Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Cecep S Alamsyah, blak-blakan soal ramai beredarnya isu pengunduran diri. Mantan pejabat yang sudah hampir 35 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) itu mengaku dirinya memang mengajukan masa persiapan pensiun (MPP) lebih cepat dari yang seharusnya.
"Saya berpikir ini untuk kemajuan Cianjur, meskipun dari kinerja-kinerja pemerintah daerah sudah ada yang baik. Tapi masih ada PR (pekerjaan rumah) besar yang masih belum terselesaikan," katanya seusai memimpin apel pagi sekaligus berpamitan kepada ASN di lingkungan Pemkab Cianjur, Jumat (29/8).
Beberapa waktu lalu sempat mencuat petisi melengserkan Cecep S Alamsyah dari jabatannya sebagai Sekda. Petisi itu ditandatangani para pejabat eselon II.
Namun, permasalahan itu pada akhirnya berakhir islah. Cecep menegaskan, dirinya mungkin kurang begitu disukai di kalangan pejabat karena ia memiliki karakter keras.
"Kalau memang ada yang kurang tepat dari kinerja pegawai, saya memang tegas-tegasan. Tapi itu semua demi kebaikan Kabupaten Cianjur. Sekarang saya mundur atas kemauan sendiri. Tidak ada tekanan. Kalau ada tekanan, saya bisa melawan," tegasnya.
Berdasarkan surat pengajuan MPP, masa kerja Cecep S Alamsyah sebagai ASN aktif dengan jabatan sebagai Sekda berakhir per 1 September 2025. Cecep menyebut, pengajuan MPP sebelum waktunya murni hasil bertafakur dan mengevaluasi kinerja.
"Hasil menafukuri diri, sepertinya harus ada yang diperbaiki. Makanya, saya memilih MPP meskipun masa pensiun saya masih sekitar 8 bulan lagi," ujarnya.
Cecep menitipkan kepada penggantinya nanti, masih cukup banyak yang mesti dibenahi. Satu di antara ketertinggalan akses infrastruktur.
"Cianjur itu terjepit. Daerah lain sudah punya sarana jalan tol, prasarana yang cukup bagus. Kita lihat Subang, Sukabumi. Mereka itu tinggal menunggu berkembang. Kita kan belum punya jalan tol. Nah ini kan jadi PR besar," imbuhnya.
Hal penting yang jadi PR besar Kabupaten Cianjur yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Cecep, IPM merupakan indikator komposit sebagai muara berbagai sektor pembangunan.
"Cianjur harus bisa mengejar ketertinggalan yang ada sekarang dan membuat pondasi kokoh agar 20 tahun ke depan bisa berdaya saing," pungkasnya.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Dari 2.772 kios di pasar itu, masih tersisa 1.772 kios yang bertahan berjualan.
Pelaku mengincar harta benda milik korban yang merupakan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat kota, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif dari kelurahan hingga RW.
Penerimaan pajak dari sektor pariwisata tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan sektor pertambangan yang hanya menyumbang Rp3,073 miliar.
Kepercayaan masyarakat terhadap gerakan filantropi harus bersinergi dan dimanfaatkan untuk bersama-sama mewujudkan kemakmuran masyarakat
Pendidikan karakter harus ditonjolkan, untuk membentuk budaya baik bagi generasi masa depan.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Pemerintah daerah selama ini terus mendorong kawasan objek wisata agar menjadi primadona bagi para pelancong, baik dari dalam maupun luar daerah.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
PIP sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sekolah anaknya, mulai dari tas, sepatu, seragam hingga buku pelajaran.
Petugas PT Kereta Api Indonesia sudah menawarkan untuk pengembalian bea pembelian tiket atau menukar jadwal keberangkatan
Serangan hama terjadi di lahan sawah yang berada di Kampung Pasirangin, Babakan, Pasirmalaka, Pasirkunci, dan Pasirsasaungan.
Rekayasa pola operasi tersebut dilakukan karena kondisi genangan air menyebabkan kelambatan perjalanan kereta api yang sangat tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh 2.500 peserta yang terdiri dari prajurit TNI, Polri serta masyarakat umum
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Kehadiran ratusan alumni menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masih terjaga dengan kuat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved