Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sepekan Terjadi 5 Kejadian Bencana di Kabupaten Sukabumi

Benny Bastiandy
01/12/2025 19:41
Sepekan Terjadi 5 Kejadian Bencana di Kabupaten Sukabumi
Sebuah tebing setinggi 10 meter longsor di Kampung Jami RT 014/004 Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi.(MI/BENNY BASTIANDY)

BENCANA terus terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kurun sepekan, setidaknya terjadi lima kali bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem.

Manajer Pusat Pengendali dan Operasional (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan lima kejadian bencana yang dilaporkan tersebar di beberapa kecamatan. Mayoritas terdampak cuaca ekstrem akibat curah hujan tinggi.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, selama sepekan terakhir dilaporkan ada lima kejadian bencana," ungkapnya, Senin (1/12).

Di Kampung Benda RT 05/06 Desa Karangtengah Kecamatan Cibadak, dilaporkan satu rumah warga roboh akibat angin kencang pada Kamis (27/11) malam. Saat ini korban mengungsi ke rumah kerabatnya sebanyak 1 kepala keluarga atau 6 jiwa.

Di Kampung Gunungguruh RT 02/01 Desa Cibentang Kecamatan Gunungguruh, dilaporkan terjadi kebakaran 1 unit rumah warga diduga akibat korsleting pada Sabtu (29/11) pagi. Rumah milik korban atas nama Suhendra itu dihuni 2 jiwa. Tidak ada korban jiwa maupun luka pada peristiwa tersebut.

Sementara di Kampung Bihbul RT 14/04 Desa Bojonggaling Kecamatan Bantargadung, terjadi kejadian pergerakan tanah pada Sabtu (29/11) pukul 12.30 WIB. Kondisi itu mengakibatkan dinding tembok rumah roboh. Sebanyak 1 kepala keluarga atau 4 jiwa harus mengungsi sementara.

Rumah roboh juga dilaporkan terjadi di Kampung Ciherang RT 04/07 Desa Girijaya Kecamatan Warungkiara pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 15.30 WIB. Penyebabnya diduga akibat angin kencang.

"Informasi terbaru kejadian tanah longsor di Kampung Jami RT 014/004 Desa Titisan Kecamatan Sukalarang pada Minggu (30/11) pukul 16.30 WIB," ujar Daeng.

Tebing yang longsor setinggi 10 meter dengan panjang 10 meter dan lebar 2 meter. Longsor dipicu curah hujan tinggi.

"Kami terus meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi kerawanan bencana. Apalagi kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi disertai angin kencang. Masyarakat juga diimbau selalu siaga dan waspada," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner