Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi II DPR RI Ahmad Doli meminta pemerintah pusat segera melakukan sinkronisasi kebijakan fiskal dengan pemerintah daerah. Desakan ini disampaikan menyusul temuan Kementerian Keuangan terkait dana daerah mengendap mencapai Rp234 triliun di perbankan.
Menurut Doli, kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebijakan anggaran di tingkat pusat dan pelaksanaan keuangan di daerah. Padahal, pemerintah pusat telah menggelontorkan dana transfer besar setiap tahun untuk mendukung pembangunan daerah.
“Ironinya, di satu sisi kepala daerah banyak mengeluh kekurangan anggaran, tetapi di sisi lain justru ada Rp234 triliun yang tidak terserap. Ini harus disinkronkan, dudukkan persoalannya secara terbuka,” ujar Doli dalam keterangannya, Kamis (23/10).
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menegaskan, DPR RI mendorong agar Kementerian Keuangan bersama Kementerian Dalam Negeri segera menggelar rapat koordinasi nasional dengan para kepala daerah. Tujuannya adalah mengklarifikasi penyebab penumpukan anggaran dan mencari solusi konkret agar tidak terulang.
Menurut Doli, langkah tersebut penting untuk mencegah salah tafsir publik serta menjaga stabilitas fiskal nasional.
“Kalau tidak segera dijelaskan, bisa menimbulkan tafsir lain dan mengganggu kepercayaan publik terhadap sistem keuangan negara. Ini bukan hanya soal teknis, tapi menyangkut kepercayaan pada tata kelola pemerintahan,” katanya.
Doli menyebut DPR memahami langkah pemerintah pusat yang mengurangi alokasi dana transfer ke daerah (TKD) dalam APBN 2026. Namun, kebijakan itu perlu disertai evaluasi dan komunikasi terbuka agar tidak mengganggu pelayanan publik di daerah.
“Kami memahami ada penyesuaian dari pemerintah pusat, tapi perlu ada transisi yang jelas. Jangan sampai pengurangan ini justru menghambat pembangunan di daerah,” tegasnya.
Komisi II DPR akan terus mengawal efektivitas kebijakan fiskal nasional agar prinsip pemerataan dan keberlanjutan pembangunan tetap terjaga. Doli menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang bersih, transparan, dan bebas korupsi di seluruh tingkatan pemerintahan.
“Kita dorong agar ke depan pemerintah daerah semakin mandiri secara fiskal. Tapi tetap harus akuntabel, agar setiap rupiah dana transfer benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, seusai menyampaikan laporan aktual keuangan daerah.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara harus berlandaskan pada data yang akurat dan terverifikasi, terutama terkait dana transfer ke daerah.
Penumpukan realisasi anggaran di akhir tahun dan tingginya dana mengendap di kas daerah menjadi sorotan. Dana pemda yang mengendap di bank mencapai lebih dari Rp200 triliun.
Siklus realisasi anggaran di akhir tahun ditengarai menjadi salah satu penyebab tingginya dana pemerintah daerah (pemda) yang masih mengedap di perbankan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah tudingan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat menahan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam bentuk deposito.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved