Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ingin Umur Lebih Panjang? Studi Ungkap Perubahan Kecil Ini Bisa Beri Tambahan Usia

Thalatie K Yani
21/1/2026 13:05
Ingin Umur Lebih Panjang? Studi Ungkap Perubahan Kecil Ini Bisa Beri Tambahan Usia
Ilustrasi(freepik)

PERUBAHAN kecil dalam kebiasaan olahraga, tidur, dan pola makan ternyata dapat memberikan keajaiban bagi kesehatan, bahkan berpotensi memperpanjang usia seseorang. Sebuah studi besar di Inggris menunjukkan upaya minimal pun dapat memberikan hasil yang terukur secara signifikan.

Penelitian yang diterbitkan pada 13 Januari di jurnal eClinicalMedicine ini menganalisis data dari hampir 60.000 partisipan di UK Biobank. Fokus utama riset ini adalah mencari peningkatan gaya hidup sekecil mungkin yang secara statistik mampu memperpanjang umur manusia.

Efek Kombinasi "Paket Sehat"

Tim peneliti menemukan orang yang menambah waktu tidur setidaknya lima menit sehari, melakukan aktivitas fisik moderat hingga berat hanya selama dua menit ekstra, dan menambah setengah porsi sayuran harian cenderung hidup lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki kebiasaan paling buruk.

Menurut model statistik yang digunakan, kelompok yang melakukan perubahan kecil tersebut memiliki teori tambahan usia satu tahun lebih lama. Menariknya, data menunjukkan peningkatan di berbagai aspek kesejahteraan bekerja lebih baik jika dilakukan secara bersamaan.

"Temuan ini menunjukkan kebiasaan sehat bekerja lebih baik sebagai satu paket," ujar Nicholas Koemel, ahli diet dan peneliti dari The University of Sydney sekaligus penulis utama studi tersebut. "Masing-masing perilaku kita memiliki dampak yang saling terkait. Jika kita kurang tidur, sering kali kita makan dengan cara yang berbeda dan bergerak dengan cara yang berbeda pula."

Prediksi Tambahan Usia Hingga 9 Tahun

Model penelitian ini memprediksi partisipan dengan kombinasi perilaku paling optimal, setidaknya 40 menit olahraga moderat-berat, tidur tujuh hingga delapan jam sehari, dan diet sehat secara keseluruhan, dapat hidup sembilan tahun lebih lama dalam kondisi kesehatan yang baik dibandingkan kelompok dengan kebiasaan paling buruk.

Namun, Stephen Burgess, seorang ahli statistik dari University of Cambridge yang tidak terlibat dalam studi ini, memberikan catatan kritis. Ia memperingatkan studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan hanya pemodelan statistik.

"Secara mandiri, studi ini tidak membuktikan kebiasaan-kebiasaan ini meningkatkan kesehatan," tulis Burgess. "Mereka memodelkan apa yang mungkin terjadi pada rentang hidup kita jika faktor-faktor pengubah ini benar-benar meningkatkan kesehatan."

Jalan Alternatif Menuju Kebugaran

Penelitian ini memberikan sudut pandang baru bagi mereka yang sering gagal menjalankan resolusi hidup sehat karena target yang terlalu berat. Alih-alih berusaha menjadi sempurna dengan pergi ke gimnasium setiap hari, perubahan kecil di berbagai lini dianggap lebih realistis untuk dipertahankan.

"Resolusi Tahun Baru sering kali gagal karena kita memaksakan diri terlalu keras," argumen Koemel. Penelitian ini menyarankan adanya "jalur berbeda" dengan melakukan perubahan kecil di beberapa area kesejahteraan yang dapat terakumulasi menjadi kebiasaan yang lebih sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini pada manusia secara klinis, pesan utamanya tetap relevan. Setiap menit tambahan untuk tidur dan bergerak memberikan kontribusi positif bagi masa depan kesehatan Anda. (Live Science/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya