Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah tudingan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menahan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk deposito. Ia bahkan mengusulkan agar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mempublikasikan data daerah yang menyimpan dana tersebut, terutama yang tidak ditempatkan di bank pembangunan daerah masing-masing.
Dedi menjelaskan, dirinya telah melakukan pengecekan langsung ke Bank Jabar Banten (BJB) untuk memastikan kebenaran isu tersebut.
“Saya sudah memastikan, tidak ada dana daerah yang disimpan dalam bentuk deposito,” tegas Dedi dalam keterangan pers di Bandung, Selasa.
Menurutnya, jika memang ada pemerintah daerah yang menempatkan uang APBD dalam deposito, maka hal itu menunjukkan lemahnya kemampuan daerah tersebut dalam mengelola keuangannya.
Oleh karena itu, Dedi mendesak Menteri Keuangan Purbaya agar mengungkap secara terbuka daerah mana saja yang terbukti menyimpan dana dalam bentuk deposito di berbagai bank. Ia menilai, keterbukaan data penting untuk mencegah timbulnya opini negatif bahwa semua pemerintah daerah tidak mampu mengelola keuangannya dengan baik.
“Kesan negatif seperti itu bisa sangat merugikan daerah-daerah yang sebenarnya sudah bekerja dengan baik,” ujarnya.
Dedi menambahkan, apabila semua daerah dipandang sama, maka daerah yang disiplin dan efektif dalam pengelolaan anggaran justru akan menghadapi kendala fiskal yang dapat menurunkan daya dukung pembangunan.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini justru sedang mempercepat realisasi belanja publik, meski dilakukan dengan prinsip efisiensi anggaran.
Pernyataan Dedi tersebut merupakan tanggapan atas ucapan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya menyebutkan adanya 15 pemerintah daerah yang menempatkan dana mereka bukan di bank pembangunan daerah, termasuk Jawa Barat. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat inflasi daerah bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Senin (20/10).
Dalam rapat tersebut, Purbaya menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki deposito sebesar Rp4,17 triliun. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut memiliki deposito Rp14,683 triliun, sedangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp6,8 triliun.
Purbaya mengutip data dari Bank Indonesia yang mencatat total dana pemerintah daerah yang mengendap di rekening kas daerah mencapai Rp233 triliun. Angka itu terdiri dari simpanan pemerintah kabupaten sebesar Rp134,2 triliun, pemerintah provinsi Rp60,2 triliun, dan pemerintah kota Rp39,5 triliun. (E-3)
AKTIVITAS penambangan di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TBGC) tidak dibenarkan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi resmi menunjuk Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.
Gugatan cerai yang diajukan Atalia Praratya, pada mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tidak berhubungan dengan selebgram Lisa Mariana (LM) yang belakangan menjadi perbincangan publik.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kawasan Bandung Raya berada pada kondisi lingkungan yang rawan dan berpotensi mengalami kerusakan serius jika pola tata ruang tidak segera dikoreksi.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat kesepakatan dengan PT. KAI soal kereta Kilat Pajajaran yang menjadi kereta kedua tercepat setelah Whoosh, ini rencana rute dan waktu operasinya
Gubernur Jabar melarang guru memberikan hukuman fisik kepada murid. Disdik Kota Bandung menegaskan pendekatan edukatif dan sanksi sosial untuk membentuk karakter siswa.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, seusai menyampaikan laporan aktual keuangan daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara harus berlandaskan pada data yang akurat dan terverifikasi, terutama terkait dana transfer ke daerah.
Penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun dan tingginya dana mengendap di kas daerah menjadi sorotan. Dana pemda yang mengendap di bank mencapai lebih dari Rp200 triliun.
Siklus realisasi anggaran di akhir tahun ditengarai menjadi salah satu penyebab tingginya dana pemerintah daerah (pemda) yang masih mengedap di perbankan.
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli menyoroti dana daerah mengendap sebesar Rp234 triliun di bank.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved