Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Sekda Cianjur Blak-blakan soal Isu Pengunduran Diri

Benny Bastiandy
29/8/2025 18:35
Sekda Cianjur Blak-blakan soal Isu Pengunduran Diri
Sekda Cianjur Cecep S Alamsyah berpamitan pada pegawai Pemkab Cianjur.(MI/BENNY BASTIANDY)

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Cecep S Alamsyah, blak-blakan soal ramai beredarnya isu pengunduran diri. Mantan pejabat yang sudah hampir 35 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) itu mengaku dirinya memang mengajukan masa persiapan pensiun (MPP) lebih cepat dari yang seharusnya.

"Saya berpikir ini untuk kemajuan Cianjur, meskipun dari kinerja-kinerja pemerintah daerah sudah ada yang baik. Tapi masih ada PR (pekerjaan rumah) besar yang masih belum terselesaikan," katanya seusai memimpin apel pagi sekaligus berpamitan kepada ASN di lingkungan Pemkab Cianjur, Jumat (29/8).

Beberapa waktu lalu sempat mencuat petisi melengserkan Cecep S Alamsyah dari jabatannya sebagai Sekda. Petisi itu ditandatangani para pejabat eselon II.

Namun, permasalahan itu pada akhirnya berakhir islah. Cecep menegaskan, dirinya mungkin kurang begitu disukai di kalangan pejabat karena ia memiliki karakter keras.

"Kalau memang ada yang kurang tepat dari kinerja pegawai, saya memang tegas-tegasan. Tapi itu semua demi kebaikan Kabupaten Cianjur. Sekarang saya mundur atas kemauan sendiri. Tidak ada tekanan. Kalau ada tekanan, saya bisa melawan," tegasnya.

Berdasarkan surat pengajuan MPP, masa kerja Cecep S Alamsyah sebagai ASN aktif dengan jabatan sebagai Sekda berakhir per 1 September 2025. Cecep menyebut, pengajuan MPP sebelum waktunya murni hasil bertafakur dan mengevaluasi kinerja.

"Hasil menafukuri diri, sepertinya harus ada yang diperbaiki. Makanya, saya memilih MPP meskipun masa pensiun saya masih sekitar 8 bulan lagi," ujarnya.

Cecep menitipkan kepada penggantinya nanti, masih cukup banyak yang mesti dibenahi. Satu di antara ketertinggalan akses infrastruktur.

"Cianjur itu terjepit. Daerah lain sudah punya sarana jalan tol, prasarana yang cukup bagus. Kita lihat Subang, Sukabumi. Mereka itu tinggal menunggu berkembang. Kita kan belum punya jalan tol. Nah ini kan jadi PR besar," imbuhnya.

Hal penting yang jadi PR besar Kabupaten Cianjur yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Cecep, IPM merupakan indikator komposit sebagai muara berbagai sektor pembangunan.

"Cianjur harus bisa mengejar ketertinggalan yang ada sekarang dan membuat pondasi kokoh agar 20 tahun ke depan bisa berdaya saing," pungkasnya.

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Sugeng
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner