Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pengelol Tol Kanci-Pejagan Antisipasi Antrean di Gerbang Tol

Nurul Hidayah    
22/12/2025 19:28
Pengelol Tol Kanci-Pejagan Antisipasi Antrean di Gerbang Tol
Manager Operasional PT SMR Kanci–Pejagan, Fadli Firman(MI/NURUL HIDAYAH)

PT Semesta Marga Raya (SMR), pengelola tol Kanci-Pejagan mewaspadai antrean kendaraan di pintu tol di arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (nataru).

Manager Operasional PT SMR Kanci–Pejagan, Fadli Firman, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama mereka di libur nataru yaitu mengantisipasi kepadatan di gerbang tol, terutama akibat pengguna jalan yang kehabisan saldo uang elektronik.

“Yang pertama pasti kita antisipasi adalah gerbang tol. Kita siapkan layanan top-up di gerbang sebagai antisipasi apabila pengguna jalan kurang saldo. Tapi yang kita harapkan, pengguna jalan sudah melakukan top-up di merchant-merchant selain gerbang,” ujarnya, Senin (22/12).

Menurut dia, pengisian saldo sebaiknya dilakukan di rest area atau merchant yang tersedia di luar gerbang tol, agar tidak menimbulkan antrean dan kepadatan di pintu masuk maupun keluar tol.

Selanjutnya untuk mengantisipasi puncak arus, yang diperkirakan jatuh pada tanggal 24 Desember hingga 25 Desember 2025, PT SMR juga menyiapkan skema operasional yaitu dengan membuka hingga lima gardu tol. ini sesuai dengan arahan dari kepolisian setempat, dalam hal ini Polres Brebes.

Diprediksi volume kendaraan selama periode Nataru 2025, sejak 15 Desember hingga 2 Januari, mengalami peningkatan sekitar 2,71% dibandingkan tahun lalu. Jika pada Nataru 2024 tercatat sebanyak 963.137 kendaraan, maka tahun ini diperkirakan mencapai 1.010.564 kendaraan.

Selain di gerbang tol , kesiapsiagaan juga difokuskan di jalur  tol. PT SMR menyiagakan petugas patroli layanan jalan tol guna merespons cepat jika terjadi gangguan lalu lintas atau kondisi darurat.

“Kita siapkan petugas-petugas layanan jalan tol atau patroli, untuk mengantisipasi kepadatan maupun kondisi darurat di jalur,” jelas Fadli.

Dalam mendukung rekayasa lalu lintas jika diperlukan, disiapkan pula water barrier dan rubber cone yang dapat digunakan untuk pengaturan buka-tutup jalur maupun pengamanan area tertentu.

Sementara itu, untuk pengelolaan rest area, PT SMR telah mengimbau pengguna jalan agar tidak terlalu lama beristirahat di rest area guna menghindari penumpukan kendaraan, terutama di area parkir.

"Kita imbau pengguna jalan agar beristirahat secukupnya dan bisa bergantian, supaya kapasitas parkir tetap tersedia,” katanya.

Pihaknya juga telah meminta para tenant di rest area untuk memperbanyak layanan take away guna meminimalisir penumpukan pengunjung yang terlalu lama berada di lokasi.

Ketersediaan BBM dan pengisian kendaraan listrik

Fadli juga mengungkapkan bahwa mereka memastikan ketersediaan BBM dan fasilitas pengisian kendaraan listrik di rest area dalam kondisi siap. Untuk Rest Area 228 arah Jawa, tersedia BBM sebesar 335 kiloliter, sedangkan di Rest Area 229B arah Jakarta tersedia 177 kiloliter.

Adapun untuk kendaraan listrik, di Rest Area 228 tersedia 7 dispenser dengan 10 nozzle, yang memungkinkan 10 kendaraan melakukan pengisian secara bersamaan dengan waktu fast charging sekitar 40 menit.

Sementara di Rest Area 229B arah Jakarta, fasilitas pengisian jauh lebih besar dengan 26 nozzle, sehingga dapat melayani 26 kendaraan listrik secara bersamaan.

Di sisi pemeliharaan jalan, dipastikan seluruh pekerjaan perbaikan telah diselesaikan sebelum periode Nataru. Beberapa pekerjaan yang telah dilakukan antara lain rekonstruksi perkerasan jalan, patching hotmix untuk jalan berlubang, serta perbaikan expansion joint di area jembatan.

Terkait tarif, PT SMR juga memberlakukan diskon tarif tol sebesar 10% sesuai kebijakan manajemen. Diskon tersebut berlaku pada 22–23 Desember 2025 untuk arus mudik bagi pengguna jalan yang masuk dari Gerbang Tol Cikampek Utama dengan tujuan akhir Kali Kangkung.

Sementara untuk arus balik, diskon diterapkan pada 31 Desember 2025 dari Kali Kangkung menuju Cikampek Utama. “Diskon ini kita berikan untuk mengurai beban puncak arus nataru 2025."

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner