Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP kali memasuki bulan suci, umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sering menggunakan istilah Ramadan, puasa, shiyam, dan shaum secara bergantian. Namun, tahukah Anda bahwa secara etimologi dan filosofi, keempat istilah ini memiliki kedalaman makna yang berbeda?
Memasuki Ramadan 1447 Hijriah pada 2026, memahami esensi dari setiap istilah tersebut menjadi sangat krusial. Bukan sekadar urusan semantik, pemahaman ini akan membantu kita mentransformasi ibadah dari sekadar rutinitas fisik menjadi perjalanan spiritual yang utuh.
Secara bahasa, kata Ramadan berasal dari akar kata bahasa Arab ar-ramad atau ramadha yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan. Mengapa bulan ibadah ini dinamakan dengan istilah yang identik dengan panas?
Para ulama menjelaskan bahwa Ramadan diibaratkan sebagai panas matahari yang membakar permukaan bumi. Dalam konteks spiritual, Ramadan adalah momentum untuk membakar dosa-dosa hamba yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Sebagaimana panas yang mampu melelehkan logam untuk memisahkannya dari kotoran, Ramadan hadir untuk memurnikan jiwa manusia dari noda maksiat.
Istilah Shiyam adalah kata yang paling sering digunakan dalam Al-Qur'an untuk merujuk pada kewajiban ibadah di bulan Ramadan. Secara teknis, shiyam merujuk pada aspek eksoteris atau lahiriah dari ibadah.
Dalam literatur fikih, shiyam didefinisikan sebagai menahan diri (al-imsak) dari makan, minum, dan hubungan suami istri, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat tertentu. Shiyam adalah standar minimal yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim agar ibadahnya dianggap sah secara hukum agama.
Menariknya, Al-Qur'an juga menggunakan istilah Shaum, tetapi dalam konteks yang berbeda. Salah satu contoh populer adalah saat Siti Maryam diperintahkan untuk melakukan shaum, yang dalam konteks tersebut berarti menahan diri dari berbicara kepada manusia.
Perbedaan mendasar antara shiyam dan shaum terletak pada kedalamannya. Jika shiyam adalah menahan fisik, shaum adalah menahan lisan, hati, dan pikiran dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Seseorang bisa saja sudah melakukan shiyam (sah secara fikih karena tidak makan), tetapi belum tentu melakukan shaum (masih bergunjing atau menyimpan iri dengki).
Baca juga: Kumpulan Ayat Al-Quran dan Hadis tentang Puasa Ramadan serta Artinya
Di Indonesia, kita lebih akrab dengan kata Puasa. Istilah ini sebenarnya bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan dari bahasa Sanskerta, yaitu Upavasa.
Secara harfiah, Upavasa terdiri dari dua kata: upa yang berarti dekat dan vasa yang berarti bertempat tinggal atau mendekat. Jadi, puasa memiliki filosofi sebagai upaya seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dengan cara meninggalkan kesenangan duniawi sementara waktu.
Baca juga: Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda Simak Penjelasan Astronomi Ramadan 1447 H
Memahami keempat istilah ini membawa kita pada satu kesimpulan yaitu ibadah di bulan Ramadan merupakan paket lengkap. Kita tidak hanya diminta untuk melakukan shiyam (disiplin fisik), tetapi juga harus naik kelas menuju shaum (disiplin batin).
Dengan semangat Ramadan (pembakaran dosa), kita menjalankan puasa (upavasa/mendekat kepada Allah) agar saat Idul Fitri tiba, kita benar-benar kembali ke jati diri yang suci.
Baca juga: Apa Benar Puasa Ramadan Dua Kali pada 2030
Shiyam umumnya digunakan untuk puasa wajib Ramadan yang berkaitan dengan aturan fikih (makan, minum, seks). Sedangkan shaum digunakan untuk menahan diri secara umum, termasuk menahan bicara dan menjaga kesucian batin.
Karena Ramadan berfungsi sebagai pembakar dosa-dosa manusia, sebagaimana panas membakar kotoran pada logam sehingga menjadi murni kembali.
Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat
Tidak, puasa berasal dari bahasa Sanskerta upavasa yang berarti mendekatkan diri kepada Tuhan.
| Aspek Ibadah | Indikator Keberhasilan |
|---|---|
| Shiyam | Menahan lapar, haus, dan pembatal puasa fisik lainnya. |
| Shaum | Menahan lisan dari ghibah dan menjaga hati dari penyakit batin. |
| Ramadan | Intensitas taubat dan permohonan ampunan (pembakaran dosa). |
| Puasa (Upavasa) | Meningkatnya rasa kedekatan spiritual dengan Allah SWT. |
Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Daftar lengkap ayat Al-Quran dan hadis sahih tentang kewajiban serta keutamaan puasa Ramadan sebagai panduan ibadah tahun 2026.
Apakah boleh Puasa Daud di hari Jumat? Simak penjelasan hukum fikih, hadis larangan puasa Jumat, dan pengecualian bagi pengamal Puasa Daud di sini.
Simak tinjauan medis manfaat Puasa Daud bagi metabolisme. Dari proses autofagi hingga sensitivitas insulin, temukan alasan mengapa pola ini sangat sehat.
Puasa enam hari Syawal harus berurutan atau boleh terpisah, hukum membatalkan puasa Syawal, dan saat silaturahmi sebaiknya melanjutkan puasa Syawal atau boleh dibatalkan.
Pembahasan tentang puasa Syawal terkait dalil hukum dan beda pendapat mazhab, nilainya seperti puasa setahun, orang yang tidak berpuasa Ramadan, dan niat puasa Syawal. Berikut penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved