Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Produksi Gabah di Cianjur Berpotensi Surplus

Benny Bastiandy
07/11/2025 19:13
Produksi Gabah di Cianjur Berpotensi Surplus
Petani di Cianjur tengah mengolah tanah yang disiapkan untuk musim tanam.(MI/BENNY BASTIANDY)

PRODUKSI gabah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berpotensi surplus pada tahun ini. Hasil penghitungan, produksinya bakal naik sekitar 20% dibanding realisasi tahun lalu.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hortikuktura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, mengatakan proyeksi surplus tahun depan sejalan dengan meningkatnya produksi gabah. Hanya, produktivitas sedikit mengalami menurun.

"Ada peluang produksi gabah tahun ini meningkat 20% dibanding tahun lalu," katanya, Jumat (7/11).

Hasil analisa Badan Pusat Statistik dengan metode Kerangka Sampel Area (KSA), produksi gabah kering giling (GKG) Kabupaten Cianjur pada 2025 diperkirakan mencapai 750 ribu ton. Sementara realisasi produksi GKG tahun lalu sekitar 630 ribu ton.

Dengan asumsi rendemen rata-rata lima tahun terakhir sebesar 58%, maka total estimasi produksi beras di Kabupaten Cianjur diprediksi berada di kisaran 450 ribu ton.

"Di sisi lain, tingkat konsumsi tidak mengalami lonjakan signifikan. Penambahan penduduk sekitar 30 ribu jiwa hanya menambah kebutuhan beras sekitar 23 ribu ton per tahun," jelas Dandan.

Puncak panen raya musim tanam Maret 2025 diperkirakan terjadi pada Oktober 2025 hingga Maret 2026. Sementara panen raya berikutnya diperkirakan pada Juli-Agustus 2026.

Dandan menyebutkan, terjadinya peningkatkan produksi GKG tahun ini bukan dipicu produktivitas. Justru sebaliknya, produktivitas GKG turun dari 5,8 ton per hektare menjadi 5,7 ton per hektare.

"Faktor naiknya produksi GKG karena penambahan luas tanam. Tahun lalu luas tanam 158 ribu hektare. Tahun ini bertambah menjadi 166 ribu hektare," ungkap dia.

Kondisi cuaca kemarau basah serta perbaikan infrastruktur irigasi turut mendukung kenaikan luas tanam dan potensi panen.

"Hingga Agustus 2025, BPS mencatat luas panen mencapai 111 ribu hektare dan berpotensi bertambah pada periode November hingga Desember," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner