Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Farhan Apresiasi Prestasi Natanael, Pelajar SD di Tingkat Internasional

Naviandri
06/2/2026 17:50
Farhan Apresiasi Prestasi Natanael, Pelajar SD di Tingkat Internasional
Wali Kota Bandung Muhamad Farhan menyemangati Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 SD asal Kota Bandung yang membukukan prestasi tingkat dunia.(MI/NAVIANDRI)

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rasa bangga atas prestasi gemilang Natanael Wiraatmaja, siswa kelas 3 SD asal Kota Bandung yang berhasil meraih juara dunia tingkat 2 (Top 2) pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat.

Tak hanya itu, Natanael juga mendapat undangan untuk mengunjungi NASA (National Aeronautics and Space Administration). Prestasi Natanael menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Kota Bandung, memiliki talenta-talenta muda yang berkelas dunia di bidang sains.

"Pencapaian ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo, agar Indonesia menyiapkan generasi saintis sejak dini. Kota Bandung tentu sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal memang bercita-cita menjadi saintis. Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik, supaya seluruh potensinya bisa berkembang optimal,” ungkap Farhan, Jumat (6/2).

Dia secara pribadi memberikan hadiah berupa buku sejarah tentang revolusi Indonesia karya sejarawan Belanda. Hadiah itu bukan sekadar simbol, melainkan dorongan agar semangat literasi dan semangat belajar Natanael agar tidak pernah padam.

“Semangat belajar jangan pernah berhenti. Salah satu bentuknya adalah membaca. Literasi bisa dari banyak media termasuk digital. Yang penting, anak-anak kita tumbuh dengan ekosistem yang mendukung potensi terbaik mereka,” tuturnya.


Fokus pada minat anak


Sementara itu, Orang tua Natanael, Novita Setiawan menceritakan, minat anaknya di bidang sains sudah terlihat sejak kelas 1 SD. Natanael mulai mengikuti berbagai kompetisi sains tingkat nasional hingga internasional, termasuk Olimpiade Sains dan terus menunjukkan konsistensi.

“Awalnya ikut lomba dari sekolah, Olimpiade Sains Nasional tingkat anak. Puji Tuhan dapat emas. Dari situ kelihatan memang passion-nya di sains, jadi kami dukung. Latihannya juga tidak lama, sekitar 30 menit sehari. Kadang cuma baca komik sains, tidak selalu belajar berat,” terangnya.

Menurut dia, kunci utama mendampingi anak berprestasi adalah fokus pada minat anak, konsistensi, serta menjaga agar anak tetap bahagia menjalani proses belajar. Natanael mengikuti kompetisi bukan karena paksaan, melainkan karena keinginan sendiri.

Sementara Natanael mengaku belajar dengan cara sederhana dan santai. Setiap hari ia meluangkan waktu sekitar 30 menit untuk membaca dan mengerjakan soal sains serta matematika. Dari 40 soal lomba yang dihadapi, ia merasa sebagian besar bisa dikerjakan dengan baik.

“Belajarnya simpel aja, sains sama matematika. Yang susah ada, tapi banyak yang bisa. Aku mau jadi scientist,” imbuhnya.

Natanael mengaku sangat senang saat berkesempatan melihat langsung peluncuran roket dalam kunjungannya ke Amerika Serikat. Pengalaman tersebut semakin menguatkan cita-citanya untuk menjadi seorang ilmuwan di masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner