Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Panduan Lengkap Stoikiometri SMA: Memahami Konsep Mol dan Perhitungan Kimia

Media Indonesia
27/2/2026 21:00
Panduan Lengkap Stoikiometri SMA: Memahami Konsep Mol dan Perhitungan Kimia
Ilustrasi.(Freepik)

BANYAK siswa menganggap kimia adalah pelajaran yang sulit karena penuh dengan hafalan unsur. Namun, saat memasuki bab Stoikiometri, kimia berubah menjadi matematika dalam tabung reaksi. Stoikiometri adalah fondasi utama dalam kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif antara zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia.

Tanpa menguasai bab ini, siswa akan kesulitan memahami materi kimia tingkat lanjut seperti termokimia, laju reaksi, hingga kesetimbangan kimia. Artikel ini akan memandu Anda memahami stoikiometri dari dasar hingga contoh soal yang sering muncul di ujian.

Apa Itu Stoikiometri?

Secara etimologi, stoikiometri berasal dari bahasa Yunani stoicheion yang berarti unsur dan metron yang berarti mengukur. Dalam kurikulum SMA, stoikiometri didefinisikan sebagai aspek kimia yang menyangkut hubungan massa antarunsur dalam senyawa serta hubungan kuantitatif zat-zat dalam reaksi kimia.

Hukum Dasar Kimia yang Melandasi Stoikiometri

Sebelum masuk ke perhitungan, Anda harus memahami hukum-hukum yang menjadi aturan main dalam kimia:

1. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier): Massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.

2. Hukum Perbandingan Tetap (Proust): Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.

3. Hukum Perbandingan Volume (Gay-Lussac): Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volume gas sesuai dengan koefisien reaksinya.

Konsep Mol: Jembatan Perhitungan Kimia

Inti dari stoikiometri adalah Mol. Bayangkan Mol sebagai satuan lusin dalam kimia.

Jika satu lusin berisi 12 buah, satu mol berisi 6,022 x 10²³ partikel (Bilangan Avogadro). Mol berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai satuan berikut:

Hubungan Rumus Utama
Mol ke Massa Massa = Mol × Ar/Mr
Mol ke Volume (STP) Volume = Mol × 22,4 L
Mol ke Partikel Jumlah Partikel = Mol × 6,022 x 10²³

1. Hubungan Mol dengan Massa

Massa suatu zat (gram) dapat dicari dengan mengalikan jumlah mol dengan Massa Molar (Ar atau Mr). Sebaliknya, mol didapat dari massa dibagi Ar/Mr.

Baca juga: Memahami 12 Prinsip Kimia Hijau untuk Mewujudkan SDGs 2030

2. Hubungan Mol dengan Volume Gas

Pada kondisi standar (STP: 0°C, 1 atm), satu mol gas apa pun memiliki volume 22,4 Liter. Ini angka kunci yang sering muncul dalam soal ujian nasional maupun seleksi masuk perguruan tinggi.

3. Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel

Menggunakan ketetapan Avogadro untuk menghitung jumlah atom atau molekul dalam sekian mol zat.

Baca juga:Panduan Dasar Kimia SMA Klasifikasi Materi dan Manfaat Produk Kimia

Hukum Dasar Kimia yang Melandasi Stoikiometri

Perhitungan stoikiometri tidak muncul begitu saja, melainkan didasarkan pada hukum-hukum dasar kimia:

  • Hukum Lavoisier (Kekekalan Massa): Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
  • Hukum Proust (Perbandingan Tetap): Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap dan tertentu.
  • Hukum Dalton (Kelipatan Perbandingan): Jika dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, maka perbandingan massa unsur yang satu dengan massa tetap unsur lainnya merupakan bilangan bulat sederhana.
  • Hukum Gay-Lussac: Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat sederhana.

Memahami Pereaksi Pembatas

Dalam reaksi kimia, sering kali jumlah zat yang direaksikan tidak sesuai dengan perbandingan koefisiennya. Zat yang habis lebih dulu disebut Pereaksi Pembatas. Zat inilah yang membatasi jumlah produk yang dapat terbentuk.

Analogi: Jika Anda memiliki 10 lembar roti dan 2 lembar keju untuk membuat sandwich (butuh 2 roti + 1 keju), keju akan habis lebih dulu. Keju adalah pereaksi pembatasnya, meski jumlah rotinya banyak.

Contoh Soal Stoikiometri

Soal: Sebanyak 5,4 gram logam Aluminium (Ar Al = 27) direaksikan dengan HCl berlebih. Berapakah volume gas H2 yang dihasilkan pada STP? (Persamaan: 2Al + 6HCl → 2AlCl3 + 3H2)

Pembahasan:

  1. Hitung mol Al: 5,4 gram / 27 = 0,2 mol.
  2. Lihat perbandingan koefisien: Al (2) dan H2 (3).
  3. Mol H2 = (3/2) × 0,2 mol = 0,3 mol.
  4. Volume H2 (STP) = 0,3 mol × 22,4 L/mol = 6,72 Liter.

FAQ Stoikiometri

1. Apa itu Massa Molar?

Massa molar adalah massa satu mol zat yang dinyatakan dalam gram, yang nilainya sama dengan Ar atau Mr zat tersebut.

2. Bagaimana cara menentukan pereaksi pembatas?

Caranya adalah dengan membagi jumlah mol setiap pereaksi dengan koefisiennya masing-masing. Hasil bagi yang paling kecil adalah pereaksi pembatasnya.

3. Apa perbedaan STP dan RTP?

STP (Standard Temperature and Pressure) adalah kondisi pada 0°C dan 1 atm (22,4 L/mol), sedangkan RTP (Room Temperature and Pressure) adalah kondisi pada 25°C dan 1 atm (24 L/mol).

4. Apa perbedaan Ar dan Mr?

Ar adalah massa atom relatif untuk satu unsur, sedangkan Mr adalah massa molekul relatif untuk gabungan unsur (senyawa).

5. Mengapa persamaan reaksi harus disetarakan?

Agar memenuhi Hukum Lavoisier bahwa jumlah atom di kiri harus sama dengan di kanan.

6. Kapan menggunakan angka 22,4?

Hanya saat kondisi gas berada pada STP (0 derajat Celcius, 1 atm).

7. Apa itu molaritas?

Satuan konsentrasi yang menunjukkan jumlah mol zat terlarut dalam satu liter larutan.

8. Bagaimana cara menentukan pereaksi pembatas?

Bagi mol masing-masing zat dengan koefisiennya. Hasil bagi yang terkecil adalah pereaksi pembatasnya.

9. Apakah stoikiometri digunakan di industri?

Ya, untuk menghitung efisiensi produksi obat, pupuk, hingga bahan bakar.

10. Apa itu rendemen hasil?

Perbandingan antara hasil nyata di laboratorium dengan hasil teoretis hasil perhitungan.

11. Berapa nilai bilangan Avogadro?

6,022 x 10²³.

12. Bagaimana jika suhu dan tekanan tidak standar?

Gunakan rumus gas ideal PV = nRT.

Checklist Penguasaan Stoikiometri

  • Hafal cara menghitung Mr dari data Ar.
  • Mampu menyetarakan persamaan reaksi kimia sederhana.
  • Paham konversi gram ke mol dan sebaliknya.
  • Bisa menentukan pereaksi pembatas dalam soal campuran.

Kesimpulan

Stoikiometri adalah kunci untuk memahami reaksi kimia secara kuantitatif. Dengan menguasai konsep mol dan hubungan antar koefisien reaksi, Anda dapat memprediksi jumlah hasil reaksi secara akurat. Teruslah berlatih dengan berbagai variasi soal untuk memperkuat pemahaman logika kimia Anda. (I-2)

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya