Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Tanah Longsor Dominasi Kejadian Bencana di Majalengka

Nurul Hidayah    
26/1/2026 20:24
Tanah Longsor Dominasi Kejadian Bencana di Majalengka
Kejadian tanah longsor di Majalengka mendominasi bencana yang melanda wilayah itu.(MI/NURUL HIDAYAH)

TANAH longsor mendominasi kejadian kebencanaan di Kabupaten Majalengka. BPBD pernah menerima laporan 39 kejadian bencana dalam sehari.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Majalengka, Wawan Suryawan, menjelaskan mulai 1 hingga 25 Januari 2026 telah terjadi sebanyak 58 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka dengan 2.253 warga dan 716 rumah yang terdampak.

“Kami juga pernah menerima laporan sebanyak 39 bencana dalam sehari,” tuturnya, Senin (26/1).

Dia menjelaskan pada Jumat (23/1) lalu pihaknya mendapatkan laporan terjadinya bencana di 39 titik di wilayah Kabupaten Majalengka. Bencana tersebut didominasi tanah longsor dan pergerakan tanah sebanyak 23 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 12 kejadian, banjir sebanyak 3 kejadian dan rumah ambruk sebanyak 1 kejadian.

“Baru kali ini. Soalnya hujan merata setiap hari, dari Kamis malam sampai Sabtu,” tutur Wawan.

Ditambahkan Wawan pada Jumat (25/1) telah terjadi bencana cuaca ekstrem dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang dalam kurun waktu lebih dari  5 jam. Hujan yang lama juga disertai angin kencang sehingga menyebabkan bencana di 39 titik di wilayah Kabupaten Majalengka.

Sebelumnya Bupati Majalengka, Eman Suherman, meminta kepada  meminta BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) untuk bergerak cepat dalam menangani kondisi darurat, khususnya di wilayah yang terdampak banjir dan longsor.

Selain itu, dia juga menginstruksikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP3) untuk segera melakukan pendataan terhadap lahan pertanian, terutama sawah yang terdampak banjir.

“Saya minta seluruh perangkat daerah terkait, khususnya BPBD dan PUTR, untuk bergerak cepat dan responsif dalam penanganan kedaruratan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Selain itu, DKP3 agar segera melakukan pendataan terhadap sawah dan lahan pertanian yang terdampak banjir sebagai dasar penanganan dan langkah lanjutan ke depan,” tandasnya.

Kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner