Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rangkuman PAI Kelas 11 dari Berpikir Kritis sampai Ulul Azmi

Wisnu Arto Subari
25/9/2025 22:10
Rangkuman PAI Kelas 11 dari Berpikir Kritis sampai Ulul Azmi
Ilustrasi.(Freepik)

MATERI Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti Kelas XI sekolah menengah atas (SMA) terdiri dari 10 bab. Pelajaran PAI kelas 10 mulai dari berpikir kritis sampai Ulul Azmi.

Nah, para siswa kelas 10 mesti memahami materi PAI ini secara keseluruhannya. Untuk mempermudah, kali ini kami berikan rangkuman PAI kelas 10. Semangat belajar.

Bab 1: Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pendahuluan

Manusia diberi anugerah akal oleh Allah SWT. Akal inilah yang membedakan manusia dari makhluk lain. 

Dengan akal, manusia bisa berpikir kritis, menimbang informasi, serta menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam Islam, berpikir kritis dan menuntut ilmu bukan sekadar pilihan, tapi perintah agama. 

Umat Islam yang berpikir kritis akan terhindar dari kesesatan, sementara umat yang mencintai ilmu akan menjadi umat yang maju.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Wahyu pertama yang turun adalah Al-Qur'an Surat al-'Alaq/96:1-5, "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan..." Perintah pertama ini adalah membaca, yang menunjukkan pentingnya ilmu.

Rasulullah SAW bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan." (HR. Ibnu Majah).

Kedua sumber ini menegaskan: berpikir kritis dan menuntut ilmu adalah bagian dari ibadah.

Wawasan Keislaman

Berpikir kritis berarti tidak mudah menerima informasi mentah-mentah. Dalam era digital, banyak hoaks dan berita palsu. Siswa yang berpikir kritis akan meneliti sumber, menimbang logika, dan mencari kebenaran.

Mencintai ilmu berarti menjadikan belajar sebagai kebutuhan. Allah SWT berjanji dalam Al-Qur'an Surat al-Mujadilah/58:11, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat."

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam Islam harus diarahkan untuk kemaslahatan. Iptek yang dipisahkan dari iman bisa menimbulkan kerusakan (senjata pemusnah, pencemaran lingkungan). Tetapi iptek yang dibimbing iman akan melahirkan kebaikan (obat, teknologi pendidikan, transportasi yang aman).

Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 7 Ada 10 Bab

Kisah Inspiratif

Ibnu Sina dikenal sebagai bapak kedokteran modern. Kitab Al-Qanun fi al-Thibb dipakai di universitas Eropa berabad-abad. 

Al-Khawarizmi menemukan aljabar, dasar dari matematika modern. Semua ini lahir dari semangat mencintai ilmu dan berpikir kritis.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Rajin membaca buku, bukan hanya media sosial.

• Menggunakan internet untuk belajar, bukan hanya hiburan.

• Bertanya kritis di kelas.

• Diskusi dengan teman untuk menemukan jawaban terbaik.

• Membiasakan riset kecil-kecilan sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 8 dari Alam sampai Ilmuwan

Penerapan Karakter

• Religius: belajar diniatkan ibadah.

• Integritas: jujur dalam ujian.

• Gotong royong: kerja kelompok.

• Kritis: menyaring informasi digital.

• Mandiri: tidak bergantung pada contekan.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 7 SMP Semester 2

Rangkuman

1. Islam mewajibkan menuntut ilmu.

2. Berpikir kritis adalah cara menjaga akal sehat.

3. Iptek harus dipakai untuk kemaslahatan.

4. Ulama klasik teladan cinta ilmu.

5. Siswa bisa meneladani dengan belajar tekun, jujur, kritis, dan inovatif.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 8 SMP Semester 2

Bab 2: Membiasakan Sikap Jujur, Amanah, dan Istiqamah

Pendahuluan

Akhlak mulia adalah buah dari iman. Tiga di antaranya adalah jujur, amanah, dan istiqamah. Rasulullah SAW dikenal sebagai al-Amîn (yang terpercaya). Tanpa sifat ini, seseorang tidak akan dipercaya.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Ahzab/33:70, "Wahai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."

Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah kalian berlaku jujur, karena jujur membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga." (HR Muslim).

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 9 SMP Semester 2

Wawasan Keislaman

• Jujur (shidq): berkata sesuai fakta, berbuat sesuai niat.

• Amanah: menjaga kepercayaan, baik berupa titipan harta, jabatan, maupun tugas.

• Istiqamah: konsisten dalam kebaikan, tidak mudah goyah.

Ketiga sifat ini adalah fondasi masyarakat. Tanpa jujur, masyarakat penuh tipu daya. Tanpa amanah, semua saling curiga. Tanpa istiqamah, kebaikan hanya sesaat.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 6 SD Semester 2

Kisah Inspiratif

Rasulullah SAW sejak muda dikenal jujur dalam berdagang. Karena itu, Khadijah mempercayakan modal padanya. Setelah menjadi Nabi, beliau tetap istiqamah dalam menyampaikan wahyu, meski dicaci, diusir, bahkan diperangi.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Tidak mencontek saat ujian.

• Amanah mengerjakan tugas kelompok.

• Istiqamah melaksanakan salat lima waktu.

• Tidak mengkhianati janji pada teman.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 6 SD Semester 1

Penerapan Karakter

• Religius: istiqamah ibadah.

• Integritas: jujur ucapan dan perbuatan.

• Disiplin: konsisten belajar.

• Tanggung jawab: menjaga amanah dari orang tua dan guru.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 5 SD Semester 2

Rangkuman

1. Jujur, amanah, dan istiqamah adalah akhlak mulia.

2. Allah SWT memerintahkan berkata benar.

3. Rasulullah SAW teladan dalam ketiga akhlak ini.

4. Siswa bisa menerapkannya di sekolah, rumah, dan masyarakat.

5. Akhlak ini membuat seseorang dipercaya dan disukai Allah.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 5 SD Semester 1

Bab 3: Menghindari Perilaku Aniaya, Merendahkan, dan Mengolok-olok

Pendahuluan

Setiap manusia ingin dihargai. Islam melarang perilaku yang menyakiti orang lain, baik dengan perbuatan maupun ucapan. Tiga perilaku yang dilarang adalah aniaya, merendahkan, dan mengolok-olok.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Hujurat/49:11, "Wahai orang-orang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik dari mereka…"

Rasulullah SAW bersabda, "Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya; ia tidak boleh menzhalimi dan tidak boleh merendahkannya." (HR. Muslim).

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 4 SD Semester 2

Wawasan Keislaman

• Aniaya (zhalim): menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, menyakiti orang lain, atau mengambil hak orang lain.

• Merendahkan: menganggap orang lain hina karena status, harta, atau penampilan.

• Mengolok-olok: mempermainkan orang lain dengan ejekan.

Perilaku ini merusak persaudaraan. Islam menekankan ukhuwah islamiyah: semua muslim bersaudara.

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 4 SD Semester 1

Kisah Inspiratif

Rasulullah SAW sangat menghargai sahabatnya. Bilal bin Rabah, seorang budak berkulit hitam, diangkat sebagai muazin utama. Ini menunjukkan beliau tidak pernah merendahkan seseorang.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Tidak mengejek teman karena penampilan.

• Tidak membuli di media sosial.

• Tidak mengambil barang teman tanpa izin.

• Membela teman yang dilecehkan.

Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 3 SD Semester 2

Penerapan Karakter

• Religius: meyakini Allah SWT mengawasi perilaku.

• Empati: menghargai perasaan teman.

• Integritas: adil dan tidak zhalim.

• Gotong royong: menjaga persaudaraan di sekolah.

Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 3 SD Semester 1

Rangkuman

1. Islam melarang aniaya, merendahkan, dan mengolok-olok.

2. Al-Qur'an Surat al-Hujurat/49:11 menegaskan larangan itu.

3. Rasulullah SAW teladan menghargai semua orang.

4. Siswa bisa menerapkan dengan tidak membuli, tidak mengejek, dan bersikap adil.

5. Akhlak ini menumbuhkan persaudaraan yang kuat.

Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 1 SD Semester 2

Bab 4: Menghindari Perilaku Boros, Kikir, dan Prasangka Buruk

Pendahuluan

Islam mengajarkan keseimbangan dalam hidup. Boros (israf) dan kikir (bukhl) adalah dua sikap ekstrem yang sama-sama dilarang. 

Selain itu, prasangka buruk (suuzhan) juga merusak hubungan sosial. Seorang muslim harus hidup sederhana, dermawan, dan berprasangka baik.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Isra’/17:27, "Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara setan."

Allah juga berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Hujurat/49:12, "Wahai orang-orang beriman, jauhilah banyak prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa."

Rasulullah SAW bersabda, "Hati-hatilah kalian dari sifat kikir, karena kikir telah membinasakan umat sebelum kalian." (HR. Muslim).

Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 1 SD Semester 1

Wawasan Keislaman

• Boros (israf): menggunakan harta berlebihan untuk hal tidak bermanfaat.

• Kikir (bukhl): enggan mengeluarkan harta untuk kepentingan wajib maupun sosial.

• Prasangka buruk (suuzhan): menuduh tanpa bukti, berpikir jelek tentang orang lain.

Ketiga sifat ini menghalangi keberkahan hidup. Islam mendorong umatnya hidup sederhana, dermawan, dan berhusnuzhan (berprasangka baik).

Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 2 SD Semester 2

Kisah Inspiratif

Rasulullah SAW hidup sangat sederhana. Beliau sering tidur di atas tikar kasar. Namun beliau sangat dermawan. Saat ada harta rampasan perang, beliau segera membagikannya kepada umat.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Tidak boros membeli pulsa atau jajan.

• Menyisihkan uang saku untuk infak.

• Tidak langsung menuduh teman yang salah, tapi mencari bukti dulu.

• Membiasakan husnuzhan agar hati tenang.

Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 2 SD Semester 1

Penerapan Karakter

• Hemat: menggunakan harta sesuai kebutuhan.

• Dermawan: rajin berbagi.

• Tanggung jawab: menunaikan kewajiban zakat/infak.

• Empati: berpikir positif terhadap orang lain.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Rangkuman

1. Boros, kikir, dan su’uzhan adalah sifat tercela.

2. Allah melarang boros dan prasangka buruk.

3. Rasulullah SAW teladan hidup sederhana dan dermawan.

4. Siswa harus hemat, rajin berbagi, dan berprasangka baik.

Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

Bab 5: Membiasakan Perilaku Adil, Hormat, dan Santun

Pendahuluan

Masyarakat yang beradab lahir dari pribadi yang adil, hormat, dan santun. Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Hormat berarti menghargai orang lain sesuai kedudukannya. Santun berarti sopan dalam ucapan dan perbuatan.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat an-Nahl/16:90, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan."

Rasulullah SAW bersabda, "Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua." (HR. Ahmad).

Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

Wawasan Keislaman

• Adil: memberikan hak sesuai porsi, tidak pilih kasih.

• Hormat: menghargai orang tua, guru, dan sesama.

• Santun: lemah lembut dalam berbicara dan bertindak.

Ketiganya adalah pilar akhlak sosial. Tanpa keadilan, muncul konflik. Tanpa hormat, generasi muda kehilangan arah. Tanpa santun, masyarakat jadi kasar.

Baca juga: Hafalkan 37 Surat Pendek Juz Amma Juz 30

Kisah Inspiratif

Rasulullah SAW selalu adil, bahkan terhadap musuh. Beliau menghormati tetua Quraisy meski mereka menentang. Beliau santun kepada siapa pun, bahkan kepada pembantu.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Adil dalam membagi tugas kelompok.

• Hormat kepada guru dengan mendengarkan pelajaran.

• Santun kepada teman dengan tidak berkata kasar.

• Menyapa orang tua dengan sopan.

Baca juga: 30 Juz 114 Surat dalam Al-Quran, Yuk Hafalkan

Penerapan Karakter

• Integritas: adil dalam tindakan.

• Religius: taat pada perintah Allah.

• Gotong royong: menghormati perbedaan.

• Komunikatif: berbicara sopan.

Baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal

Rangkuman

1. Adil, hormat, santun adalah akhlak mulia.

2. Allah memerintahkan berlaku adil.

3. Rasulullah SAW teladan hormat dan santun.

4. Siswa harus adil, hormat guru, santun pada teman.

Baca juga: Urutan Surat Juz 30 dalam Alquran, Dibaca saat Salat

Bab 6: Menghindari Perilaku Ghibah, Fitnah, dan Namimah

Pendahuluan

Lisan adalah amanah. Jika tidak dijaga, ia bisa mendatangkan dosa besar. Tiga penyakit lisan yang harus dihindari: ghibah (menggunjing), fitnah (menyebar berita palsu), dan namimah (adu domba).

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Hujurat/49:12, "Janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?"

Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah seseorang dianggap pendusta bila ia menceritakan setiap apa yang didengarnya." (HR Muslim).

Baca juga: Surat An-Naba Asbabun Nuzul, Keutamaan, Teks, dan Artinya

Wawasan Keislaman

• Ghibah: membicarakan aib orang lain yang benar adanya, tapi dilakukan di belakangnya.

• Fitnah: menyebar kabar bohong yang merusak nama orang.

• Namimah: menyampaikan ucapan seseorang kepada orang lain untuk memecah belah.

Ketiganya merusak ukhuwah dan membawa dosa besar. Islam mendorong umatnya menjaga lisan dan hanya berkata baik.

Baca juga: Tulisan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dalam Arab dan Latin yang Benar

Kisah Inspiratif

Suatu ketika Aisyah r.a. pernah menyinggung salah satu istrinya yang lain hanya dengan isyarat tangan. 

Rasulullah SAW langsung menegurnya, karena itu termasuk ghibah. Hal ini menunjukkan betapa tegas Islam melarang ghibah.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Tidak menyebarkan gosip di grup WhatsApp.

• Tidak menuduh teman tanpa bukti.

• Tidak menyampaikan perkataan teman hanya untuk memecah belah.

• Lebih baik diam jika tidak ada kebaikan.

Baca juga: Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun dalam Bahasa Arab yang Benar

Penerapan Karakter

• Integritas: menjaga lisan.

• Empati: tidak menyakiti orang lain.

• Disiplin: menahan diri dari gosip.

• Religius: berkata baik atau diam.

Baca juga: Pengertian, Contoh Akhlak Mazmumah dan Mahmudah

Rangkuman

1. Ghibah, fitnah, dan namimah adalah dosa besar.

2. Allah melarang ghibah dalam Al-Qur'an Surat al-Hujurat.

3. Rasulullah SAW menegur ghibah sekecil apa pun.

4. Siswa harus menjaga lisan, tidak menyebar gosip, dan berkata baik.

Baca juga: 4 Kitab yang Diturunkan Allah SWT Beserta Rasul yang Menerimanya

Bab 7: Membiasakan Perilaku Syukur, Sabar, dan Pemaaf

Pendahuluan

Hidup tidak selalu mulus. Ada nikmat, ada ujian. Islam mengajarkan tiga sikap utama: syukur, sabar, dan pemaaf. Ketiganya menjadikan hati tenang dan hidup penuh berkah.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim/14:7, "Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; dan jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya adalah baik. Jika mendapatkan nikmat, ia bersyukur, itu baik baginya. Jika mendapatkan musibah, ia sabar, itu juga baik baginya." (HR Muslim).

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Terjemahan

Wawasan Keislaman

• Syukur: mengakui nikmat Allah dengan hati, lisan, dan perbuatan.

• Sabar: menahan diri dalam taat, meninggalkan maksiat, dan menghadapi musibah.

• Pemaaf: tidak membalas keburukan, tetapi memberi maaf.

Syukur menambah nikmat, sabar menguatkan jiwa, pemaaf menumbuhkan persaudaraan.

Baca juga: Beda Doa Qunut yang Dibaca Imam dan saat Salat Sendiri

Kisah Inspiratif

Rasulullah SAW dikecam di Thaif. Penduduk melempari beliau hingga berdarah. 

Malaikat Jibril menawarkan untuk membalikkan gunung dan membinasakan mereka. Tapi Rasulullah SAW memilih memaafkan, berharap kelak anak-anak mereka beriman.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Mengucap hamdalah saat mendapat nilai bagus.

• Tetap belajar walau gagal ujian.

• Memaafkan teman yang pernah mengejek.

• Tidak mengeluh meski mendapat tugas banyak.

Baca juga: Arti Syafakallah, Syafakillah, Syafahallah, Syafahullah, dan Jawabannya

Penerapan Karakter

• Religius: syukur lewat ibadah.

• Tangguh: sabar dalam ujian.

• Empati: pemaaf terhadap kesalahan teman.

• Optimis: yakin Allah beri jalan terbaik.

Baca juga: Rukun Salat, Sunah Salat, Syarat Sah, dan Syarat Wajibnya

Rangkuman

1. Syukur menambah nikmat.

2. Sabar membuat hati kuat.

3. Pemaaf menumbuhkan persaudaraan.

4. Rasulullah SAW teladan sabar dan pemaaf.

5. Siswa harus bersyukur, sabar, dan pemaaf dalam keseharian.

Baca juga: 14 Doa Iftitah sesuai Sunah Rasulullah

Bab 8: Menjauhi Perilaku Putus Asa, Pesimis, dan Boros Waktu

Pendahuluan

Allah SWT melarang putus asa dari rahmat-Nya. Seorang muslim harus optimis, semangat, dan pandai menggunakan waktu. Putus asa, pesimis, dan boros waktu membuat hidup sia-sia.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat az-Zumar/39:53, "Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya."

Rasulullah SAW bersabda, "Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu: kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).

Baca juga: Doa-Doa Mohon Rezeki dan Kaya yang Dipanjatkan Rasulullah

Wawasan Keislaman

• Putus asa: hilang harapan dari rahmat Allah.

• Pesimis: selalu melihat sisi buruk, tidak percaya diri.

• Boros waktu: menyia-nyiakan kesempatan tanpa manfaat.

Islam mengajarkan optimisme. Kegagalan adalah proses menuju sukses. Waktu harus dipakai untuk amal saleh.

Baca juga: Sembilan Nama Setan dan Tugas Mereka Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani

Kisah Inspiratif

Ketika hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW dikejar kaum Quraisy hingga terdesak di gua Tsur. Abu Bakar r.a. ketakutan. 

Rasulullah SAW berkata, "Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (Al-Qur'an Surat at-Taubah/9:40). Ini contoh optimisme sejati.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Tidak menyerah walau nilai ujian rendah.

• Optimis bisa masuk perguruan tinggi favorit.

• Menggunakan waktu luang untuk belajar, olahraga, atau mengaji.

• Menghindari rebahan berjam-jam tanpa tujuan.

Baca juga: 11 Kalimat Thayyibah dan Keutamaannya

Penerapan Karakter

• Optimis: yakin Allah memberi jalan.

• Disiplin: mengatur jadwal belajar.

• Tangguh: tidak mudah menyerah.

• Religius: berdoa dan tawakkal setelah berusaha.

Baca juga: Laki-Laki di Surga Dapat Bidadari, Perempuan Peroleh Apa

Rangkuman

1. Putus asa, pesimis, boros waktu = sifat tercela.

2. Allah melarang berputus asa.

3. Rasulullah SAW teladan optimis.

4. Siswa harus semangat, optimis, dan bijak gunakan waktu.

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

Bab 9: Menghindari Perilaku Khianat, Munafik, dan Iri Dengki

Pendahuluan

Kejujuran dan kepercayaan adalah fondasi hubungan sosial. Lawannya adalah khianat, munafik, dan iri dengki. Islam menegaskan sifat-sifat ini berbahaya dan harus dijauhi.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Anfal/8:27, "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan jangan (pula) mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui."

Rasulullah SAW bersabda, "Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, apabila dipercaya ia berkhianat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Artinya Ana Uhibbuka Fillah dan Cara Menjawab

Wawasan Keislaman

• Khianat: tidak menunaikan amanah, melanggar janji.

• Munafik: pura-pura beriman, padahal hatinya kafir.

• Iri dengki (hasad): tidak senang melihat orang lain mendapat nikmat.

Sifat-sifat ini merusak persaudaraan dan mendatangkan murka Allah.

Baca juga: Agar Anak Terhindar Zina, Bacakan Dua Surat Al-Quran Ini

Kisah Inspiratif

Abu Ubaidah bin Jarrah dikenal sebagai sosok amanah. Rasulullah SAW menyebutnya aminul ummah (orang yang terpercaya dari umat). Saat jadi panglima, beliau tidak pernah khianat terhadap amanah pasukan dan harta rampasan perang.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Menjaga rahasia yang dipercayakan.

• Tidak pura-pura rajin di depan guru, tapi malas di belakang.

• Tidak iri pada teman yang juara, tapi ikut termotivasi.

• Menepati janji kepada orangtua dan teman.

Baca juga: Surat An-Naziat Asbabun Nuzul, Kandungan, Keutamaan, Teks, dan Artinya

Penerapan Karakter

• Integritas: jujur dalam segala hal.

• Tanggung jawab: menepati janji.

• Empati: ikut bahagia dengan nikmat teman.

• Religius: takut khianat karena Allah mengawasi.

Baca juga: Surat AbasaAsbabun Nuzul, Kandungan, Keutamaan, Teks, dan Terjemah

Rangkuman

1. Khianat, munafik, iri dengki = akhlak tercela.

2. Allah melarang khianat dalam Al-Qur'an Surat al-Anfal.

3. Rasulullah SAW menegaskan tanda munafik.

4. Siswa harus amanah, jujur, dan tidak iri.

Baca juga: Surat At-Takwir dalam Bahasa Arab, Latin, Terjemah, Kandungan, Keutamaannya

Bab 10: Meneladani Keteladanan Para Rasul Ulul Azmi

Pendahuluan

Rasul adalah teladan utama umat Islam. Di antara para rasul, ada lima yang mendapat gelar Ulul Azmi karena keteguhan hati dan kesabaran luar biasa: Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW.

Tadabbur Ayat dan Hadis

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Ahqaf/46: 35, "Maka bersabarlah kamu seperti kesabaran rasul-rasul Ulul Azmi."

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa dirinya bersama rasul-rasul lain adalah pemimpin manusia pada hari kiamat (HR Muslim).

Baca juga: Surat Al-Falaq dan An-Nas Asbabun Nuzul, Pesan, Keutamaan, Tulisannya

Wawasan Keislaman

• Nuh a.s.: sabar berdakwah 950 tahun meski sedikit pengikut.

• Ibrahim a.s.: tegas melawan penyembahan berhala, rela dibakar demi tauhid.

• Musa a.s.: tabah menghadapi Fir’aun, memimpin Bani Israil keluar dari Mesir.

• Isa a.s.: berdakwah penuh kasih, menolak disembah, mengajarkan tauhid.

• Muhammad SAW: nabi terakhir, rahmat bagi semesta alam, menyempurnakan akhlak.

Mereka disebut Ulul Azmi karena sabar, tabah, teguh pendirian, dan pantang menyerah dalam dakwah.

Baca juga: Surat Al-Fil Asbabun Nuzul, Pesan, Keutamaan, dan Tulisannya

Kisah Inspiratif

Rasulullah SAW di Mekah 13 tahun menghadapi caci maki, pemboikotan, dan kekerasan. Namun beliau tetap sabar, hingga akhirnya Islam berjaya.

Contoh dalam Kehidupan Siswa

• Meneladani sabar Nuh dengan tidak menyerah saat belajar sulit.

• Meneladani keberanian Ibrahim dengan tegas menolak ajakan buruk.

• Meneladani Musa dengan berani membela kebenaran.

• Meneladani Isa dengan kasih sayang pada sesama.

• Meneladani Muhammad SAW dengan akhlak mulia di sekolah.

Baca juga: Surat Al-Humazah Asbabun Nuzul, Pesan, Keutamaan, dan Tulisannya

Penerapan Karakter

• Sabar: menghadapi ujian.

• Berani: menegakkan kebenaran.

• Kasih sayang: membantu sesama.

• Religius: menjadikan para rasul teladan hidup.

Baca juga: Rangkuman Materi Pendidikan Agama Islam Kelas 12 Semangat Belajar

Rangkuman

1. Ulul Azmi = lima rasul pilihan.

2. Mereka sabar, tabah, dan teguh.

3. Umat Islam wajib meneladani mereka.

4. Siswa bisa meneladani dengan sabar belajar, berani menolak maksiat, dan berakhlak mulia. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya