terlihat jauh di masa depan.

"Meskipun kami selalu menikmati proses merangkum tren yang akan membentuk industri dalam satu tahun ke depan, perspektif kami sebenarnya jauh melampaui itu. Inilah yang memungkinkan kami merencanakan dan mengembangkan inovasi yang terus menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, efisiensi operasional, dan intelijen bisnis," lanjutnya.

Ide-ide terbaik tidak lahir secara terpisah. Inovasi tumbuh melalui kolaborasi—dengan mendengarkan pelanggan dan memahami tantangan mereka, menjaga hubungan erat dengan para mitra, serta mengeksplorasi solusi bersama.

Kemitraan inilah yang akan terus mendorong kemajuan Axis Communications memasuki tahun 2026 dan seterusnya, kemanapun arah perkembangan teknologi bergerak.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner