Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Saingan Berat Whoosh, Ini Rencana Rute Kilat Pajajaran dan Waktu Operasinya

Media Indonesia
28/11/2025 10:29
Saingan Berat Whoosh, Ini Rencana Rute Kilat Pajajaran dan Waktu Operasinya
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(Antara Foto)

GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat kesepakatan dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) soal rencana kereta Kilat Pajajaran yang disebut menjadi kereta kedua tercepat setelah Whoosh. Adapun waktu tempuh dari Stasiun Gambir menuju Bandung diperkirakan hanya 1,5 jam. Rute Kilat Pajajaran juga diperluas melewati Garut, Tasikmalaya dan Banjar. 

"Gambir-Bandung menjadi sekitar satu setengah jam. Bahkan layanan ini direncanakan terhubung hingga Garut, Tasikmalaya, dan Banjar dengan waktu tempuh sekitar dua jam melalui Bandung," kata Dedi, dikutip Jumat (28/11).

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin disebut berkomitmen menindaklanjuti dengan membentuk Joint Working Group yang akan membuat kajian dan rencana kerja termasyk menata kawasan Stasiun Kiaracondong dan Bandung.

Kapan Kereta Kilat Pajajaran Beroperasi? 

Dedi Mulyadi berharap rencana kereta Kilat Pajajaran dapat segera terealisasi karena ada integrasi rel di wilayah utara dan selatan Jawa Barat. Selain Kilat Pajajaran, Pemerintah Provinsi Jabar dan KAI juga melakukan optimalisasi layanan perkeretapian yakni gerbong khusus untuk mengangkut hasil pertanian.

Kereta tersebut juga diperuntukan bagi pedagang yang berasal dari wilayah-wilayah sentra produksi di Jabar dengan tujuan pasar utama di Jakarta, Cirebon, dan Banjar. Diharapkan biaya operasional distribusi pangan dapat dipangkas melalui jalur darat. 

Kereta ini akan melewati rute antara lain Jakarta-Cirebon serta Jakarta-Banjar ini 

"Kami namakan Kereta Api Tani Mukti," ujar dia.

Ada pula kereta wisata yang disebut Jaka Lalana yang rencananya akan melewati Bogor, Jakarta, Sukabumi, dan Cianjur.  (Ant/H-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik