Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Tasikmalaya Tetapkan Siaga Darurat Bencana

Kristiadi
13/11/2025 18:34
Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Tasikmalaya Tetapkan Siaga Darurat Bencana
BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi ancaman bencana.(MI/KRISTIADI)

PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status siaga darurat bencana hindrometeorologi berupa banjir, angin kencang, longsor, pergerakan tanah, dan pohon tumbang pada musim hujan.

Penetapan dilakukan mulai 6 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Ancaman bencana tersebar di 39 kecamatan. Masyarakat diimbau agar masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi mengatakan, cuaca ekstrem telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang, banjir rob dan pergerakan tanah.
Jawa Barat telah menetapkan status siaga darurat bencana termasuk di Kabupaten Tasikmalaya.

"Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi harus diwaspadai bersama. Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Berdasarkan prakiran dari BMKG, hujan akan terjadi November 2025 hingga April 2026. Di Kabupaten Tasikmalaya, tim gabungan TNI, Polri, TRC, PUPR, Damkar, Dinas Sosial, Dishub, PMI, Tagana, dan warga sudah bergerak mengantisipasi bencana," katanya, Kamis (13/11).

Tim gabungan selalu melakukan koordinasi di lapangan. Bencana hidrometeorologi yang terjadi didominasi longsor dan pohon tumbang.

"Pemkab Tasikmalaya telah menetapkan status siaga darurat bencana di 351 Desa  tersebar di 39 Kecamatan. Kondisi daerah ini secara geografis memiliki kontur tanah labil mudah longsor, banyak tebing di sepanjang jalan dan banyak pohon tua. Yang juga harus diwaspadai ialah luapan aliran Sungai Citanduy, Cikidang, Sukaresik dan Sungai Cilangla, Cipatujah," ujarnya.

Menurut Azis, masyarakat harus selalu waspada karena bahaya hidrometeologi dapat menyebabkan longsor, banjir, pohon tumbang dan pergerakan tanah. Kabupaten Tasikmalaya berada di peringat ke 2 rawan bencana tertinggi di Jawa Barat.

Bencana tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Salawu, Culamega, Sodonghilir, Cineam, Cigalontang, Salopa, Cisayong, Cipatujah, Sukahening, Gunungtanjung, Sukaraja, Karangjaya, Pageurageung, Puspahiang, Sukaratu, Taraju, Sariwangi, Manonjaya, Bojonggambir, Parungponteng, dan Karangnunggal.

Sementara luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang biasanya merendam pemukiman di Kampung Bojongsoban, Hegarsari, Cicalung dan Mekarsari, Desa Tanjungsari, Desa Sukapancar, dan Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner