Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa, yang berlokasi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga menolak memberikan pelayanan medis kepada bayi berusia enam bulan yang merupakan anak dari anggota DPRD setempat. Penolakan ini terjadi dengan dalih orangtua bayi tidak membawa dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA) saat datang ke rumah sakit.
Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Luthfi Hizba Rusydia, menyampaikan kekecewaannya terhadap layanan RSUD KHZ Musthafa, khususnya karena pasien adalah anaknya yang sedang membutuhkan penanganan segera akibat kondisi medis yang serius. Ia menyebut bahwa rumah sakit menolak pelayanan karena penggunaan BPJS Kesehatan.
"Awalnya kami panik dan membawa bayi masih berusia 6 bulan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya, karena mengalami gejala demam tinggi dan sesak napas, pada Senin (28/7) sekitar pukul 19.05 WIB hingga langsung menuju loket untuk melakukan pendaftaran pasien dan membuka aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk mendapat penanganan medis," katanya, Selasa (29/7/2025).
Luthfi menuturkan bahwa dirinya telah menunjukkan nomor BPJS yang aktif melalui aplikasi JKN kepada petugas pendaftaran. Namun, pihak rumah sakit tetap meminta dokumen identitas anak untuk mencocokkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan enggan memberikan tindakan medis sebelum kelengkapan administrasi dipenuhi.
"Kami datang RSUD KHZ Musthafa karena kondisi panik, cemas dan meninggalkan loket pendaftaran hingga langsung masuk ke IGD untuk memastikan anaknya supaya mendapat penanganan dan perawatan. Akan tetapi, anak kami tidak mendapat tindakan anak masih dipangkuan ibunya dengan kondisi berdiri meski kondisi IGD sedang tidak banyak pasien dan fasilitas yang ada tidak digunakan," ujarnya.
Menurut Luthfi, setelah beberapa saat menunggu, dokter akhirnya memeriksa bayi tersebut dan hanya memberikan satu lembar resep untuk dibeli di luar rumah sakit. Ia merasa pelayanan tersebut tidak pantas dan bisa membahayakan masyarakat lain yang juga menggunakan BPJS tetapi mengalami kendala serupa.
"Saya membayangkan kalau masyarakat jauh yang tidak sengaja tidak membawa identitas berharap mendapat pelayanan ingin sembuh malah terbunuh. Kami sangat menyayangkan dan ini bertentangan dengan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 32 UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, pasal tersebut mengatur kewajiban fasilitas kesehatan dan rumah sakit memberikan pelayanan kesehatan, termasuk dalam keadaan gawat darurat dan larangan menolak pasien," paparnya.
Menanggapi peristiwa tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepulloh, turut mengecam tindakan rumah sakit dan menilai hal itu mencederai upaya perbaikan layanan kesehatan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini.
"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan meminta penjelasan dari Direktur RSUD KHZ Musthafa agar kejadian tersebut supaya dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Saya sangat prihatin, karena kita sedang berupaya memperbaiki citra pelayanan kesehatan jangan sampai warga yang datang dengan membawa BPJS aktif dipersulit, semua warga tanpa memandang jaminan kesehatan hingga mereka berhak mendapat pelayanan layak dan manusiawi," pungkasnya. (AD/E-4)
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved