Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Garut berencana memberikan penamaan baru untuk 27 jalan. Rencana itu akan direalisasikan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2023.
Penamaan jalan tersebut, diambil dari nama tokoh pendidikan, pahlawan dan ulama. Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Asep Jaelani mengatakan pemkab sudah berencana memberikan penamaan jalan baru untuk sejumlah jalan yang belum memiliki nama. Di antaranya jalan arah ke arah Kecamatan Samarang.
"Banyak jalan baru belum ada namanya. Pemkab akan memberi nama dan menyosialisasikan kepada warga melalui camat dan kepala desa," tambahnya, Kamis (9/11).
Ia mengatakan, nama jalan baru di wilayahnya dipastikan sudah tidak asing bagi warga. Ada 27 nama yang diambil. Merek aialah tokoh pendidikan, pahlawan dan ulama.
"Dalam ketentuan Pasal 12 Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Garut Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum, dalam menetapkan atau mengubah nama jalan dan sarana umum harus memperhatikan saran dan pendapat para pemangku kepentingan," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz mengatakan, para camat dan kepala desa yang wilayahnya memiliki jalan baru bisa mengajukan usulan nama jalan. Nantinya, penetapannya dilakukan oleh Bupati Garut.
Ke-27 tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama jalan itu ialah KH Ahmad Nahrowi, Letjen H Mashudi, Rd Gahara Wijaya Suria (Bupati ke-13), Dr Ir Andung A Nitimiharja, KH Yusuf Tauzirie, Kolonel H Aboeng Koesman, Pangeran Papak.
Selain itu juga, Syekh Nuryayi, Sunan Rohmat, Jenderal Pol Hoegeng Iman Santoso, Prof KH Anwar Musaddad, Syekh Jafar Siddik, Kolonel Taufik Hidayat, Ratu Intan Dewata, Prof KH Cecep Syarifuddin, KH, Syaikhuna Badruzzaman, KH Rd Hidayatulloh, Lettu Moch Toha, Laswi, Idji Hatadji, Embah Dalem Arief Muhammad, KH Sulaeman Afif, Rs Afandi Djajadiningrat, Prof Dr Ir Soleh Solahuddin, MH Djamhari, Prof Aam Hamdani, serta Komarudin (Yang Chil Sung). (SG)
Banjir yang kerap melanda wilayah Karawang tidak lepas dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Program Bongkar Ratoon Tebu merupakan langkah strategis dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas tebu
Bentuk keseriusannya dilakukan Wali Kota Sukaumi Ayep Zaki dengan mendatangi Kementerian Perhubungan.
Untuk meringankan beban para korban banjir di Karawang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Karawang menyalurkan ratusan paket bantuan
Program WTE di TPA Sarimukti yang berada di Kabupaten Bandung Barat digulirkan sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis sampah di kawasan Bandung Raya.
Workshop secara khusus membahas penyusunan dan peninjauan RPS yang berbasis dampak (impact-based curriculum) dalam kerangka kurikulum adaptif Telkom University.
Upaya menuju swasembada energi Indonesia masih jauh dari ideal.
Selain terus mendorong kemajuan di Bandung dan sekitarnya, kami juga harus mendukung kawasan industri Rebana yang dikembangkan pemerintah
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved