Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Selain Kereta Kilat Pajajaran, Jabar dan KAI Siapkan Gerbong Khusus Petani 

Media Indonesia
28/11/2025 11:01
Selain Kereta Kilat Pajajaran, Jabar dan KAI Siapkan Gerbong Khusus Petani 
Rangkaian kereta api (KA) melintas menuju Stasiun Gadobangkong di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (11/10/2025).(ANTARA FOTO/Abdan Syakura/rwa.)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat membuat perjanjian kerja sana dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) soal pengembangan layanan perkeretaapian. Selain rencana kereta Kilat Pajajaran yang disebut menjadi tercepat kedua setelah Whoosh ada pula gerbong khusus petani.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan skema layanan yang disiapkan untuk mempermudah distribusi hasil produksi masyarakat, mencakup petani, pedagang, serta pelaku UMKM lokal.

Adapun fokus kerja sama ini untuk mendorong peluang layanan baru untuk pariwisata, mobilitas masyarakat, dan akses ekonomi di perdesaan dan perkotaan.

"Kereta api adalah fondasi konektivitas Jawa Barat," kata Bobby dikutip Jumat (28/11).

Kerja sama itu meliputi penguatan layanan kereta api, penataan kawasan stasiun, dan penyusunan kajian untuk mempercepat pembangunan ekosistem transportasi berbasis rel di Jawa Barat.

Diharapkan kolaborasi tersebut dapat mendorong pemerataan ekonomi serta peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat setempat.

KAI juga akan melakukan  penataan kawasan stasiun yang menjadi fokus awal yakni Stasiun Bandung dan Kiaracondong. Menurutnya itu dilakukan agar stasiun lebih ramah pejalan kaki, terintegrasi dengan angkutan umum, dan memberi ruang yang lebih baik bagi UMKM. 

"Stasiun harus mencerminkan wajah Jawa Barat yang modern, nyaman, dan inklusif," ujar Bobby.

Ada pula soal rencana peningkatan kapasitas layanan di jalur strategis misalnya Nambo.

Dalam waktu dekat, KAI dan Pemprov Jabar akan membentuk Joint Working Group untuk menyusun rencana kerja, koordinasi, serta monitoring dan evaluasi berkala. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik