Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Akses Jalan Tiga Desa di Lembang Tergerus Longsor

Depi Gunawan
03/12/2025 20:42
Akses Jalan Tiga Desa di Lembang Tergerus Longsor
Kepala Desa Kayuambon, Hari Irawan menunjukkan lokasi longsor di wilayahnya.(MI/DEPI GUNAWAN)

TEBING Sasak Saat di Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tergerus longsor akibat hujan deras.

Menurut informasi warga, kawasan ini merupakan area rawan dan telah beberapa kali longsor sejak puluhan tahun lalu. Namun peristiwa kali ini cukup besar dengan lebar kurang lebih 50 meter dan ketinggian tebing sekitar 150 meter.

Berdasarkan pantauan, bibir tebing yang longsor hanya berjarak beberapa meter dari badan Jalan Maribaya. Selain sebagai tempat pembuangan air, getaran kendaraan besar yang melintas bisa memicu longsor susulan.

Salah seorang warga, Nandang mengatakan, kondisi tanah di lokasi tidak stabil mengingat sejak dulu di bawah kawasan tersebut terdapat sumber mata air yang kini sudah tidak dipakai karena sudah tercemar limbah kotoran sapi, sampah dan lainnya.

"Dulunya, Jalan Maribaya lurus tapi dikarenakan longsor jadi dibelokan ke jalan yang dilintasi sekarang," kata Nandang, Rabu (3/12).

Nandang melanjutkan, kondisi Jalan Maribaya tepatnya di kawasan Sasak Saat setiap waktu terjadi penurunan. Sebagai antisipasi, ia mengimbau jalan dialihkan ke jalur yang relatif aman.

"Meskipun ada pohon keras dan rumpun bambu, longsor di tebing Sasak Saat bisa terus terjadi. Ditambah getaran yang disebabkan kendaraan besar yang melintas di kawasan tersebut," ungkapnya.

Diketahui bahwa lokasi ini menjadi jalur utama penghubung tiga desa di wilayah timur Kecamatan Lembang. Puluhan ribu jiwa di tiga desa harus memutar lebih jauh jika jalur ini terputus.

Sementara itu, Kepala Desa Kayuambon, Hari Irawan mengungkapkan, pihaknya sudah membuat surat laporan kejadian bencana longsor kepada Bupati Bandung Barat melalui Camat Lembang.

Ia menjelaskan, tebing yang longsor cukup lebar dan membahayakan. Pasalnya bibir tebing tidak jauh dari Jalan Maribaya dan khawatir terjadi longsor susulan, apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi.

"Kalau dari jalan tidak terlihat longsorannya karena tertutup rimbunnya pohon bambu, tapi kalau dari posisi seberang bekas longsoran terlihat jelas," ungkapnya.

Pihak desa juga memohon kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat agar dapat segera melakukan asesmen, pengecekan lapangan, serta langkah penanganan yang diperlukan guna mencegah terjadinya bencana lebih besar.

"Kami juga memohon pada Pemkab Bandung Barat maupun Pemrov Jawa Barat untuk mengambil langkah antisipasi," paparnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner