Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Tingkatkan Kualitas Guru di Bandung, SMP Gagasceria Hadirkan Pakar Pendidikan Jepang

Sugeng Sumariyadi
30/8/2025 12:37
Tingkatkan Kualitas Guru di Bandung, SMP Gagasceria Hadirkan Pakar Pendidikan Jepang
SMP Gagasceria, Kota Bandung, menggelar Workshop yang menghadirkan Prof Masami Isoda dari Jepang.(MI/SUMARIYADI)

DUNIA pendidikan terus berkembang. Untuk itu, guru juga harus terbuka dan terus mengembangkan diri dengan pengalaman dan ilmu baru dari lingkungan jauh maupun lingkungan terdekatnya.

Kesadaran itulah yang membuat SMP Gagasceria, Kota Bandung, menggelar workshop untuk guru yang menghadirkan pakar pendidikan dari dalam negeri dan luar negeri.

Yang terbaru, SMP Gagasceria mengundang Prof Masami Isoda, Professor of Mathematics Education, University of Tsukuba, Jepang, Sabtu (30/8). Dia hadir bersama tiga pengajar lain dari Jepang, Tatsumi Sumi, Takashi Marimoto, dan Hidemi Tanaka, ketiganya dari Tsukuba Attach School at Tokyo.

Kegiatan ini digelar dalam kerangka The 4th Asian Practice Exchange “Through Lesson Study for Learning Community." SMP Gagasceria mendapat dukungan dari Asosiasi Lesson Study Indonesia (ALSI), Center for Excellence of Lesson and Learning Studies (CELLS) Universitas Pendidikan Indonesia dan University of Tsukuba, Jepang.

"Mereka hadir di Bandung untuk berbagi pengalaman dan perjalanan panjang pendidikan di Jepang. Negeri itu masih menjadi yang terbaik dalam pengajaran litersi membaca, matematika dan sains untuk siswa berusia 15 tahun," ungkap Direktur Gagasceria, Fisianty Harahap.

Dia menambahkan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong dunia pendidikan untuk terus berinovasi. Salah satunya dalam pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Guru, lanjutnya, memiliki peran penting dalam memfasilitasi siswa agar mampu berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

"Sebagai upaya meningkatkan kapasitas guru inilah Sekolah Gagasceria bekerja sama menyelenggarakan workshop bersama Prof Masami Isoda dari Jepang. Dia merupakan pakar internasional dalam bidang Lesson Study dan inovasi pembelajaran STEM," tandas Fisianty.


Berbagi ilmu

 

Workshop diikuti puluhan guru SD dan SMP di Kota Bandung, Dinas Pendidikan Kota Bandung, UPI Bandung, dan praktisi pendidikan terkait. Dalam kegiatan yang tidak dipungut biaya itu, para guru terlibat aktif dalam proses diskusi bersama Prof Masami dan ketiga guru lain dari Jepang.

Menurut Fisianty, pihaknya sengaja mengajak dan mengundang guru dari sekolah lain di Kota Bandung dalam upaya berbagi ilmu. "Kami ingin guru dan sekolah di Bandung mendapat banyak pengalaman baru, sehingga kami bisa maju bersama."

Dia berharap lewat upaya berbagi pengalaman dan ilmu ini dapat memperkaya wawasan guru dan memperkuat praktik pembelajaran STEM di
kelas.

"Prof Masami dan para guru asal Jepang itu berbagi pengalaman terkait upaya membangun pola pikir yang kritis pada anak. Mereka juga berbagai pengalaman kerja sistematis dalam koding dan berkomunikasi lebih baik dengan mesin atau robot," tambahnya.

Kehadiran pakar pendidikan dari Jepang itu, lanjut Fisianty, untuk memberikan pemahaman mengenai konsep dan praktik pembelajaran STEM yang
inovatif. Workshop ini juga melatih guru dalam mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam mata pelajaran di SMP.

"Keinginan besar kami ialah meningkatkan profesionalisme guru melalui pemaparan dan diskusi dengan narasumber internasional. Kami juga ingin mendorong terciptanya pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan
kompetensi abad 21 di Bandung dan Indonesia," tambahnya.

Sekolah Gagasceria mengembangkan pendidikan dari tingkat preschool, SD dan SMP. Beroperasi sejak 1999, sekolah ini sudah beberapa kali mengundang pakar pendidikan dalam negeri dan luar negeri dalam upaya meningkatkan kualitas guru, tidak hanya di Sekolah Gagasceria, tapi ditularkan ke sekolah lain di Bandung.

 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner