Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK siswa menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit karena penuh dengan hafalan unsur. Namun, saat memasuki bab Stoikiometri, kimia berubah menjadi matematika dalam tabung reaksi. Stoikiometri adalah fondasi utama dalam kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia.
Tanpa menguasai bab ini, siswa akan kesulitan memahami materi kimia tingkat lanjut seperti termokimia, laju reaksi, hingga kesetimbangan kimia. Artikel ini akan memandu Anda memahami stoikiometri dari dasar hingga contoh soal yang sering muncul di ujian.
Secara etimologi, stoikiometri berasal dari bahasa Yunani stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Dalam kurikulum SMA, stoikiometri didefinisikan sebagai aspek kimia yang menyangkut hubungan massa antarunsur dalam senyawa serta hubungan kuantitatif zat-zat dalam reaksi kimia.
Sebelum masuk ke perhitungan, Anda harus memahami hukum-hukum yang menjadi aturan main dalam kimia:
1. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier): Massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
2. Hukum Perbandingan Tetap (Proust): Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.
3. Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac): Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas sesuai dengan koefisien reaksinya.
Inti dari stoikiometri adalah Mol. Bayangkan Mol sebagai satuan lusin dalam kimia.
Jika satu lusin berisi 12 buah, satu mol berisi 6,022 x 10²³ partikel (Bilangan Avogadro). Mol berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai satuan berikut:
| Hubungan | Rumus Utama |
|---|---|
| Mol ke Massa | Massa = Mol × Ar/Mr |
| Mol ke Volume (STP) | Volume = Mol × 22,4 L |
| Mol ke Partikel | Jumlah Partikel = Mol × 6,022 x 10²³ |
Massa suatu zat (gram) dapat dicari dengan mengalikan jumlah mol dengan Massa Molar (Ar atau Mr). Sebaliknya, mol didapat dari massa dibagi Ar/Mr.
Baca juga: Memahami 12 Prinsip Kimia Hijau untuk Mewujudkan SDGs 2030
Pada kondisi standar (STP: 0°C, 1 atm), satu mol gas apa pun memiliki volume 22,4 Liter. Ini angka kunci yang sering muncul dalam soal ujian nasional maupun seleksi masuk perguruan tinggi.
Menggunakan ketetapan Avogadro untuk menghitung jumlah atom atau molekul dalam sekian mol zat.
Baca juga:Panduan Dasar Kimia SMA Klasifikasi Materi dan Manfaat Produk Kimia
Perhitungan stoikiometri tidak muncul begitu saja, melainkan didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia:
Dalam reaksi kimia, sering kali jumlah zat yang direaksikan tidak sesuai dengan perbandingan koefisiennya. Zat yang habis lebih dulu disebut Pereaksi Pembatas. Zat inilah yang membatasi jumlah produk yang dapat terbentuk.
Soal: Sebanyak 5,4 gram logam Aluminium (Ar Al = 27) direaksikan dengan HCl berlebih. Berapakah volume gas H2 yang dihasilkan pada STP? (Persamaan: 2Al + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2)
Pembahasan:
Massa molar adalah massa satu mol zat yang dinyatakan dalam gram, yang nilainya sama dengan Ar atau Mr zat tersebut.
Caranya adalah dengan membagi jumlah mol setiap pereaksi dengan koefisiennya masing-masing. Hasil bagi yang paling kecil adalah pereaksi pembatasnya.
STP (Standard Temperature and Pressure) adalah kondisi pada 0°C dan 1 atm (22,4 L/mol), sedangkan RTP (Room Temperature and Pressure) adalah kondisi pada 25°C dan 1 atm (24 L/mol).
Ar adalah massa atom relatif untuk satu unsur, sedangkan Mr adalah massa molekul relatif untuk gabungan unsur (senyawa).
Agar memenuhi Hukum Lavoisier bahwa jumlah atom di kiri harus sama dengan di kanan.
Hanya saat kondisi gas berada pada STP (0 derajat Celcius, 1 atm).
Satuan konsentrasi yang menunjukkan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.
Bagi mol masing-masing zat dengan koefisiennya. Hasil bagi yang terkecil adalah pereaksi pembatasnya.
Ya, untuk menghitung efisiensi produksi obat, pupuk, hingga bahan bakar.
Perbandingan antara hasil nyata di laboratorium dengan hasil teoretis hasil perhitungan.
6,022 x 10²³.
Gunakan rumus gas ideal PV = nRT.
Stoikiometri adalah kunci untuk memahami reaksi kimia secara kuantitatif. Dengan menguasai konsep mol dan hubungan antar koefisien reaksi, Anda dapat memprediksi jumlah hasil reaksi secara akurat. Teruslah berlatih dengan berbagai variasi soal untuk memperkuat pemahaman logika kimia Anda. (I-2)
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved