Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MASJID Agung Cianjur mulai dikonsep menjadi pusat edukasi bagi generasi muda atau milenial. Upaya itu didasari kondisi sosial kalangan generasi muda yang cukup rentan terpengaruh budaya-budaya negatif.
Sekretaris Umum Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Cianjur, Ahmad Suhendar, mengatakan salah satu upaya edukasi itu dilakukan dengan kajian-kajian islami khusus bagi kalangan generasi muda. Pada Ramadan 1445 Hijriyah misalnya, DKM Masjid Agung Cianjur mengadakan pesantren kilat selama satu bulan penuh.
"Kegiatannya mampu menghadirkan hampir 4 ribu peserta. Ini juga sesuai
arahan pak bupati agar Masjid Agung Cianjur harus jadi pusat pendidikan keagamaan bagi generasi muda," kata Ahmad seusai kegiatan Rapat Kerja II DKM Masjid Agung Cianjur di Bale Prayoga Komplek Pendopo, Selasa (14/5).
Baca juga : Bupati Lepas Dua Anggota Paskibraka Cianjur ke Tingkat Jawa Barat
Ahmad menuturkan upaya itu tentu harus dibarengi juga dengan transformasi digital. Artinya, DKM Masjid Agung Cianjur harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi.
"Kita nanti akan membuat ruang podcast untuk mengimbangi era digitalisasi. Ini salah satu bentuk memberikan pelayanan kepada para jemaah agar bisa lebih nyaman beribadah. Di ruang podcast itu kita bisa berdakwah atau syiar agama secara live," tuturnya.
Bentuk edukasi lain yang disiapkan DKM Masjid Agung Cianjur yakni
penyediaan fasilitas ruang perpustakaan. Di dalamnya terdapat berbagai
katalog buku keagamaan yang bisa dibaca para jemaah, termasuk kalangan
generasi muda.
Baca juga : SPPT Terdistribusikan, Bapenda Cianjur Genjot Penerimaan PBB
"Sekarang Masjid Agung Cianjur juga sudah dilengkapi dengan videotron. Jadi nanti masyarakat mengetahui siapa yang akan menjadi imam atau khatib. Pada intinya, Masjid Agung Cianjur sekarang memang dikonsep menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Kalau tidak begitu, kita juga akan ketinggalan," pungkasnya.
Ketua Bidang Idarah DKM Masjid Agung Cianjur, Bambang Zainal Arifien,
menambahkan berkaitan dengan edukasi, setiap tahun DKM Majid Agung Cianjur rutin melaksanakan pendidikan dan pelatihan imam dan khatib. Kegiatannya dilaksanakan bertepatan saat Ramadan.
"Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti diklat ini walaupun dilaksanakan setiap pekannya pada Sabtu dan Minggu," terang Bambang.
Diklat sudah digelar sejak 2021 dengan melahirkan tiga angkatan. Setiap
satu angkatan meluluskan sebanyak 100 orang.
"Kami memang sangat selektif meluluskan imam ataupun khatib karena harus betul-betul berkompeten dan berkapasitas," pungkasnya.
Program ini mengajak para tamu untuk menikmati momen berbuka puasa bersama keluarga, sahabat, dan kolega dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Pergeseran ini diharapkan lebih memaksimalkan kinerja aparatur pemerintahan
Pada tahun kedua kini fokus utama adalah memperluas dampak pembangunan melalui tiga pilar kebijakan
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Digitalisasi juga terus dikembangkan, antara lain melalui pemasangan dashboard pemantauan real-time di depo serta penerapan checksheet digital dalam proses pemeriksaan sarana.
Pencetakan SPPT merupakan kegiatan rutin tahunan yang nanti akan didistribusikan kepada para wajib pajak.
Pada Januari, cakupan UHC berada di angka 98,03%. Dalam waktu satu bulan, terjadi peningkatan lebih dari satu persen hingga menembus 99,11%
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Sejauh ini sudah ada 39 varietas lokal yang sudah didaftarkan ke PPVTPP Kementerian Pertanian.
Saat ini 4.320 pegawai telah diangkat menjadi P3K paruh waktu. Rinciannya yaitu 2.379 guru dan 1.941 orang tenaga kependidikan.
MAKAN bergizi gratis (MBG) di Kota Sukabumi, Jawa Barat, tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara yang saat ini tengah diaudit BPKP.
MENYAMBUT bulan suci Ramadan, Keraton Kasepuhan kembali menggelar tradisi dlugdag. Tradisi ini sebagai momen menyambut gembira kehadiran bulan yang penuh berkah.
Upaya ini mencakup manajemen rekayasa lalu lintas (lalin), perbaikan penerangan jalan umum (PJU), hingga penataan sarana parkir bagi pengunjung.
Dunia usaha tidak bisa berjalan sendiri jika ingin tumbuh optimal.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani yang menjadi perhatian nasional.
Buky sangat mengapresiasi dengan sistem pengolahan sampah di Pasar Induk Caringin yang bisa menghasilkan produk bermanfaat bagi masyarakat
Capaian ini ditandai dengan pertumbuhan penjualan tenaga listrik, peningkatan jumlah pelanggan, serta akselerasi pemanfaatan layanan digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved