Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG warga yang mengaku sebagai ahli waris menembok akses jalan Gang Rahayu, di Kampung Poswetan, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Akibat tindakan sepihak itu, warga sekitar tak bisa melintas. Para pelajaran ibu rumah tangga yang biasa berangkat sekolah maupun ke pasar, kini terpaksa harus memutar sekitar 200 meter menggunakan jalan lain.
"Sudah dua hari jalan ini ditutup, padahal jalan gang ini penting untuk akses warga," kata seorang warga, Yendra, Senin (5/8).
Baca juga : Kenalkan Bidang Telekomunikasi, PLN Icon Plus Gelar Kegiatan Goes to School
Menurut Yendra, benteng tembok setinggi tiga meter itu dibangun seorang warga bernama Marietje. Kehadiran tembok ini membuat warga resah, mereka pun sempat mengadukan tindakan tersebut kepada RT, RW dan kepala desa.
"Kita tidak tahu alasan dia membangun tembok tersebut. Namun kita menduga tindakan itu dipicu sengketa lahan, mungkin karena konflik dengan warga RT 4 dan RT 1," ujarnya.
Ketua RT 02 Desa Kertamulya, Sugimin juga mengaku dirinya tak tahu alasan Marietje memasang tembok hingga menutup Gang Rahayu. Namun berdasarkan informasi yang beredar, tindakan itu karena persoalan lahan.
Baca juga : Tak Bisa Berenang, Bocah 9 Tahun Tewas di Situ Ciburuy
"Belum tahu persoalannya apa, hanya yang saya dengar ada konflik dengan warga di RT lain. Harusnya jangan sampai menutup seperti ini, mau itu tanah miliknya atau bukan. Tapi ini akan berdampak kepada semua warga di Kampung Poswetan," ucap Sugimin.
Sugimin bersama Ketua RW serta pihak Desa Kertamulya sedang mengupayakan mediasi dengan Maritje. Langkah ini diambil untuk mencari solusi agar tembok yang menutup jalan bisa dibuka kembali.
Sementara itu, Marietje mengaku diatas tanah yang ditembok, ada lahan seluas 3.264 meter persegi peninggalan orang tuanya. Namun sering waktu, banyak orang yang mengklaim tanah tersebut.
Baca juga : Pemkot Bandung Tetap Segel Kebun Binatang Bandung
Ia menyatakan, beberapa kali dirinya telah meminta warga untuk menunjukan bukti kepemilkan namun tak juga diperlihatkan. Karena itu, ia menyerahkan kasus tersebut kepada kuasa hukumnya.
"Selama kurang lebih 50 tahun tidak ada itikad baik dari warga. Kami sudah memidanakan sertifikat saya, mana yang milik saya dan mana yang punya orang. Sekarang kasus ini sudah ditangani Polda Jawa Barat melalui kuasa hukum saya," bebernya.
Alasan ia menutup akses jalan agar masyarakat terpancing dan mau menujukan sertifikat kepemilikan tanah tersebut. Hal ini dilakukan supaya kedepannya jelas terkait kepemilikan lahan tersebut.
Baca juga : Perahu Dihantam Ombak Pantai Pasir Putih, Satu Wisatawan Tewas
"Selama puluhan tahun mereka tinggal di lahan siapa, dulu jalan itu buntu tapi warga sendiri yang membuka akses," tuturnya.
Ia menyebut, ada sekitar 20 rumah yang diklaim menempati lahan peninggalan orang tua Marietje. Dirinya telah mempidanakan warga yang menempati lahannya dan mensomasi kepada 8 orang provokator.
"Kalau tidak ada bukti dan fakta maka harus angkat kaki, makanya sama saya ditutup dan ada bangunan rumah kosong yang saya robohkan karena mereka selama ini tidak pernah menghadap saya dengan baik-baik," jelasnya. (DG)
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
MEMASUKI puncak arus mudik, ribuan kendaraan memadati ruas Tol Cipali Subang, Jawa Barat.
Super Aplikasi Rumah Pendidikan disediakan Pusdatin Kemendikdasmen
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
POLRES Sukabumi Kabupaten resmi menaikan status perkara kasus kematian anak Nizam Syafei ke tahap penyidikan.
MEMASUKI periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Logistik (Kalog) mencatatkan adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel Kalog Express.
KONFLIK Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum juga usai, membuat operasional Bandung Zoo selama libur Lebaran tetap ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
KAI Commuter Bandung menyediakan total 1.254 perjalanan atau 57 perjalanan setiap hari.
Polres Cianjur berkeinginan membantu masyarakat yang rindu berkumpul bersama keluarga saat Idul fitri.
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh jajaran Polresta Cirebon.
Bagi mereka, ini bukan sekadar agenda rutin, tapi cara menjaga ingatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved