Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP mau niat puasa Ramadan suka kepikiran enggak sih tentang cara bacanya yang berbeda dalam pengucapan ramadhana di satu tempat dan ramadhani di tempat lain. Ternyata, perbedaan ini sudah dibahas para ulama sejak dulu.
Hal itu bukan soal salah atau benar, tetapi soal kaidah bahasa Arabnya. Nah, kalau kamu sendiri tim mana nih? Tim Ramadhana atau Tim Ramadhani?
Dalam pelafalan lafaz رَمَضَان (ramadhan) sering kali terjadi dilema. Ini karena sebagian membacanya ramadhana dengan fathah di huruf nun.
Sedangkan sebagian yang lain memilih membacanya dengan ramadhani) dengan kasrah nun. Lantas, manakah yang benar? Apakah memengaruhi keabsahan puasa kita? Berikut penjelasannya sebagaimana dilansir Pondok Lirboyo di Instagram.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ/رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَّةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an adaa i fardhi syahri ramadhaana/ramadhaani hadzihiz sanati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Kelompok yang membaca Ramadhana merujuk pada status kata Ramadhan sebagai Isim Ghairu Munsharif. Dalam kaidah bahasa Arab, Isim Ghairu Munsharif adalah kata benda yang tidak boleh menerima tanwin.
Secara gramatika, kata Ramadhan dalam niat tersebut berkedudukan sebagai mudhaf ilaih (kata yang disandarkan). Normalnya, mudhaf ilaih dibaca kasrah (jar). Namun, karena statusnya sebagai Isim Ghairu Munsharif, maka tanda jar-nya digantikan dengan fathah.
Alasan lainnya adalah sebagian ulama berpendapat bahwa kata Ramadhan adalah nama (isim 'alam) yang secara aturan tidak boleh disambung (idhafah) dengan lafaz setelahnya (hadzihis sanati). Keterangan ini lazim ditemukan dalam kitab Hasyiyah al-Jamal.
Baca juga: Tarawih 20 Rakaat Vs 8 Rakaat antara Umar bin Khattab dan Al-Bani
Di sisi lain, banyak pula yang memilih membaca Ramadhani. Pendapat ini didukung oleh ulama seperti Syaikh al-Barmawi dan Syekh Sulaiman al-Jamal. Dasar argumennya adalah kata Ramadhan di situ sedang disambung (di-idhafah-kan) kepada lafaz setelahnya, yaitu hadzihis sanati (tahun ini).
Dalam kaidah Nahwu, jika satu Isim Ghairu Munsharif disambungkan (idhafah) dengan kata lain, tanda jar-nya kembali menjadi kasrah. Selain itu, membaca kasrah dianggap lebih aman untuk menghindari kerancuan makna, agar kata penunjuk hadzihis sanati benar-benar merujuk pada bulan Ramadan tahun ini, bukan pada aktivitas niatnya.
Baca juga: Kenali Keajaiban Al-Muqaddim, Asmaul Husna yang Jarang Diketahui
Pertanyaan besarnya yaitu apakah perbedaan bacaan ini bisa membatalkan puasa? Jawabannya, tentu saja tidak.
Perbedaan pendapat ini murni berada dalam ranah gramatika bahasa Arab antara madzhab Basrah dan Kufah. Perbedaan tersebut hanya berimbas pada kefasihan penuturan (fashahah) dan nilai estetika bahasa, tetapi tidak sampai menimbulkan konsekuensi batalnya puasa.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Perlu diingat bahwa tempat niat yang utama adalah di dalam hati. Melafalkan niat secara lisan hukumnya ialah sunah untuk membantu memantapkan hati. Jadi, baik Anda menggunakan akhiran 'a' maupun 'i' pada kata ramadhan, puasa Anda tetap sah selama syarat dan rukun lain terpenuhi. (I-2)
Baca juga: Hanya 7 Menit per Salat Taktik Khatam Al-Quran 30 Juz tanpa Ganggu Jadwal Kerja
| Pertanyaan | Jawaban |
|---|---|
| Mana yang lebih utama? | Keduanya benar secara kaidah bahasa Arab. Pilih yang paling mantap di hati. |
| Kapan batas waktu niat? | Niat dilakukan pada malam hari hingga sebelum fajar shadiq (Subuh). |
| Bolehkah niat dalam bahasa Indonesia? | Sangat boleh, karena intinya adalah kesengajaan di dalam hati. |
Jangan tertukar! Simak panduan lengkap perbedaan mani, madzi, dan wadi menurut fiqih empat mazhab, ciri-ciri fisik, serta tata cara menyucikannya secara sah.
Hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadan membatalkan puasa dan dikenai kifarat berat. Simak urutan hukuman dan ketentuannya menurut syariat.
Bingung pilih zakat fitrah pakai beras atau uang? Pelajari perbandingan hukum menurut Mazhab Syafii, Hanafi, Maliki, dan Hanbali beserta panduan praktisnya.
Banyak yang salah kaprah! Simak tata cara memakai mukena yang benar agar salat tetap sah. Pelajari titik rawan aurat yang sering terbuka saat sujud.
Panduan lengkap amalan malam pertama Ramadhan sesuai ijazah ulama. Tata cara shalat sunnah mutlak dan keutamaan membaca Surah Al-Fath agar berkah setahun.
Hubungan suami istri di siang hari bulan Ramadan membatalkan puasa dan dikenai kifarat berat. Simak urutan hukuman dan ketentuannya menurut syariat.
Pahami perbedaan mendalam makna Ramadan, shiyam, shaum, dan puasa untuk meningkatkan kualitas ibadah Anda secara spiritual dan fisik di tahun 2026.
Daftar lengkap ayat Al-Quran dan hadis sahih tentang kewajiban serta keutamaan puasa Ramadan sebagai panduan ibadah tahun 2026.
Apakah boleh Puasa Daud di hari Jumat? Simak penjelasan hukum fikih, hadis larangan puasa Jumat, dan pengecualian bagi pengamal Puasa Daud di sini.
Simak tinjauan medis manfaat Puasa Daud bagi metabolisme. Dari proses autofagi hingga sensitivitas insulin, temukan alasan mengapa pola ini sangat sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved