Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kasus DBD di Kota Bandung Menurun, Wali Kota Ingatkan Potensi Lonjakan

Naviandri
18/12/2025 18:56
Kasus DBD di Kota Bandung Menurun, Wali Kota Ingatkan Potensi Lonjakan
Tim kesehatan memperlihatkan upaya pencegahan merebaknya DBD di Kota Bandung(MI/NAVIANDRI)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung menunjukkan tren penurunan yang konsisten sejak 2023 hingga 2025. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan dan partisipasi aktif masyarakat.

Namun, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan agar seluruh elemen warga tidak terlena dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus pada tahun-tahun mendatang.

"Sepanjang 2025, Kota Bandung berhasil mencatatkan nol kematian akibat DBD. Capaian tersebut, patut disyukuri sebagai buah dari kedisiplinan warga dalam menjaga lingkungan dan respon cepat fasilitas kesehatan. Bahkan tahun ini tidak ada korban jiwa. Tapi justru di saat kondisi membaik, kita tidak boleh lengah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pola epidemiologi, penurunan kasus DBD yang berlangsung selama tiga tahun berturut-turut kerap diikuti dengan potensi peningkatan pada tahun keempat hingga keenam. Oleh karena itu, periode 2026 hingga 2028 dipandang sebagai fase krusial yang perlu diantisipasi sejak dini.

“Kalau kita lengah, potensi kenaikan itu bisa terjadi. Kalau sudah naik, risikonya bukan hanya soal jumlah kasus, tapi juga ancaman keselamatan warga. Dengan demikian pentingnya peran pengurus RW sebagai garda terdepan dalam pengendalian DBD di lingkungan masing-masing," tuturnya.

Menurut Farhan, kehadiran seluruh ketua RW dalam kegiatan tersebut dinilainya sebagai modal penting untuk memperkuat koordinasi dan kesadaran kolektif. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kewaspadaan terhadap DBD sebagai bagian dari budaya hidup sehari-hari, bukan sekadar respons saat terjadi kasus.

Pemkot Bandung juga menghadirkan tenaga medis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk memberikan edukasi langsung kepada warga terkait deteksi dini dan pencegahan DBD. Melalui penjelasan medis, warga diingatkan bahwa gejala DBD umumnya diawali dengan demam tinggi yang dapat naik-turun meskipun sudah mengonsumsi obat penurun panas.

Masyarakat diimbau segera mendatangi puskesmas apabila mengalami gejala tersebut, tanpa menunggu munculnya tanda bahaya seperti bintik merah, muntah berulang, atau perdarahan.

"Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk dan menghindari risiko kematian akibat DBD. Selain itu upaya pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kembali ditekankan sebagai langkah paling sederhana, murah dan efektif," tambahnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner