Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN kecil dalam kebiasaan olahraga, tidur, dan pola makan ternyata dapat memberikan keajaiban bagi kesehatan, bahkan berpotensi memperpanjang usia seseorang. Sebuah studi besar di Inggris menunjukkan upaya minimal pun dapat memberikan hasil yang terukur secara signifikan.
Penelitian yang diterbitkan pada 13 Januari di jurnal eClinicalMedicine ini menganalisis data dari hampir 60.000 partisipan di UK Biobank. Fokus utama riset ini adalah mencari peningkatan gaya hidup sekecil mungkin yang secara statistik mampu memperpanjang umur manusia.
Tim peneliti menemukan orang yang menambah waktu tidur setidaknya lima menit sehari, melakukan aktivitas fisik moderat hingga berat hanya selama dua menit ekstra, dan menambah setengah porsi sayuran harian cenderung hidup lebih lama dibandingkan mereka yang memiliki kebiasaan paling buruk.
Menurut model statistik yang digunakan, kelompok yang melakukan perubahan kecil tersebut memiliki teori tambahan usia satu tahun lebih lama. Menariknya, data menunjukkan peningkatan di berbagai aspek kesejahteraan bekerja lebih baik jika dilakukan secara bersamaan.
"Temuan ini menunjukkan kebiasaan sehat bekerja lebih baik sebagai satu paket," ujar Nicholas Koemel, ahli diet dan peneliti dari The University of Sydney sekaligus penulis utama studi tersebut. "Masing-masing perilaku kita memiliki dampak yang saling terkait. Jika kita kurang tidur, sering kali kita makan dengan cara yang berbeda dan bergerak dengan cara yang berbeda pula."
Model penelitian ini memprediksi partisipan dengan kombinasi perilaku paling optimal, setidaknya 40 menit olahraga moderat-berat, tidur tujuh hingga delapan jam sehari, dan diet sehat secara keseluruhan, dapat hidup sembilan tahun lebih lama dalam kondisi kesehatan yang baik dibandingkan kelompok dengan kebiasaan paling buruk.
Namun, Stephen Burgess, seorang ahli statistik dari University of Cambridge yang tidak terlibat dalam studi ini, memberikan catatan kritis. Ia memperingatkan studi ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, melainkan hanya pemodelan statistik.
"Secara mandiri, studi ini tidak membuktikan kebiasaan-kebiasaan ini meningkatkan kesehatan," tulis Burgess. "Mereka memodelkan apa yang mungkin terjadi pada rentang hidup kita jika faktor-faktor pengubah ini benar-benar meningkatkan kesehatan."
Penelitian ini memberikan sudut pandang baru bagi mereka yang sering gagal menjalankan resolusi hidup sehat karena target yang terlalu berat. Alih-alih berusaha menjadi sempurna dengan pergi ke gimnasium setiap hari, perubahan kecil di berbagai lini dianggap lebih realistis untuk dipertahankan.
"Resolusi Tahun Baru sering kali gagal karena kita memaksakan diri terlalu keras," argumen Koemel. Penelitian ini menyarankan adanya "jalur berbeda" dengan melakukan perubahan kecil di beberapa area kesejahteraan yang dapat terakumulasi menjadi kebiasaan yang lebih sehat dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi temuan ini pada manusia secara klinis, pesan utamanya tetap relevan. Setiap menit tambahan untuk tidur dan bergerak memberikan kontribusi positif bagi masa depan kesehatan Anda. (Live Science/Z-2)
Menginjak usia 36 tahun, aktor dan komika Kemal Palevi mulai memprioritaskan gaya hidup sehat, terutama dalam memilih asupan kafein.
Ilmuwan mengungkap rumus usia panjang bukan dari cara instan, melainkan kebiasaan konsisten seperti aktivitas fisik, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan usus.
Ginjal bisa rusak tanpa gejala awal. Simak 8 kebiasaan sehari-hari yang diam-diam merusak fungsi ginjal menurut pakar kesehatan.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Simak tips mudah menjaga kesehatan jantung, guna cegah dari berbagai penyakit serius.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved