Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
USIA teknis tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kota Sukabumi diperkirakan hanya cukup hingga 2025. Pemerintah daerah setempat pun mulai ketar-ketir karena mengkhawatirkan volume sampah tak bisa tertampung sebelum dibangunnya TPA yang baru.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, Asep Irawan, menjelaskan TPA yang ada saat ini sudah kelebihan kapasitas. Sekalipun saat ini di TPA tersebut sudah dibangun lahan baru, namun usia teknisnya diperkirakan tak akan lama.
"TPA yang baru dibangun Kementerian PU-Pera sudah digunakan sejak Januari. Namun melihat kapasitas, rasa TPA yang baru hanya bisa cukup menampung hingga 2025," katanya, Minggu (3/3).
Baca juga : Kabupaten Sukabumi Memasuki Masa Panen, Produksi GKG Capai 252.351 Ton
Satu di antara andalan Pemkot Sukabumi mengatasi risiko daya tampung sampah yakni pembangunan TPA regional. Pembangunannya akan didanai Pemprov Jawa Barat.
"Saat ini sedang dilakukan uji kelayakan pembangunan TPA regional yang
anggarannya bersumber dari Pemprov Jabar," tutur dia.
Namun, jelas Asep, jika mengestimasi berbagai tahapan rencana pembangunan TPA regional, kemungkinan akan dimulai pada 2028. Di sisi lain, diperkirakan TPA yang ada sekarang hanya akan bisa menampung sampah lebih kurang dua tahun lagi.
Baca juga : Cegah Banjir, Pemkot Sukabumi Segera Bangun Kolam Retensi
"Ini tentu bisa jadi masalah. Perlu ada solusi mengatasi kondisi nanti soal persampahan," ungkapnya.
Asep menuturkan, tingkat pembuangan sampah ke TPA di Kota Sukabumi
cenderung masih cukup tinggi. Dari rata-rata volumr sekitar 184 ton sampah per hari, hampir 75% masih dibuang ke TPA.
"Kami sedang memikirkan komposisi volume sampah yang dibuang ke TPA.
Idealnya, dari rata-rata volume sampah per hari, 75% sudah dikelola di
tingkat masyarakat, baru yang 25% merupakan residu ke TPA. Intinya,
buangnya harus diminimalkan dan pengelohannya harus dimaksimalkan,"
tegasnya.
Baca juga : KPU Kabupaten Sukabumi Mulai Pleno Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilu 2024
Dia mengaku kepincut dengan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Di wilayah itu residu sampah yang dibuang ke TPA hanya 25%.
Asep menegaskan bukan tidak mungkin konsep yang diterapkan Pemkab Banyumas bisa diadopsi Pemkot Sukabumi. Hanya, tentu diperlukan peran
semua pihak agar ke depan pengelolaan sampah bisa dicarikan solusinya.
"Seperti yang sudah diterapkan di Kecamatan Cikole. Mungkin nanti kita akan tularkan ke wilayah kecamatan lainnya," pungkasnya.
Peningkatan volume kendaraan tak hanya dari arah Jakarta ke Puncak Bogor dan Cianjur. Tapi juga dari arah Cianjur menuju Puncak ataupun Jakarta.
Ketinggian air di Perumahan Bukit Cengkeh 1 dan 2 serta Perumahan Taman Duta mencapai 70-80 sentimeter hingga saat ini air belum surut.
Pengawasan dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun demikian, kebun binatang tetap harus ditutup
Kenaikan bahan pokok mulai terjadi pada cabai merah, telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, daging sapi dan beras premium.
Akibat tawuran tersebut sebuah toko kelontong yang menjual bahan pangan dan kebutuhan pokok terbakar. Kebakaran diduga akibat tawuran antara warga yang terjadi di kawasan tersebut.
Pelaksanaan Salat Id lebih awal ini merujuk pada keputusan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada 20 Maret 2026
SEORANG pemudik yang nekat berjalan kaki dari Bekasi menuju Surabaya ditemukan oleh personel kepolisian di wilayah Karawang setelah kehabisan biaya untuk melanjutkan perjalanan.
Konservasi tidak bisa hanya bicara satwa. Kalau masyarakat di sekitarnya tidak mendapatkan manfaat, maka konservasi akan selalu kalah,
SATUAN Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Garut menindak tegas sebuah unit ambulans yang kedapatan menyalahgunakan fungsinya di jalur mudik Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sebanyak 19 fasilitas pengolahan sampah tetap dioperasikan hingga menjelang hari H Lebaran.
MEMASUKI puncak arus mudik, ribuan kendaraan memadati ruas Tol Cipali Subang, Jawa Barat.
Super Aplikasi Rumah Pendidikan disediakan Pusdatin Kemendikdasmen
DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat (Jabar) menerima aduan terkait masalah tunjangan hari raya (THR) Idulfitri 2026.
POLRES Sukabumi Kabupaten resmi menaikan status perkara kasus kematian anak Nizam Syafei ke tahap penyidikan.
MEMASUKI periode puncak arus mudik Lebaran 2026, PT KAI Logistik (Kalog) mencatatkan adanya peningkatan pengiriman hewan peliharaan melalui layanan ritel Kalog Express.
KONFLIK Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo yang belum juga usai, membuat operasional Bandung Zoo selama libur Lebaran tetap ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
KAI Commuter Bandung menyediakan total 1.254 perjalanan atau 57 perjalanan setiap hari.
Polres Cianjur berkeinginan membantu masyarakat yang rindu berkumpul bersama keluarga saat Idul fitri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved