Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBACA doa qunut saat menjadi imam salat subuh atau witir pertengahan akhir Ramadan dengan berjemaah dan salat sendirian atau munfarid memiliki perbedaan. Ini karena saat menjadi imam, bacaan doa qunut subuh harus memakai bentuk jamak karena mencakup jemaah salat. Sedangkan bacaan doa qunut saat salat sendirian membaca doa untuk diri sendiri.
Hal itu diterangkan secara umum dalam hadis riwayat Abu Daud dan al-Tirmidzi dari Tsauban ra.
لا يؤم عبد قوما فيخص نفسه بدعوة دونهم، فإن فعل فقد خانهم
Janganlah seorang hamba menjadi imam suatu kaum yang mengkhususkan dirinya di dalam doanya tanpa menyebutkan mereka. Jika ia melakukannya, sungguh ia telah mengkhianati mereka.
Baca juga: Qunut saat Salat Witir sejak Pertengahan Ramadan, Dalil dan Caranya
Bagaimana doa qunut saat menjadi imam salat subuh berjemaah atau witir berjemaah di pertengahan akhir Ramadan dan sendiri? Berikut penjelasannya.
Berikut bacaan doa qunut yang dibaca imam saat salat subuh atau salat witir mulai pertengahan Ramadan.
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ. وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ. وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ. وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ. إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ. وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ. وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Agar lebih mudah dipahami dan dihafalkan, kami rincikan doa qunut imam dalam bahasa Arab, Latin, dan artinya pada setiap kalimat.
اَللّهُمَّ اهْدِ نَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ
Allahummahdinaa fiiman hadait.
Ya Allah berilah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah engkau beri petunjuk.
وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ
Wa 'aafinaa fiiman 'aafait.
Dan berilah keselamatan kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah engkau beri keselamatan.
وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ
Wa tawallanaa fiiman tawallait.
Dan jagalah kami sebagaimana orang-orang yang telah engkau jaga.
وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ
Wa baariklanaa fiimaa a'thait.
Dan berkahilah bagi kami terhadap yang telah engkau berikan.
وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ
Waqinaa syarra maa qadhait.
Dan peliharalah kami dari kejelekan yang telah engkau tetapkan.
إِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
Innaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik.
Sungguh engkaulah yang menetapkan dan tidak ada sesuatu yang ditetapkan bagimu.
وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
Wa innahu laa yadzillu man walait.
Tidak ada orang yang dapat merendahkan orang yang telah engkau beri kuasa.
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
Walaa ya'izzu man 'aadait.
Dan tidak ada yang memuliakan orang yang telah engkau hinakan.
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.
Maha suci engkau Tuhan kami dan Engkau Maha Agung.
Perhatikan perbedaan doa qunut yang dibaca imam salat dengan yang dibaca orang ketika salat sendiri.
Berikut doa qunut saat salat subuh dan salat witir mulai pertengahan Ramadan yang dilakukan sendiri atau munfarid. Doa qunut ini diriwayatkan Imam Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad bin Hanbal dari Hasan bin Ali.
Baca juga: Beda Pendapat Empat Imam Mazhab dalam Qunut
علمني رسول الله صلى الله عليه وسلم كلمات أقولهن في الوتر: اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Kami rincikan doa qunut saat salat sendiri dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan dalam setiap kalimat. Ini penting untuk mempermudah dalam memahami bahasa Arab dan menghafalkannya.
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
Allahummahdinii fiiman hadait.
Ya Allah berilah petunjuk kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah engkau beri petunjuk.
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
Wa 'aafinii fiiman 'aafait.
Dan berilah keselamatan kepadaku sebagaimana orang-orang yang engkau beri keselamatan.
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
Wa tawallanii fiiman tawallait.
Dan jagalah aku sebagaimana orang-orang yang telah engkau jaga.
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
Wa baariklii fiimaa a'thait.
Dan berkahilah bagiku terhadap yang telah engkau berikan.
وَقِنِيْ شَرَّ مَاقَضَيْتَ
Waqinii syarra maa qadhait.
Dan peliharalah aku dari kejelekan yang telah engkau tetapkan.
فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
Fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alaik.
Sungguh engkaulah yang menetapkan dan tidak ada sesuatu yang ditetapkan bagimu.
وَاِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
Wa innahu la yadzillu man walait.
Tidak ada orang yang dapat merendahkan orang yang telah engkau beri kuasa.
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
Walaa ya'izzuman 'aadait.
Dan tidak ada yang memuliakan orang yang telah engkau hinakan.
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.
Maha suci engkau Tuhan kami dan Engkau Maha Agung.
Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Terjemahan
Kesimpulan, tampak perbedaan doa qunut yang dibaca imam dengan orang salat sendiri terdapat di lima kata. Kata tersebut ialah allaahummahdinaa dan allaahummahdinii, wa 'aafinaa dan wa 'aafinii, wa tawallanaa dan wa tawallanii, wa baariklanaa dan wa baariklii, serta waqinaa dan waqinii. Jadi jangan sampai tertukar dan salah ya.
Selain bacaan doa qunut, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang qunut. Perhatikan ya.
1. Dalam mazhab Syafii, hukum membaca doa qunut merupakan sunah ab'adh. Artinya, jika lupa atau sengaja ditinggalkan, salatnya tetap sah tetapi ia disunahkan menggantinya dengan melakukan sujud sahwi setelah tasyahud akhir dan sebelum salam.
Baca juga: Hukum Memasukkan Air ke Hidung atau Istinsyaq dalam Wudu
2. Membaca doa qunut dalam mazhab Syafii dilakukan setelah rukuk pada rakaat kedua salat subuh atau rakaat terakhir salat witir. Dalam mazhab Maliki, doa qunut disunahkan pada rakaat kedua sebelum rukuk setelah membaca surat.
3. Jika salat sendirian, doa qunut dibaca dengan pelan dan menggunakan dhamir mutakallim (untuk diri sendiri). Adapun jika berjemaah dalam salat subuh atau witir di pertengahan akhir Ramadan, imam membaca doa dengan suara keras, sementara makmum hanya mengamini saja. Namun jika imamnya tidak membaca doa qunut dengan keras, makmum membacanya dengan pelan sendiri.
Baca juga: Doa Minta Rezeki Nabi Musa, Nabi Sulaiman, dan Nabi Isa
4. Menurut mazhab Syafii sebagaimana yang telah diterangkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar bahwa tidak ada ketentuan doa tertentu saat qunut. Ini berarti doa apapun boleh dipanjatkan ketika qunut. Boleh membaca doa dari satu ayat Al-Qur'an atau ayat-ayat Al-Qur'an. Namun doa qunut yang paling afdhal yaitu yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW dalam hadis tersebut di atas.
5. Disunahkan setelah memanjatkan doa qunut membaca selawat, "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'alaa aali Muhammad wa sallim." Dalam riwayat An-Nasa'i disebutkan, "Washallallahu 'alan Nabiyyil ummiyi wa 'alaa aalihi washahbihi wasallam."
Baca juga: Doa Zikir setelah Salat Fardu Lima Waktu Arab, Latin, Terjemah
6. Pendapat yang kuat di kalangan mazhab Syafii menyebutkan bahwa di dalam qunut disunahkan mengangkat kedua tangan dan tidak perlu mengusap wajah setelah qunut. Lebih utama lagi, pada saat doa yang mengandung harapan dan permintaan, telapak tangan menghadap ke atas. Saat doa yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi, punggung telapak tangan menghadap ke atas. Hal terakhir biasanya dilakukan saat membaca qunut nazilah.
Qunut nazilah diamalkan ketika umat Islam menghadapi persoalan keamanan, pertanian, bencana alam, bencana kemanusiaan, dan lain sebagainya. Setelah doa qunut yang biasa dibaca dilanjutkan dengan bacaan doa ini.
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ
Allaahumma innaa nasta'iinuka wa nastaghfiruk, wa nastahdiika wa nu'minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnii alaikal khaira kullahu nasykuruka wa laa nakfuruk, wa nakhla'u wa natruku man yafjuruk. Allaahumma iyyaaka na'budu, wa laka nushallii wa nasjud, wa ilaika nas'aa wa nahfid, narjuu rahmataka wa nakhsyaa adzaabak, inna adzaabakal jidda bil kuffaari mulhaq.
Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.
اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allaahumma adzzibil kafarata wal musyrikiin, a'daa addiinilladziina yashudduuna 'an sabiilik, wa yukadzzibuuna rusulaka wa yuqaatiluuna auliyaa ak. Allâhummaghfirlil mu'miniina wal mu'minaat, wal muslimiina wal muslimaat, al ahyaa i minhum wal amwaat, innaka qariibun mujiibud da 'awaat. Allaahumma ashlih dzaata bainihim, wa allif baina quluubihim, waj'al fî quluubihimul iimaana wal hikmah, wa tsabbithum alaa diinika wa rasuulik, wa auzi'hum an yuufuu bi 'ahdikalladzii 'aahadtahum 'alaih, wanshurhum 'ala 'aduwwihim wa 'aduwwika ilaahal haq, waj'alnaa minhum, wa shallallaahu alaa sayyidinaa muhammadin wa alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat. Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga selawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.
Demikian bacaan doa qunut imam saat salat subuh dan salat witir mulai pertengahan Ramadan dengan salat tersebut sendirian serta tambahan doa untuk qunut nazilah ketika ada musibah bagi umat atau bangsa. Semoga bermanfaat. (Z-2)
Allahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a‘thait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa
Allāhummah-dinī fīman hadait, wa ‘āfinī fīman ‘āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a‘thait, wa qinī syarra mā qadhait, fa innaka taqdhī wa lā yuqdhā ‘alaik
Pelajari niat sholat Subuh (Arab, latin, arti), tata cara 2 rakaat sholat Subuh, doa qunut, waktu terbaik, serta keutamaan luar biasa Subuh. Disertai tips khusyuk saat sholat.
Allahumma-hdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a’tait, wa qinii syarra maa qadhait, fa innaka taqdhi wa laa yuqdha ‘alaik
Doa qunut subuh dibaca dalam posisi berdiri i’tidal pada rakaat kedua, setelah mengucapkan “Sami’allaahu liman hamidah, rabbanaa lakal hamdu”.
Dalam mazhab Syafi’i, doa Qunut Subuh dibaca setiap shalat Subuh, sedangkan dalam mazhab lain biasanya hanya dibaca pada shalat witir atau saat terjadi musibah besar.
Apakah boleh Puasa Daud di hari Jumat? Simak penjelasan hukum fikih, hadis larangan puasa Jumat, dan pengecualian bagi pengamal Puasa Daud di sini.
Simak tinjauan medis manfaat Puasa Daud bagi metabolisme. Dari proses autofagi hingga sensitivitas insulin, temukan alasan mengapa pola ini sangat sehat.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Panduan lengkap cara mencuci pakaian najis, mulai dari najis ringan, sedang, hingga berat agar sah untuk ibadah. Simak langkah-langkahnya di sini.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Baznas bersama Shafiec Research Center Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga dan Pascasarjana UIN Jakarta berkolaborasi dalam penelitian dan tahqiq.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved