Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SISWA-SISWA kelas XII pasti mempelajari materi Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti. Ada 10 bab dalam pelajaran PAI kelas 12 mulai dari ibadah dengan ikhlas sampai tokoh Islam Nusantara.
Dalam mempelajari PAI kelas 12 dengan baik, seyogianya para siswa mengetahui dahulu garis besar atau rangkumannya. Berikut rangkuman 10 bab dalam PAI kelas 12. Semangat belajar.
Setiap amal ibadah dalam Islam menuntut keikhlasan. Tanpa ikhlas, amal ibadah tidak bernilai di sisi Allah Swt. Ikhlas berarti melakukan ibadah semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji, disanjung, atau mendapatkan keuntungan duniawi.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Bayyinah/98:5, "Padahal mereka tidak diperintah kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus..."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ikhlas bukan hanya dalam ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga dalam amal sehari-hari: belajar, bekerja, bahkan membantu orang lain. Jika niatnya karena Allah, maka semua bernilai ibadah.
Tantangan ikhlas adalah hadirnya sifat riya' (pamer), sum'ah (ingin didengar), dan ujub (bangga diri). Semua ini merusak keikhlasan. Karena itu, seorang muslim harus melatih hatinya agar tetap murni.
Suatu ketika, Umar bin Khattab r.a. melihat seorang lelaki bersedekah sambil memperlihatkan jumlah uangnya. Umar menegur, "Sedekahmu akan lebih baik jika engkau sembunyikan." Hal ini menegaskan pentingnya keikhlasan dalam beramal.
• Belajar dengan niat mencari ilmu, bukan sekadar nilai.
• Menolong teman tanpa mengharap balasan.
• Salat tepat waktu meskipun tidak dilihat guru.
• Ikut kegiatan sosial tanpa pamer di media sosial.
Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 7 Ada 10 Bab
• Religius: beribadah tulus karena Allah.
• Integritas: menolak riya’ dan sum‘ah.
• Mandiri: tetap beribadah walau tidak diawasi.
• Empati: menolong tanpa pamrih.
1. Ikhlas adalah inti dari ibadah.
2. Allah dan Rasul menegaskan pentingnya niat.
3. Riya, sum'ah, ujub merusak amal.
4. Siswa bisa melatih ikhlas dalam belajar, menolong, dan ibadah.
Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 8 dari Alam sampai Ilmuwan
Rasulullah ﷺ adalah pemimpin terbaik. Beliau memimpin dengan adil, bijaksana, penuh kasih, dan tegas. Kepemimpinan beliau bukan hanya dalam pemerintahan, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan umat.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Ahzab/33:21, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Pemimpin suatu kaum adalah pelayan mereka." (HR. Abu Dawud).
Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 9 Ada 13 Bab
Prinsip kepemimpinan Rasulullah ﷺ:
1. Syura (musyawarah): melibatkan sahabat dalam keputusan.
2. Adil: memberi hak setiap orang.
3. Amanah: tidak mengkhianati kepercayaan.
4. Kasih sayang: memperhatikan kebutuhan umat.
5. Ketegasan: melindungi kebenaran dan keadilan.
Kepemimpinan Islam bukan untuk berkuasa, tapi melayani. Rasulullah ﷺ mencontohkan dalam Piagam Madinah: menyatukan kaum Muslim, Yahudi, dan Nasrani dalam perjanjian damai.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 7 SMP Semester 2
Ketika Perang Uhud, Rasulullah ﷺ menerima usulan sahabat muda untuk bertempur di luar kota, meski berbeda dengan pendapat beliau sendiri. Ini bukti beliau menghargai musyawarah.
• Menjadi ketua kelas yang adil dan bijak.
• Musyawarah saat menentukan kegiatan kelas.
• Menjadi teladan disiplin di sekolah.
• Melayani teman, bukan memerintah seenaknya.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 8 SMP Semester 2
• Tanggung jawab: memimpin dengan adil.
• Gotong royong: musyawarah untuk mufakat.
• Integritas: menjaga amanah.
• Empati: melayani, bukan memanfaatkan jabatan.
1. Rasulullah ﷺ pemimpin teladan.
2. Prinsip kepemimpinan: adil, amanah, musyawarah, kasih sayang.
3. Pemimpin adalah pelayan, bukan penguasa.
4. Siswa bisa meneladani dengan adil, musyawarah, dan bertanggung jawab.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 9 SMP Semester 2
Indonesia adalah negara yang majemuk: suku, agama, bahasa, dan budaya. Islam mengajarkan untuk menghargai perbedaan dan menjaga persatuan. Persatuan adalah kunci kekuatan umat.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Hujurat/49:13, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya. Ia tidak menzhaliminya dan tidak merendahkannya." (HR. Muslim).
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 6 SD Semester 2
Islam menolak sikap fanatik buta, rasisme, dan diskriminasi. Semua manusia setara di sisi Allah; yang membedakan hanyalah takwa.
Dalam sejarah, Rasulullah ﷺ menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, meski berbeda latar belakang. Piagam Madinah juga menunjukkan toleransi dalam perbedaan.
Sunan Kudus berdakwah dengan menghargai tradisi Hindu di Kudus. Beliau melarang penyembelihan sapi agar masyarakat setempat tidak tersinggung. Inilah contoh menghargai perbedaan demi persatuan.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 6 SD Semester 1
• Menghormati teman yang berbeda agama atau suku.
• Tidak mengejek logat bahasa daerah.
• Menghargai perbedaan pendapat dalam diskusi.
• Mengikuti kegiatan sekolah bersama dengan rukun.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 5 SD Semester 2
• Toleransi: menghargai perbedaan.
• Persatuan: mengutamakan kebersamaan.
• Gotong royong: bekerja sama meski berbeda.
• Empati: tidak diskriminatif.
1. Allah menciptakan manusia berbeda-beda untuk saling mengenal.
2. Rasulullah ﷺ teladan persatuan.
3. Islam menolak rasisme dan diskriminasi.
4. Siswa harus menghargai perbedaan demi persatuan bangsa.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 5 SD Semester 1
Manusia memiliki hawa nafsu. Nafsu bisa membawa kepada kebaikan bila dikendalikan, namun bisa menjerumuskan bila dibiarkan. Islam mengajarkan pentingnya mujahadah an-nafs (mengendalikan nafsu) agar terhindar dari perilaku tercela.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Ali Imran/3:134, "(Yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain; Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, melainkan orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 4 SD Semester 2
Perilaku tercela yang harus dikendalikan:
• Marah berlebihan: membuat seseorang hilang akal sehat.
• Tamak: selalu merasa kurang.
• Dendam: menyimpan kebencian.
• Hawa nafsu syahwat: mendorong pada perbuatan zina.
Mengendalikan diri artinya melatih hati dan pikiran agar tidak dikuasai emosi negatif. Islam mendorong umatnya bersabar, qanaah (merasa cukup), dan pemaaf.
Ali bin Abi Thalib r.a. pernah dalam duel hampir membunuh musuhnya. Tiba-tiba musuh itu meludah ke wajahnya.
Ali pun menahan pedangnya. Beliau berkata, "Aku takut membunuhnya bukan lagi karena Allah, tapi karena marah pribadi." Inilah contoh pengendalian diri sejati.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 4 SD Semester 1
• Menahan amarah saat diejek.
• Tidak tamak dalam meminta uang saku.
• Tidak menyimpan dendam pada teman.
• Mengendalikan diri dari tontonan negatif.
Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 3 SD Semester 2
• Sabar: menahan emosi.
• Qanaah: merasa cukup.
• Pemaaf: melepaskan dendam.
• Religius: mengendalikan hawa nafsu karena Allah.
1. Nafsu harus dikendalikan agar tidak tercela.
2. Allah mencintai orang yang menahan amarah.
3. Rasulullah ﷺ menegaskan orang kuat adalah yang bisa menahan marah.
4. Siswa harus melatih kesabaran, qanaah, dan pemaaf.
Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 3 SD Semester 1
Dalam Islam, fikih adalah hasil ijtihad ulama untuk memahami syariat. Karena latar belakang, zaman, dan kondisi berbeda, muncullah perbedaan madzhab. Perbedaan ini harus disikapi dengan bijak, bukan dijadikan bahan perpecahan.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat an-Nahl/16:43, "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Perbedaan di antara umatku adalah rahmat." (HR. al-Baihaqi).
Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 1 SD Semester 2
Empat madzhab fikih besar:
1. Hanafi: rasional, berkembang di Irak.
2. Maliki: menekankan praktik masyarakat Madinah.
3. Syafii: menggabungkan hadis dan rasio, berkembang di Mesir dan Asia Tenggara.
4. Hanbali: ketat berpegang pada hadis.
Perbedaan ijtihad ini lahir dari kondisi sosial dan metodologi berbeda. Semua tetap berada dalam koridor syariat.
Baca juga: Rangkuman Materi PAI Kelas 1 SD Semester 1
Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal meski berbeda pendapat, saling menghormati. Imam Syafii berkata, "Pendapatku benar tapi bisa salah. Pendapat orang lain salah tapi bisa benar."
• Tidak merendahkan teman yang berbeda cara salat (qunut atau tidak).
• Menghargai praktik berbeda dalam ibadah selama ada dalilnya.
• Belajar memahami alasan perbedaan, bukan memperdebatkan.
Baca juga: Rangkuman PAI Kelas 2 SD Semester 2
• Toleransi: menghargai perbedaan.
• Ilmiah: mencari dalil dan penjelasan.
• Persatuan: tidak mudah terpecah karena masalah furu’.
• Empati: menghormati pilihan madzhab orang lain.
1. Perbedaan madzhab lahir dari ijtihad ulama.
2. Semua madzhab besar punya dasar kuat.
3. Perbedaan harus disikapi dengan toleransi.
4. Siswa harus menghargai perbedaan dalam fikih.
Baca juga: Rangkuman Pendidikan Agama Islam Kelas 2 SD Semester 1
Islam tersebar luas berkat perjuangan Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Mereka berjuang dengan pengorbanan jiwa, raga, dan harta. Semangat juang ini harus diteladani oleh generasi sekarang.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat as-Saff/61:4, "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang kokoh."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah generasiku (sahabatku), kemudian yang sesudahnya, kemudian yang sesudahnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Urutan Surat Juz 30 dalam Alquran, Dibaca saat Salat
Semangat juang Rasulullah ﷺ:
• Tabah berdakwah di Mekah meski ditentang.
• Hijrah ke Madinah sebagai strategi dakwah.
• Memimpin peperangan dengan sabar dan tegas.
Semangat sahabat:
• Abu Bakar r.a. mengorbankan hartanya untuk dakwah.
• Umar r.a. terkenal keberanian dan ketegasannya.
• Utsman r.a. dermawan, membiayai pasukan perang.
• Ali r.a. berani di medan perang.
baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal
Dalam Perang Badar, meski jumlah pasukan Islam sedikit, semangat juang mereka tinggi. Dengan izin Allah, mereka menang melawan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar.
• Semangat belajar meski menghadapi kesulitan.
• Rela berkorban waktu untuk kegiatan sosial.
• Tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
• Menjadi pemimpin yang berani dan adil.
Baca juga: 11 Surat dalam Juz 29 dari Al-Mulk sampai Al-Mursalat
• Semangat juang: pantang menyerah.
• Religius: berjuang karena Allah.
• Tanggung jawab: berkorban demi kebaikan bersama.
• Disiplin: teratur dalam amal.
1. Rasulullah ﷺ dan sahabat teladan semangat juang.
2. Allah mencintai orang yang berjuang di jalan-Nya.
3. Generasi muda harus meneladani semangat juang itu.
4. Siswa bisa mencontoh dengan belajar sungguh-sungguh dan berkorban untuk kebaikan.
Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan
Islam tidak hanya mendorong ibadah ritual, tetapi juga pengembangan ilmu pengetahuan dan seni. Ilmu menjadi sarana memahami ciptaan Allah, sedangkan seni menjadi media mengekspresikan keindahan dan syukur. Selama keduanya diarahkan pada kebaikan dan tidak bertentangan dengan syariat, maka keduanya bernilai ibadah.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-Mujadilah/58:11, "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan." (HR. Muslim).
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
• Ilmu pengetahuan: alat untuk memahami hukum alam, teknologi, kedokteran, ekonomi, dsb.
• Seni: ekspresi keindahan yang tetap berada dalam koridor syariah, misalnya seni kaligrafi, arsitektur masjid, nasyid, dan sastra.
Dalam sejarah, umat Islam menghasilkan peradaban maju: Ibnu Sina di kedokteran, Al-Khawarizmi di matematika, dan arsitektur masjid megah seperti Masjid Cordoba dan Taj Mahal.
Di Andalusia, umat Islam membangun perpustakaan besar dengan ratusan ribu buku, sementara di Eropa saat itu perpustakaan masih langka. Seni dan ilmu berkembang pesat hingga dunia mengakuinya.
• Rajin belajar sains dan teknologi.
• Menghargai seni kaligrafi dan musik Islami.
• Berkreasi dengan karya seni yang bermanfaat.
• Menggunakan teknologi untuk kebaikan, bukan maksiat.
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti
• Kreatif: menghasilkan karya.
• Religius: ilmu dan seni diarahkan untuk Allah.
• Disiplin: tekun belajar.
• Integritas: tidak menyalahgunakan ilmu.
1. Islam mendorong pengembangan ilmu dan seni.
2. Allah meninggikan orang berilmu.
3. Seni dalam Islam harus membawa kebaikan.
4. Siswa harus mengembangkan ilmu dan seni untuk maslahat.
Baca juga: Tulisan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dalam Arab dan Latin yang Benar
Manusia adalah khalifah di bumi. Tugasnya menjaga kelestarian alam, bukan merusaknya. Islam mengajarkan keseimbangan dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat al-A'raf/7:56, "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa menanam pohon lalu dimakan oleh manusia, hewan, atau burung, maka itu menjadi sedekah baginya." (HR. Ahmad).
Manusia sering lupa bahwa alam adalah amanah. Eksploitasi berlebihan menyebabkan bencana: banjir, longsor, polusi, dan perubahan iklim. Islam menekankan:
• Hemat air dan energi.
• Menjaga kebersihan lingkungan.
• Menanam pohon.
• Mengurangi kerusakan alam.
Baca juga: Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun dalam Bahasa Arab yang Benar
Di Madinah, Rasulullah ﷺ membuat aturan: tidak boleh menebang pohon di sekitar kota tanpa izin. Ini adalah bentuk konservasi lingkungan pertama dalam sejarah Islam.
• Tidak membuang sampah sembarangan.
• Mengurangi plastik sekali pakai.
• Mengikuti kegiatan menanam pohon.
• Menghemat listrik dan air di rumah.
Baca juga: Insya Allah atau Insha Allah, Masya Allah atau Masha Allah
• Peduli lingkungan: menjaga kebersihan.
• Religius: sadar bahwa alam ciptaan Allah.
• Tanggung jawab: melestarikan bumi.
• Disiplin: tidak merusak fasilitas sekolah.
1. Manusia khalifah bumi.
2. Allah melarang merusak bumi.
3. Rasulullah ﷺ teladan menjaga lingkungan.
4. Siswa harus hemat energi, menanam pohon, dan peduli lingkungan.
Islam adalah agama rahmatan lil 'alamin. Penyebaran Islam harus dilakukan dengan damai, penuh toleransi, bukan dengan kekerasan.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat an-Nahl/16:125, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya kelembutan tidak ada pada sesuatu melainkan menghiasinya, dan tidak dicabut dari sesuatu melainkan merusaknya." (HR. Muslim).
Metode dakwah damai:
• Hikmah: bijaksana.
• Mauizhah hasanah: nasihat yang baik.
• Mujadalah bil-lati hiya ahsan: dialog dengan cara terbaik.
Sejarah Islam di Nusantara menunjukkan dakwah damai: Wali Songo berdakwah dengan seni, budaya, dan perdagangan.
Sunan Kalijaga menggunakan wayang untuk mengenalkan nilai Islam. Dakwah beliau diterima luas tanpa konflik.
• Mengajak teman salat dengan cara lembut.
• Berdakwah melalui karya seni atau tulisan.
• Tidak memaksa teman yang berbeda agama.
• Menjadi teladan akhlak mulia di sekolah.
• Toleransi: menghargai perbedaan.
• Komunikatif: berdialog baik.
• Religius: berdakwah karena Allah.
• Empati: penuh kelembutan.
1. Islam agama damai dan toleran.
2. Allah memerintahkan dakwah dengan hikmah.
3. Rasulullah ﷺ lembut dalam berdakwah.
4. Siswa harus menyebarkan Islam dengan damai, bukan memaksa.
Islam di Indonesia berkembang pesat berkat peran para ulama dan tokoh Islam Nusantara. Mereka berdakwah dengan bijak, memadukan ajaran Islam dengan budaya lokal.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Fussilat/41:33, "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal saleh, dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.'"
Tokoh-tokoh Islam Nusantara:
• Wali Songo: menyebarkan Islam di Jawa dengan seni dan budaya.
• Syekh Yusuf al-Makassari: ulama besar dari Sulawesi, berjuang melawan penjajah.
• Syekh Abdurrauf as-Singkili: ulama Aceh, menulis kitab fikih penting.
• KH Hasyim Asy’ari & KH Ahmad Dahlan: tokoh pembaru pendidikan Islam modern.
Semua tokoh ini berperan penting dalam menjadikan Islam di Indonesia berkembang damai.
KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah, menekankan pentingnya pendidikan modern. KH Hasyim Asy'ari mendirikan Nahdlatul Ulama, menekankan tradisi Islam yang toleran.
• Meneladani semangat belajar para tokoh.
• Aktif dalam kegiatan dakwah sekolah.
• Menghargai budaya lokal sambil tetap Islami.
• Semangat berorganisasi untuk kebaikan.
• Religius: mengikuti jejak ulama.
• Nasionalis: menjaga persatuan bangsa.
• Gotong royong: membangun masyarakat.
• Kreatif: berdakwah dengan cara sesuai zaman.
1. Islam di Nusantara berkembang lewat dakwah damai tokoh-tokoh besar.
2. Wali Songo, Syekh Yusuf, Syekh Abdurrauf, KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy’ari teladan dakwah.
3. Siswa harus meneladani semangat mereka dalam belajar, berdakwah, dan berorganisasi. (I-2)
Dalam dunia bisnis dan investasi, terlalu banyak pilihan justru menciptakan distraksi dan kelelahan mental. Bagi Timothy Ronald, menyederhanakan hidup adalah kunci utama pertumbuhan.
Ingin tahu ringkasan IPA kelas 9? Berikut rangkumannya.
Apa saja garis besar pelajaran IPA kelas 8? Berikut rangkumannya.
Nah, apa saja rangkuman pelajaran IPA kelas 7 SMP? Berikut uraiannya.
MATERI Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti Kelas XI sekolah menengah atas (SMA) terdiri dari 10 bab. Pelajaran PAI kelas 10 mulai dari berpikir kritis sampai Ulul Azmi.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengungkap hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2025 yang menunjukkan tantangan serius pada kompetensi literasi Al-Qur’an guru PAI SD.
DIREKTUR Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Amin Suyitno menyampaikan bahwa literasi Al-Qur’an akan menjadi syarat rekrutmen guru PAI.
DIREKTORAT Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI mengukuhkan posisi pendidikan agama sebagai pilar strategis dalam pembangunan karakter nasional sepanjang tahun 2025.
MATERI Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti Kelas XI sekolah menengah atas (SMA) terdiri dari 10 bab. Pelajaran PAI kelas 10 mulai dari berpikir kritis sampai Ulul Azmi.
MATERI Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti diajarkan kepada para siswa kelas X sekolah menengah atas (SMA)/MA. Ada 10 bab yang akan dipelajari siswa kelas 10.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved