Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
AKHIR pekan sering kali dianggap sebagai kesempatan emas untuk mematikan alarm dan membalas dendam pada kurang tidur selama hari kerja. Namun, alih-alih sekadar "membayar utang" tidur, beberapa ilmuwan menyarankan taktik yang berbeda: sleep banking atau menabung tidur.
Konsepnya sederhana, yakni tidur lebih lama selama beberapa malam sebelum menghadapi periode sibuk atau kurang tidur. Tujuannya agar otak memiliki cadangan energi dan kesiagaan ekstra saat waktu istirahat nantinya terbatas.
Konsep ini diperkenalkan pada 2009 oleh para peneliti di Walter Reed Army Institute of Research. Mereka membagi personel militer ke dalam dua kelompok, kelompok yang tidur 7 jam dan kelompok yang tidur 10 jam selama seminggu. Hasilnya mengejutkan. Saat waktu tidur mereka dipangkas menjadi hanya 3 jam pada minggu berikutnya, kelompok yang telah "menabung" tidur menunjukkan penurunan fokus yang jauh lebih sedikit.
Tak hanya di militer, manfaat ini juga dirasakan di dunia olahraga:
Secara fisiologis, tidur adalah momen bagi tubuh untuk membuang "sampah" saraf. Michael Howell, profesor neurologi dari University of Minnesota, menjelaskan:
"Semua sel Anda butuh tidur sehat untuk mengisi bahan bakar dan memperbaiki diri. Di siang hari, berbagai produk limbah menumpuk di tubuh dan otak. Saat tidurlah otak membuangnya."
Kurang tidur yang kronis dapat mengakibatkan akumulasi limbah ini, yang berdampak pada penurunan motivasi hingga kemampuan kognitif yang melambat. Sleep banking dipercaya memberikan waktu ekstra bagi otak untuk membersihkan limbah neuronal dan mengisi ulang cadangan glikogen sebelum masa krisis tidur dimulai.
Meski terdengar menjanjikan, sleep banking masih menuai kontroversi. Elizabeth Klerman, profesor neurologi dari Harvard Medical School, termasuk yang meragukannya. Baginya, tidur lebih mirip kartu kredit daripada celengan.
"Untuk membuktikan sleep banking terjadi, Anda harus membuktikan seseorang bisa tidur saat tidak lelah, dan tidak ada bukti untuk itu. Dengan kata lain, Anda bisa menumpuk utang, tapi tidak bisa menumpuk surplus," tegas Klerman.
Ia khawatir konsep ini membuat orang merasa "aman" untuk sengaja kurang tidur hanya karena merasa sudah cukup tidur sebelumnya.
Jika Anda akan menghadapi jadwal padat atau penerbangan jarak jauh, para ahli menyarankan untuk menambah durasi tidur 30–60 menit setiap malam selama 1 hingga 2 minggu sebelumnya.
Cara paling efektif adalah dengan bangun lebih siang di pagi hari karena secara biologis lebih mudah bagi tubuh untuk tetap di tempat tidur daripada mencoba tidur lebih awal di malam hari. Namun, perlu diingat bahwa taktik ini bukanlah solusi jangka panjang. Pola tidur yang konsisten tetap menjadi kunci utama kesehatan mental dan fisik. (BBC/Z-2)
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Studi terbaru mengungkap membiarkan remaja tidur lebih lama di akhir pekan dapat menurunkan risiko depresi hingga 41%. Simak penjelasan ahli di sini.
Riset terbaru menunjukkan tambahan 5 menit tidur dan 2 menit olahraga harian dapat memperpanjang usia.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Penelitian terbaru mengungkap penderita nyeri punggung kronis jauh lebih sensitif terhadap suara berisik. Ternyata, rasa sakit telah mengubah cara otak memproses suara
Studi Harvard selama 43 tahun ungkap rutin minum 2-3 cangkir kopi atau teh sehari dapat kurangi risiko demensia dan melindungi fungsi otak dari kerusakan sel.
Pakar neurologi memperingatkan adanya tahapan sistematis kerusakan otak pada anak muda yang dipicu oleh penggunaan gadget berlebih di tahun 2026, dikenal sebagai Digital Dementia.
Kenali bahaya Digital Dementia yang membuat otak anak muda menua lebih cepat. Simak penjelasan medis dan cara efektif mencegahnya di sini.
Di tengah gempuran produktivitas digital, banyak anak muda tak sadar bahwa kesehatan otak mereka terganggu atau "menciut" lebih cepat akibat kebiasaan remeh.
Waspada! 3 kebiasaan sepele ini picu penyusutan otak (atrofi serebri) lebih cepat. Simak penjelasan ahli saraf dan cara mencegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved