Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

KA Kilat Pajajaran Mudahkan Akses Petani dan Tumbuhkan Wisata Bandung Barat

Depi Gunawan
28/11/2025 15:41
KA Kilat Pajajaran Mudahkan Akses Petani dan Tumbuhkan Wisata Bandung Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat saat penandatanganan kerjasama KA Wisata Jaka Lalana dan Kereta Kilat Pajajaran.(Istimewa)

PEMKAB Bandung Barat mendukung kerjasama Pemprov Jabar dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pengembangan perkeretaapian yakni KA Wisata Jaka Lalana dan Kereta Kilat Pajajaran.

Kereta ini akan menempuh rute Gambir-Bandung dalam waktu 1,5 jam, dengan perluasan jalur hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar yang dapat ditempuh sekitar dua jam melalui Bandung.

"Langkah ini merupakan tonggak penting bagi kemajuan transportasi publik di Jawa Barat. Semoga memberikan manfaat luas bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Bandung Barat," kata Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, Jumat (28/11).

Asep Ismail hadir mewakili Bandung Barat saat penandatanganan kerjasama oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin bersama seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Barat.

Bagi Kabupaten Bandung Barat, ujar Asep, komitmen memperkuat layanan transportasi ini menjadi peluang para petani lokal, sektor pariwisata maupun mobilisasi masyarakat.

Untuk wilayah Bandung Raya, direncanakan akan dibangun kereta listrik yang akan menghubungkan Padalarang-Cicalengka. Kehadiran kereta listrik ini diharapkan memberi pilihan moda transportasi yang lebih cepat, ramah lingkungan, dan berbiaya terjangkau bagi masyarakat.

"Hal ini akan sangat membantu mobilitas harian pekerja, pelajar, serta aktivitas masyarakat menuju pusat-pusat kegiatan di wilayah Bandung Raya maupun menuju Jakarta," ujarnya.

Jika kereta itu aktif dan antar daerah sudah saling terhubung dengan moda transportasi yang murah dan ramah lingkungan, dirinya yakin masyarakat perlahan akan bergeser menggunakan kereta api.

"Dengan semakin banyak warga beralih ke transportasi publik, beban kendaraan pribadi di ruas Padalarang-Cimareme dapat berkurang signifikan. Dampaknya adalah perjalanan lebih lancar, polusi berkurang, dan efisiemeningkat," tuturnya.

Asep menyebut, kemudahan transportasi tentu menjadi sinyal positif bagi sektor wisata Bandung Barat yang sejak pandemi masih kembang kempis.

"Kereta listrik dan peningkatan layanan perkeretaapian akan mempermudah wisatawan mengakses destinasi unggulan seperti Lembang, Batujajar, Waduk Saguling, hingga kawasan wisata kuliner dan budaya lokal," tambah Asep.

Selain kereta listrik, kehadiran kereta angkutan hasil bumi juga menjadi harapan petani Bandung Barat, khususnya para petani di wilayah Lembang, Cisarua, Cipeundeuy, hingga Gununghalu untuk mendistribusikan produk hasil tani mereka.

"Manfaatnya jelas. Biaya logistik turun, produk lebih segar sampai ke konsumen, akses ke pasar regional dan nasional semakin mudah, juga mampu meningkatkan daya saing komoditas hortikultura Bandung Barat," jelasnya. (DG/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner