Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kuota Jemaah Haji Kota Sukabumi Tahun Depan Turun Drastis

Benny Bastiandy
04/12/2025 19:07
Kuota Jemaah Haji Kota Sukabumi Tahun Depan Turun Drastis
Rapat koordinasi pembahasan kuota haji dan umrah tingkat Jawa Barat di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang(MI/BENNY BASTIANDY)

KUOTA jemaah haji Kota Sukabumi, Jawa Barat, tahun depan dipastikan turun drastis. Kondisi serupa juga dialami kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Pada Rabu (3/12), Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki turut menghadiri rapat koordinasi pembahasan kuota haji dan umrah yang dilaksanakan di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang. Rakor dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Kementerian Haji dan Umrah.

Ayep menegaskan, kehadirannya pada rakor itu sangat penting untuk memastikan distribusi kuota haji dan umrah dilakukan secara adil, transparan, dan selaras dengan kebijakan nasional. Terlebih, tahun depan mulai diterapkanmkebijakan normalisasi keberangkatan jemaah yang kini mulai diberlakukan secara bertahap.

"Jadi, seluruh wilayah, termasuk Kota Sukabumi, akan mengalami penyesuaian kuota sebagai bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk menyeimbangkan waktu tunggu jemaah secara nasional," katanya, Kamis (4/12).

Dia menuturkan, langkah ini diperlukan agar tidak terjadi kesenjangan antrean calon jemaah haji antardaerah. Kota Sukabumi siap mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat sehingga pelaksanaan ibadah haji dapat berlangsung lebih merata dan terstruktur.

"Penyesuaian kuota haji tahun depan  merupakan kebijakan normalisasi keberangkatan yang diterapkan secara nasional. Ini memastikan pemerataan waktu tunggu jemaah di seluruh Indonesia, termasuk Kota Sukabumi yang akan mengalami penurunan kuota sesuai daftar antrean yang berlaku," tegasnya.

Pemkot Sukabumi bersama Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi akan memperkuat koordinasi teknis untuk memastikan calon jemaah mendapatkan kepastian informasi terkait perubahan kuota. Termasuk koordinasi menyangkut estimasi keberangkatan serta pelayanan administrasi yang lebih akurat.

"Adanya penyesuaian kuota tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan. Hak jemaah, terutama mereka yang telah menunggu bertahun-tahun, harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah," pungkasnya.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner