Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Delapan Warga Tasikmalaya Korban TPPO di Kamboja Kembali Pulang

Kristiadi
11/1/2026 21:50
Delapan Warga Tasikmalaya Korban TPPO di Kamboja Kembali Pulang
Delapan korban TPPO asal Tasikmalaya bisa dipulangkan kembali ke Tanah Air.(MI/KRISTIADI)

DELAPAN warga Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja kembali ke Tanah Air. Mereka bisa pulang setelah pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan menggandeng Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat.

Ke delapan korban terdiri dari Oki Warisman asal Kota Tasikmalaya, Dika, Dira, Agam, Indra, Dodi, Jamal Alamsyah, serta Taopik asal Kabupaten Tasikmalaya.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi mengatakan, setelah kepulangan korban, pihaknya juga melakukan pendampingan hingga pemulihan korban. Pemerintah Daerah, siap membantu warga yang kesusahan.

"Kami sangat prihatin dengan kasus ini. Mereka sekadar mencari pekerjaan tapi menjadi korban penipuan. Ke depan kejadian tersebut tidak terulang dan masyarakat selalu waspada," katanya, Minggu (11/1).

Dia mengatakan, pemulangan korban telah diproses sesuai prosedur bersama Tim Satgas Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat. Para korban dijemput di bandara. Selanjutnya, merek diistirahatkan terlebih dahulu di Rumah Singgah Ramah PMI di Bandung sebelum menuju Tasikmalaya.

Sementara itu, Perwakilan Satuan Tugas Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, Neng Sepi mengatakan, kasus pekerja ke Kamboja secara non prosedural masih cukup tinggi. Kamboja bukan merupakan negara penempatan resmi tenaga kerja Indonesia. Keberangkatan ke negara tersebut dapat dipastikan tidak melalui mekanisme yang sah atau ilegal.

"Untuk tenaga kerja ke luar negeri seharusnya memenuhi persyaratan regulasi negara tujuan, memiliki jaminan perlindungan sosial dan kontrak kerja yang jelas," tandasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner