Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memastikan pemerintah serius dalam mewujudkan program 3 Juta Rumah. Berbagai terobosan dan kerja sama dengan beragam pihak terus dilakukan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memiliki rumah.
Hal ini disampaikan Maruarar saat menghadiri Gelar Wicara Pembangunan Perumahan dan Perkotaan Yang Berkelanjutan yang diselenggarakan The HUD Institute, di Bandung, Kamis (28/8).
"Tahun kemarin pemerintah mewujudkan 250 ribu rumah, tahun sekarang 350 ribu, tahun depan saya targetkan 500 ribu," kata Ara, sapaan akrabnya.
Di mengakui program 3 juta rumah bukanlah hal mudah terlebih di saat kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti saat ini. Namun, kondisi di lapangan tidak bisa ditawar lagi mengingat masih banyak warga terutama yang berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah.
"Kami butuh dukungan semua pihak. Selama ini saya fokus ke rumah subsidi," katanya.
Berbagai terobosan pun dilakukan pemerintah agar program tersebut benar-benar terealisasi. Terbaru, Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui program kredit usaha rakyat (KUR) untuk membiayai kepemilikan rumah.
"KUR perumahan Rp150 triliun. Baru ada di zaman Presiden Prabowo," katanya.
Selain itu, pemerintah pun terus berupaya untuk menekan biaya kepemilikan rumah bagi MBR. "Ppn dan BPHTB gratis. Saya ingin biaya MBR untuk memiliki rumah ini semakin berkurang. Bagi rakyat kecil, diskon Rp200 ribu - Rp300 ribu berharga sekali," katanya.
Ara menjelaskan, pemerintah terus berinovasi dalam mewujudkan program 3 juta rumah ini. Salah satunya melalui koordinasi dengan pihak lain dalam penggunaan lahan untuk perumahan.
"Di Jakarta kita sudah bicara dengan Mas Pram (Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung). Kita jalankan CSR swasta untuk 700 rumah," tambahnya.
Menurut dia, selain untuk membantu MBR agar bisa memiliki rumah, KUR perumahan pun diluncurkan untuk meningkatkan kelas pengembang-pengembang perumahan yang masih kecil. Melalui program tersebut, diharapkan pengembang perumahan yang masih kecil bisa terus beraktivitas sehingga bisa naik kelas.
"Dengan KUR perumahan ini, kami ingin kontraktor, toko bangunan, bisa menikmati subsidi negara. Sehingga bisa naik kelas, dari skala kecil ke skala besar," katanya.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved