Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

BMKG Jabar Ingatkan Potensi Hujan di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat

Naviandri
28/1/2026 17:18
BMKG Jabar Ingatkan Potensi Hujan di Lokasi Longsor Cisarua Bandung Barat
Pencarian korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.(MI/Naviandri )

BMKG Jawa Barat kembali mengingatkan kondisi cuaca, khususnya di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang masih terasa dingin. Hal itu disebabkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terus turun. Selain itu, terkadang di wilayah Pasirlangu berkabut.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu, Rabu (28/1) menyampaikan, bahwa Jabar saat ini memasuki puncak musim hujan, sehingga intensitas hujan dari ringan, sedang, lebat, bahkan sangat lebat masih berpotensi turun, terutama di wilayah Kecamatan Cisarua ini. 

"Kita melihat sejak pagi ada turun hujan intensitas ringan sampai sedang, bahkan berkabut juga. Dan, untuk sepekan ke depan potensi hujan masih besar terjadi,” terangnya.

Rahayu mengimbau petugas dan relawan yang melakukan pencarian di lokasi untuk mewaspadai adanya longsoran susulan, karena longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1) dipicu adanya hujan dengan intensitas lebat sejak Jumat (23/1).

Disinggung terkait modifikasi cuaca, Rahayu mengatakan bahwa untuk wilayah Jabar telah dilakukan sejak sejak 24 Januari dan sampai pagi ini sudah ada tiga penerbangan untuk modifikasi cuaca. 

Namun, pertumbuhan awan sampai ke Gunung Burangrang terus menerus masuk, sehingga hari ini masih terus dilakukan modifikasi cuaca. 

Perkembangan Operasi Pencarian 

Sementara itu Incident Commander bencana longsor Kecamatan Cisarua KBB Ade Zakir menjelaskan, hingga hari ke lima pencarian, Rabu (28/1) siang, sudah ada 35 jenazah yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI.

“Yang dibawa Basarnas dari lokasi ada 50 bodypack, dari jumlah itu yang sudah terindentifikasi 35 dan 15 jenazah lagi masih proses identifikasi dari DVI,” terangnya. 

Rapat lintas instansi telah dilakukan untuk memvalidasi data korban dan bangunan yang terdampak longsor. Hasilnya, bencana longsor teridentifikasi melanda 3 kampung di Desa Pasirlangsu meliputi RT 5 dan RW 11 Kampung Pasirkuning, RT 1 RW 10 Kampung Pasirkuda, dan RT 6 RW 7 Kampung Babakan Cibudah. 

Dari 3 kampung itu, ada 1 musala dan 48 rumah yang terdata dengan status rusak berat. Dari hasil verifikasi, ada 158 warga yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 78 dinyatakan selamat dan 80 dalam pencarian. Diperkirakan jumlah pengungsi akibat longsor mengalami peningkatan pascaperistiwa longsor. Saat ini ada 564 dari 186 Kepala Keluarga yang tercatat sebagai pengungsi di posko Desa Pasirlangu. (AN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner