PUASA Daud, yang dilakukan dengan ritme satu hari puasa dan satu hari tidak, secara ilmiah dikategorikan sebagai Alternate Day Fasting (ADF).
Berbeda dengan Intermittent Fasting (IF) pola 16:8 yang membatasi waktu makan dalam sehari, ADF memberikan jeda istirahat total bagi sistem pencernaan selama kurang lebih 24 jam secara berkala.
Jeda yang lebih panjang ini memicu respons biologis yang jauh lebih dalam pada tingkat seluler.
Keajaiban Metabolisme: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Puasa Daud?
Saat seseorang menjalankan Puasa Daud, tubuh mengalami transisi metabolisme yang signifikan. Berikut adalah proses internal yang terjadi:
1. Peningkatan Hormon Pertumbuhan (HGH)
Penelitian menunjukkan bahwa puasa dalam durasi yang cukup lama dapat meningkatkan kadar Human Growth Hormone (HGH) secara drastis. Hormon ini sangat krusial tidak hanya untuk pertumbuhan otot, tetapi juga untuk pembakaran lemak dan perbaikan jaringan yang rusak. Peningkatan HGH membantu tubuh mempertahankan massa otot meskipun sedang dalam kondisi defisit kalori.
2. Pemicuan Proses Autofagi
Salah satu manfaat terbesar dari pola Puasa Daud adalah Autofagi. Istilah ini merujuk pada mekanisme pembersihan diri seluler. Ini berarti sel-sel tubuh menghancurkan dan mendaur ulang komponen sel yang rusak atau tidak berfungsi.
Proses ini biasanya baru mencapai puncaknya setelah 16-24 jam berpuasa, sebuah durasi yang secara konsisten dicapai dalam pola Puasa Daud.
Manfaat Puasa Daud bagi Sensitivitas Insulin
Masalah metabolisme modern sering kali berakar pada resistensi insulin akibat frekuensi makan yang terlalu sering. Puasa Daud memberikan waktu bagi kadar insulin untuk turun ke level yang sangat rendah secara konsisten pada hari puasa. Hal ini meningkatkan sensitivitas insulin yang berarti tubuh menjadi lebih efisien dalam memproses karbohidrat dan membakar lemak cadangan serta menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Mengapa Puasa Daud Lebih Efektif dari Diet Kalori Biasa?
Banyak orang gagal dalam diet karena metabolisme mereka melambat akibat pembatasan kalori harian yang konstan (starvation mode). Puasa Daud unik karena ada hari makan di antara hari puasa.
Hari makan ini berfungsi untuk memberikan sinyal kepada metabolisme bahwa tubuh tidak sedang dalam kondisi kelaparan kronis. Dengan demikian, laju metabolisme basal (BMR) tetap terjaga tinggi sementara pembakaran lemak tetap terjadi di hari puasa.
Baca juga: Puasa Syawal Dalil Hukum, Beda Pendapat Mazhab, Dua Niat
Dampak pada Kesehatan Otak dan Jantung
Selain metabolisme, Puasa Daud juga memberikan efek protektif pada organ vital:
- Kesehatan Otak: Puasa meningkatkan produksi protein BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yang mendukung pertumbuhan neuron baru dan melindungi otak dari penyakit degeneratif seperti Alzheimer.
- Kesehatan Jantung: Pola ADF terbukti menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), dan peradangan sistemik yang menjadi pemicu penyakit jantung koroner.
Seputar Puasa Daud dan Kesehatan
Apakah Puasa Daud aman untuk penderita maag?
Bagi penderita maag, Puasa Daud justru bisa membantu menstabilkan produksi asam lambung dalam jangka panjang. Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan fase adaptasi dengan pola puasa yang lebih pendek terlebih dahulu.
Bolehkah berolahraga saat menjalankan Puasa Daud?
Sangat boleh. Olahraga saat puasa (fasted cardio) justru mempercepat pembakaran lemak. Namun, intensitas tinggi sebaiknya dilakukan pada sore hari menjelang berbuka atau pada hari saat tidak berpuasa.
Apakah Puasa Daud bisa menyebabkan malanutrisi?
Tidak, asalkan pada saat hari berbuka (hari tidak puasa), Anda mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang (protein, serat, lemak sehat, dan karbohidrat kompleks) dan memenuhi kebutuhan kalori harian.
Panduan Memulai Puasa Daud untuk Metabolisme
- Fase Transisi: Jangan langsung Puasa Daud jika belum terbiasa. Mulailah dengan Intermittent Fasting 16:8 selama 1-2 minggu.
- Hidrasi Optimal: Pastikan minum air putih yang cukup saat waktu berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi seluler.
- Prioritas Protein: Saat hari tidak puasa, konsumsi protein berkualitas tinggi untuk menjaga massa otot tetap stabil.
- Perhatikan Sinyal Tubuh: Jika merasa lemas berlebihan atau pusing yang tidak hilang, beristirahatlah dan evaluasi asupan nutrisi saat sahur.
