Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Jumlah Wisatawan Naik, PAD Kota Bandung Capai Target

Naviandri
04/1/2026 21:18
Jumlah Wisatawan Naik, PAD Kota Bandung Capai Target
Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain(MI/NAVIANDRI)

JUMLAH wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung mencapai 4,5 juta orang. Kondisi itu berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bandung 2025, sehingga telah mencapai target.

Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.

“Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kota Bandung diserbu 4,5 juta wisatawan dari berbagai daerah. Kondisi ini berdampak baik bagi sektor pariwisata terutama industri perhotelan," terang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, Minggu (4/1).

Kondisi itu berdampak pada meningkatnya pendapatan. Realisasi pendapatan sementara berada di angka Rp3 triliun lebih, yang juga ditopang oleh sektor opsen, PKB, dan BBNKB.

Menurut dia, realisasi PAD Kota Bandung itu dipastikan sudah tembus 90%. Artinya, pendapatan  dari sektor pelayanan pajak tersebut sudah cukup baik dan tidak mengalami penurunan.

"Kota Bandung memang sangat bergantung pada sektor pelayanan, khususnya pariwisata dan kegiatan komersial. Di luar itu, kita tidak memiliki banyak sumber lain untuk mendongkrak PAD," jelasnya.

Selain pendapatan dari sektor pajak, kata Iskandar, tingginya PAD tersebut, dipicu oleh banyaknya wisatawan selama libur Nataru. Perayaan malam Tahun Baru tetap lancar diserbu wisatawan meski tanpa kembang api.

Iskandar menambahkan, di pertengahan tahun ada beberapa kebijakan seperti pembatasan kegiatan di hotel dan pembatasan study tour atau study banding dari luar daerah, sehingga kebijakan tersebut tentu berdampak. Namun, di akhir tahun berdasarkan data terakhir Bapenda, capaian 90% menunjukkan bahwa Bandung masih menjadi tujuan utama pariwisata.

“Dari sisi pelayanan perizinan DPMPTSP juga sudah mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Apalagi kini Kota Bandung telah memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP),” imbuhnya.

Ke depan, kata Iskandar, diharapkan pelayanan di Kota Bandung terus meningkat, seiring dengan kemungkinan perubahan struktur organisasi serta penyesuaian terhadap layanan yang perlu ditambah atau dikurangi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner