Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ratusan Badan Usaha Hadiri Business Forum Program SIAP Ekraf di Bandung

Depi Gunawan
15/12/2025 19:49
Ratusan Badan Usaha Hadiri Business Forum Program SIAP Ekraf di Bandung
Pembukaan Business Forum Program SIAP Ekraf di Bandung.(MI/Depi Gunawan)

RATUSAN perwakilan badan usaha dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri kegiatan Business Forum Program Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan (SIAP) di Dago, Kota Bandung, Senin (15/12).

Kegiatan ini sebagai komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) dalam memastikan peran untuk menghubungkan subsektor ekraf serta layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan investor dan mitra strategis secara berkelanjutan.

"Business Forum tidak sekedar menjadi ruang temu, tetapi juga wadah kolaborasi konkret antara pegiat ekonomi kreatif, jasa TIK dengan investor potensial, lembaga pembiayaan, sekaligus mitra strategis dari sektor publik dan swasta," kata Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam.

Dia menyatakan, Indonesia memiliki talenta digital yang terus berkembang, ekosistem startup yang dinamis, serta pasar domestik yang luas. Pihaknya yakin program SIAP bisa mendorong potensi ekonomi kreatif khususnya berbasis digital sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi Indonesia.

Menurut data BPS, subsektor jasa TIK menunjukkan peningkatan indeks pembangunan hingga 5,90 poin pada 2023 dengan pertumbuhan jumlah startup di Indonesia mencapai lebih dari 2.560 perusahaan pada 2024. 

"Dengan adanya business forum ini, startup dan badan usaha jasa TIK diharapkan mampu memperluas skala usaha, menyerap lebih banyak tenaga kerja, dan meningkatkan revenue perusahaan," ujarnya.

Menurut Himam, ekonomi kreatif bukan hanya berupa produk atau barang, tetapi juga jasa. Subsektor jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terus didorong untuk menjadi tulang punggung utama transformasi ekonomi nasional, khususnya dari lingkup digital. 

"Di tengah percepatan digitalisasi global, subsektor tersebut tidak hanya berperan sebagai penerbit bagi sektor lain, tetapi juga memiliki nilai tambah, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta berfungsi sebagai motor pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas," ucapnya.


Platform strategis 


Sementara Direktur Jasa TIK, Abdul Malik menjelaskan, Business Forum Program SIAP menjadi platform strategis untuk mendorong akselerasi inovasi digital nasional.

“Direktorat Jasa TIK diberi amanat untuk meningkatkan nilai tambah terhadap kekayaan intelektual yang dimiliki para pegiat ekraf. Dalam bentuk fasilitasi terhadap badan usaha melalui kegiatan ini tentu sudah dilakukan inkubasi berdasarkan open bidding dan kurasi yang terus didorong supaya startup-startup ini berkembang ke tahap akselerasi sehingga menjadi badan usaha yang lebih mandiri ke depan,' jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia mengungkapkan, nilai investasi sektor ekraf menyumbang Rp 44 triliun di Jabar. Sebanyak 50,7 juta jiwa di Jabar menjadi pasar yang sangat besar sehingga bisnis apapun pasti menjanjikan.

"Tentu kami berharap pegiat-pegiat ekraf bisa terus melakukan inovasi produk sehingga kualitasnya mampu bersaing," tuturnya. 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner