Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kumpulan Ayat Al-Quran dan Hadis tentang Puasa Ramadan serta Artinya

Wisnu Arto Subari
07/2/2026 17:37
Kumpulan Ayat Al-Quran dan Hadis tentang Puasa Ramadan serta Artinya
Ilustrasi.(Freepik)

BULAN Ramadan merupakan momentum yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk pada 2026. Sebagai bulan yang penuh keberkahan, Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana peningkatan takwa

Untuk memahami esensi ibadah ini secara mendalam, umat Islam perlu merujuk pada landasan utamanya, yaitu Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Landasan hukum ini menjadi kompas agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan syariat dan mendapatkan pahala yang sempurna. 

Berikut kumpulan dalil sahih yang menjadi dasar pelaksanaan puasa Ramadan.

Ayat Al-Quran tentang Kewajiban Puasa Ramadan

Dalam Al-Quran, perintah puasa Ramadan dijelaskan secara rinci dalam Surah Al-Baqarah. Ayat-ayat ini mencakup kewajiban, keringanan bagi yang berhalangan, hingga kemuliaan bulan Ramadan itu sendiri.

1. Perintah Wajib Puasa (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini adalah dalil paling utama mengenai kewajiban berpuasa bagi orang-orang beriman.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba 'alaikumush shiyaamu kamaa kutiba 'alal ladziina min qablikum la allakum tattaquun.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

2. Keringanan bagi yang Sakit dan Musafir (QS. Al-Baqarah: 184)

Allah SWT memberikan keringanan bagi hamba-Nya yang mengalami kendala fisik atau sedang dalam perjalanan.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

ayyaamam ma'duudaat, fa man kaana minkum mariidhan au 'alaa safarin fa 'iddatum min ayyaamin ukhar, wa 'alal ladziina yuthiiquunahuu fidyatun tha'aamu miskiin, fa man tathawwa'a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashuumuu khairul lakum in kuntum ta'lamuun.

Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Baca juga: Awal Puasa 2026 Berpotensi Beda Simak Penjelasan Astronomi Ramadan 1447 H

3. Ramadan sebagai Bulan Al-Quran (QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menegaskan kemuliaan Ramadan karena di dalamnya Al-Quran pertama kali diturunkan.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

syahru ramadhaanal ladzii unzila fiihil qur aanu hudal linnaasi wa bayyinaatim minal hudaa wal furqaan, fa man syahida minkumusy syahra falyashumh, wa man kaana mariidhan au 'alaa safarin fa 'iddatum min ayyaamin ukhar, yuriidullaahu bikumul yusra wa laa yuriidu bikumul 'usra wa litukmilul 'iddata wa litukabbirullaaha 'alaa maa hadaakum wa la allakum tasykuruun.

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

Hadis Sahih tentang Keutamaan Puasa Ramadan

Hadis Nabi Muhammad SAW memberikan penjelasan lebih detail mengenai pahala dan keistimewaan yang akan didapatkan oleh orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan.

1. Penghapusan Dosa-Dosa Terdahulu.

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa Ramadan adalah sarana pembersihan dosa.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah,  diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Baca juga: Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat

2. Pintu Surga Ar-Rayyan.

Allah SWT menyediakan pintu khusus di surga bagi orang-orang yang istikamah menjalankan puasa.

Dari Sahl bin Sa'ad RA, Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Tidak ada orang lain selain mereka yang masuk melaluinya."

Baca juga: Zakat Fitrah Hukum, Syarat, Jenis, Takaran, Waktu Penyerahan

3. Bau Mulut Orang Berpuasa di Sisi Allah.

Hadis ini menunjukkan betapa istimewanya orang yang berpuasa di mata Sang Pencipta.

Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Zikir, Selawat, Doa Bilal dan Jemaah Tarawih 20 Rakaat

4. Esensi Puasa: Menjaga Lisan dan Perilaku.

Puasa tidak akan bernilai jika pelakunya tetap melakukan kemaksiatan atau berkata dusta.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan malah melakukannya, maka Allah tidak butuh dari usahanya meninggalkan makan dan minumnya." (HR. Bukhari).

Baca juga: Keluar Air Mani lewat Onani dan Mimpi, Batalkah Puasa

Kesimpulan

Memahami ayat Al-Quran dan hadis tentang puasa Ramadan memberikan kita perspektif bahwa ibadah ini merupakan bentuk kasih sayang Allah SWT. Melalui dalil-dalil di atas, kita diajarkan untuk tidak hanya menahan lapar secara fisik, tetapi juga melakukan transformasi spiritual. Semoga Ramadan pada 2026 menjadi momentum bagi kita untuk mencapai derajat takwa yang sesungguhnya.

Pertanyaan Seputar Dalil Puasa

Apa dasar hukum puasa Ramadan dalam Al-Quran?

Dasar hukum utamanya adalah Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menyatakan kewajiban puasa bagi orang beriman agar menjadi hamba yang bertakwa.

Baca juga: Fikih Puasa Syarat Wajib, Syarat Sah, Rukun, Pembatal, Perkara Sunah

Apakah ada hadis tentang orang yang berpuasa tetapi tidak mendapat pahala?

Ya, ada hadis yang menyebutkan bahwa banyak orang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga karena mereka tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan buruk (dusta/maksiat).

Apa itu pintu Ar-Rayyan dalam hadis?

Ar-Rayyan adalah pintu khusus di surga yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang rajin berpuasa selama hidup di dunia.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh Taklid ke Imam Malik

Persiapan Ramadan 2026

1. Memperdalam pemahaman fikih puasa berdasarkan Al-Quran dan Hadis.
2. Melunasi utang puasa tahun sebelumnya (Qadha).
3. Menyiapkan fisik dengan menjaga pola makan sehat menjelang bulan suci.
4. Menyiapkan anggaran sedekah dan zakat dalam Mata Uang Rupiah yang mencukupi.
5. Membuat target bacaan Al-Quran (Tadarus) selama satu bulan penuh. (I-2)

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya