Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Makna Ramadan, Shiyam, Shaum, Puasa: Panduan Lengkap Filosofi Ibadah

Media Indonesia
16/2/2026 20:26
Makna Ramadan, Shiyam, Shaum, Puasa: Panduan Lengkap Filosofi Ibadah
Ilustrasi.(Freepik)

SETIAP kali memasuki bulan suci, umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sering menggunakan istilah Ramadan, puasa, shiyam, dan shaum secara bergantian. Namun, tahukah Anda bahwa secara etimologi dan filosofi, keempat istilah ini memiliki kedalaman makna yang berbeda?

Memasuki Ramadan 1447 Hijriah pada 2026, memahami esensi dari setiap istilah tersebut menjadi sangat krusial. Bukan sekadar urusan semantik, pemahaman ini akan membantu kita mentransformasi ibadah dari sekadar rutinitas fisik menjadi perjalanan spiritual yang utuh.

Information Gain: Perbedaan antara Shiyam dan Shaum sering kali luput dari pembahasan umum. Shiyam adalah kewajiban syariat, sementara Shaum adalah pencapaian hakikat.

Ramadan: Bulan yang Membakar dan Menyucikan

Secara bahasa, kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ar-ramad atau ramadha yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan. Mengapa bulan ibadah ini dinamakan dengan istilah yang identik dengan panas?

Para ulama menjelaskan bahwa Ramadan diibaratkan sebagai panas matahari yang membakar permukaan bumi. Dalam konteks spiritual, Ramadan adalah momentum untuk membakar dosa-dosa hamba yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebagaimana panas yang mampu melelehkan logam untuk memisahkannya dari kotoran, Ramadan hadir untuk memurnikan jiwa manusia dari noda maksiat.

Shiyam: Dimensi Hukum dan Ritual Fikih

Istilah Shiyam adalah kata yang paling sering digunakan dalam Al-Qur'an untuk merujuk pada kewajiban ibadah di bulan Ramadan. Secara teknis, shiyam merujuk pada aspek eksoteris atau lahiriah dari ibadah.

Dalam literatur fikih, shiyam didefinisikan sebagai menahan diri (al-imsak) dari makan, minum, dan hubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat tertentu. Shiyam adalah standar minimal yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim agar ibadahnya dianggap sah secara hukum agama.

Shaum: Dimensi Spiritual dan Keheningan Batin

Menariknya, Al-Qur'an juga menggunakan istilah Shaum, tetapi dalam konteks yang berbeda. Salah satu contoh populer adalah saat Siti Maryam diperintahkan untuk melakukan shaum, yang dalam konteks tersebut berarti menahan diri dari berbicara kepada manusia.

Perbedaan mendasar antara shiyam dan shaum terletak pada kedalamannya. Jika shiyam adalah menahan fisik, shaum adalah menahan lisan, hati, dan pikiran dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Seseorang bisa saja sudah melakukan shiyam (sah secara fikih karena tidak makan), tetapi belum tentu melakukan shaum (masih bergunjing atau menyimpan iri dengki).

Baca juga: Kumpulan Ayat Al-Quran dan Hadis tentang Puasa Ramadan serta Artinya

Etimologi Puasa: Jejak Sanskerta Upavasa

Di Indonesia, kita lebih akrab dengan kata Puasa. Istilah ini sebenarnya bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan dari bahasa Sanskerta, yaitu Upavasa.

Secara harfiah, Upavasa terdiri dari dua kata: upa yang berarti dekat dan vasa yang berarti bertempat tinggal atau mendekat. Jadi, puasa memiliki filosofi sebagai upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan cara meninggalkan kesenangan duniawi sementara waktu.

Baca juga: Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda Simak Penjelasan Astronomi Ramadan 1447 H

Satu Ibadah, Beragam Makna

Memahami keempat istilah ini membawa kita pada satu kesimpulan yaitu ibadah di bulan Ramadan merupakan paket lengkap. Kita tidak hanya diminta untuk melakukan shiyam (disiplin fisik), tetapi juga harus naik kelas menuju shaum (disiplin batin).

Dengan semangat Ramadan (pembakaran dosa), kita menjalankan puasa (upavasa/mendekat kepada Allah) agar saat Idul Fitri tiba, kita benar-benar kembali ke jati diri yang suci.

Baca juga: Apa Benar Puasa Ramadan Dua Kali pada 2030

People Also Ask

Apa perbedaan utama shiyam dan shaum dalam Al-Qur'an?

Shiyam umumnya digunakan untuk puasa wajib Ramadan yang berkaitan dengan aturan fikih (makan, minum, seks). Sedangkan shaum digunakan untuk menahan diri secara umum, termasuk menahan bicara dan menjaga kesucian batin.

Mengapa kata Ramadan berarti panas menyengat?

Karena Ramadan berfungsi sebagai pembakar dosa-dosa manusia, sebagaimana panas membakar kotoran pada logam sehingga menjadi murni kembali.

Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat

Apakah puasa berasal dari bahasa Arab?

Tidak, puasa berasal dari bahasa Sanskerta upavasa yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan.

Practical Checklist: Kualitas Ibadah Ramadan 2026

Aspek Ibadah Indikator Keberhasilan
Shiyam Menahan lapar, haus, dan pembatal puasa fisik lainnya.
Shaum Menahan lisan dari ghibah dan menjaga hati dari penyakit batin.
Ramadan Intensitas taubat dan permohonan ampunan (pembakaran dosa).
Puasa (Upavasa) Meningkatnya rasa kedekatan spiritual dengan Allah SWT.

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik