Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Purwakarta Baru Mencapai 18% Total Penduduk

Reza Sunarya
04/12/2025 19:00
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Purwakarta Baru Mencapai 18% Total Penduduk
Petugas kesehatan di Purwakarta bersiap melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis(MI/REZA SUNARYA)

KABUPATEN Purwakarta menempati urutan 10 terbawah dari seluruh daerah di Jawa Barat dalam Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Daerah ini baru bisa menyasar 18% dari total jumlah penduduk atau sebanyak 1.063.000 jiwa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Purwakarta Eva Lystia, mengatakan, PKG di Purwakarta sebetulnya telah dilaksanakan secara masif. Petugas kesehatan kerap membuka pelayanan tersebut di berbagai event besar maupun jemput bola ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah dan perusahaan swasta.

Namun, ada keterlambatan dalam menginput data peserta PKG karena alasan teknis, seperti peserta yang tidak membawa dokumen kependudukan hingga masalah jaringan internet di kawasan terpencil. Dampaknya  nilai PKG di kabupaten Purwakarta masih di bawah 20%.

“Jadi, yang seharusnya setelah pelaksanaan PKG langsung diinput, kadang terkendala berbagai hal. Pertama, kita harus pakai Nomor Induk Kependudukan. Kadang-kadang peserta itu tidak membawa KTP atau tidak hafal NIK mereka,” ujarnya, Kamis (4/12)

Menurut Eva, PKG sebetulnya bisa dilakukan secara mandiri melalui telepon seluler masing-masing. Sistem yang disediakan pemerintah memungkinkan warga melakukan pendaftaran hingga skrining mandiri dengan cara mengisi formulir digital.

Di sisi lain, capaian PKG yang rendah disesalkan Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Putih Sari.

Menurutnya, PKG sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan penyakit maupun permasalahan kesehatan lain yang dialami masyarakat. Kesalahan dalam mendiagnosis suatu gejala penyakit berisiko fatal bagi kesehatan seseorang.

“Masih banyak warga yang harus dimotivasi untuk datang ke fasilitas kesehatan guna memeriksakan kesehatan diri mereka. Harapannya, melalui PKG ini kondisi kesehatan masyarakat bisa lebih terpantau kalau memang ada penyakit bisa segera ditangani,” ujarnya dalam sosialisasi budaya mutu dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan yang digelar di Kecamatan Jatiluhur.

Selain itu, dia juga menyoroti penggunaan obat yang salah yang akan menimbulkan efek resisten terhadap obat-obatan, sehingga memperburuk proses penyembuhan. Untuk itu, masyarakat diajak untuk menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit tidak menular.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner