Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
REALISASI penerimaan pajak daerah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus berprogres mendekati akhir tahun. Hingga awal bulan ini, secara akumulasi penerimaan pajak daerah sudah mencapai 78,22% dari target.
Kepala Bidang Pendataan dan Penetapan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur, Lucky Hermansyah, menyebutkan secara nominal, realisasi penerimaan pajak daerah hingga awal November 2025 sebesar Rp328 miliar dari target sebesar Rp419 miliar. Pihaknya optimistis pajak daerah bisa mencapai target yang sudah ditetapkan.
"Masih ada sisa waktu beberapa bulan ke depan yang akan kami maksimalnya. Tentu, kami harus optimistis soal pencapaian target," ungkapnya, Senin (3/11).
Pajak daerah di Kabupaten Cianjur terdiri dari Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Makanan dan Minuman, PJBT Tenaga Listrik, PBJT Perhotelan, PBJT Parkir, dan PBJT Kesenian dan Hiburan.
Selain itu, terdapat juga juga pajak reklame, pajak air tanah (PAT), pajak sarang burung walet, pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).
Lucky menyebutkan, dari berbagai sektor pajak daerah di Kabupaten Cianjur, sejauh ini realisasi penerimaan yang sudah mencapai 100% yakni MBLB. Sementara sektor lainnya masih di kisaran 80%.
"Pajak MBLB sudah melebihi 100%. Sementara yang lainnya rata-rata 80%," ucapnya.
Berbagai upaya terus dilakukan Bapenda untuk mengejar sisa target yang belum tercapai. Pada sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) misalnya, Bapenda menggejot program Pelayanan Pajak Keliling (Pepeling) dengan skema jemput bola ke setiap wajib pajak.
"Mudah-mudahan dengan berbagai upaya ini, target pajak daerah tahun ini bisa segera tercapai," pungkasnya.
Pengembangan Kawasan Rebana menjadi peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangn kerja bagi warga Sumedang
Jajaran Polres Cianjur dan Polsek Pagelaran, mulai melakukan bedah rumah nenek Encih. Dibantu warga setempat, upaya perbaikan rumah dilakukan secara bergotong royong.
Dari 3 GPM yang telah digelar beras, telur ayam dan minyak goreng menjadi komoditas yang paling banyak dibeli oleh masyarakat.
Para pelajar mulai merasakan gejala mual dan pusing setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada Rabu (25/2).
Kematian siswa SD di NTT karena tidak memiliki alat tulis, membuat Reborn Indonesia bergerak menyumbangkan buku dan kacamata di Garut
Penanganan kasus terkait PJU Cianjur oleh Kejaksaan Negeri Cianjur dinilai sangat sarat kriminalisasi.
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kepuh, Kecamatan/Kabupaten Kuningan, harga cabai merah kini sudah mencapai Rp35 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung jenis
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
SEBANYAK enam orang warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) pun langsung turun tangan menjemput mereka.
Apabila surat tersebut tidak ditanggapi dalam 21 hari kerja, maka pihaknya akan melanjutkan upaya hukum melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
SATRESKOBA Polres Cimahi berhasil menggagalkan peredaran ganja sebanyak 100 kilogram atau setara 1 kuintal yang dikemas dalam dua koper.
investasi teknologi khususnya AI trennya terus meningkat di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.
Milad usia 108 ini, sebagai wujud syukur dan komitmen melanjutkan perjuangan organisasi dalam dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat,
Ketiga calon rektor itu ialah Prof Aripin, Ade Rustiana, dan Asep Suryana Abdurrahmat.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Prodi ini dirancang untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi memiliki visi keilmuan dan karakter kuat.
Kegiatan tarling perdana ini menjadi ajang mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Bekasi dan warga, sekaligus menyampaikan perkembangan program pembangunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved