Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
BENARKAH qunut subuh tidak disyariatkan atau bidah? Mazhab Syafii pun menjawab dalil-dalil hadis yang menolak qunut subuh.
Untuk mengetahui itu, mari kita pahami dalil-dalil Mazhab Syafii dan kualitas hadisnya serta jawaban atas dalil-dalil lain yang menentang qunut subuh. Ini dipaparkan Ustaz Galih Maulana dari Rumah Fiqih.
Setidaknya ada empat hadis yang menjadi sandaran Mazhab Syafii. Berikut rinciannya.
Dan ulama kami berhujah dengan hadis Anas radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW melakukan qunut selama satu bulan, mendoakan kejelekan kepada mereka, kemudian meninggalkan (doa) tersebut. Adapun qunut subuh, beliau tetap melakukannya sampai wafat.
Hadis itu sahih diriwayatkan oleh sekelompok huffadz. Di antara yang menyatakan secara jelas tentang itu ialah al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Ali al-Balkhi dan al-Hakim Abu Abdillah di beberapa tempat dalam di kitab-kitabnya. Begitu juga al-Baihaqi. Hadis ini juga diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dari beberapa jalan dengan sanad-sanad yang sahih.
Dari Awam bin Hamzah, dia berkata, "Saya bertanya kepada Abu Utsman tentang qunut subuh. Dia menjawab, 'Qunut subuh itu setelah ruku.' Aku bertanya lagi, 'Dari mana kamu tahu itu? Dari Abu Bakar, Umar, dan Ali radhiyallahu anhum.
Hadis itu diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Dia menilai hadis ini sanadnya hasan. Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari Umar dengan beberapa jalan.
Dari Abdillah bin Ma'qil, seorang tabiin, dia berkata, "Ali radhiyallahu anhu melakukan qunut subuh." Hadis ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Dia berkata, "Hadis ini dari sahabat Ali sahih masyhur."
Dari al-Barra radhiyallahu anhu, "Sesungguhnya Rasulullah SAW selalu melakukan qunut di Subuh dan Maghrib. Hadis riwayat Muslim.
Sedangkan dari riwayat Abu Daud tidak ada lafadz Maghrib. Dan tidak mengapa meninggalkan qunut di salat Maghrib karena memang tidak wajib atau ijma ulama telah menasikh hukum tersebut.
Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Terjemahan
Hadis-hadis yang digunakan sebagai dasar itu dinilai hadis sahih atau hasan. Semua itu sudah diklarifikasi oleh para hafidz, seperti al-Hakim, al-Baihaqi, Daruquthni, dan lainnya.
Al-Hafidz adalah gelar yang sangat tinggi dalam dunia hadis. Mereka hafal dengan baik 100 ribu hadis matan dan sanadnya serta tahu jenis-jenis hadis, baik secara riwayat maupun diroyat.
Perlu juga diketahui, masalah tashih hadits adalah masalah ijtihadiyah. Artinya, penilaian satu orang ahli hadis dengan ahli hadis lain kadang berbeda, tinggal dilihat saja pihak yang lebih berilmu dan lebih terpercaya.
Baca juga: Beda Doa Qunut yang Dibaca Imam dan saat Salat Sendiri
Ulama-ulama lain yang tidak sependapat membawakan beberapa dalil untuk meruntuhkan pendapat dari madzhab Syafii. Namun bukan pendapat yang kuat bila tak mampu menjawab argumen-argumen dari pengkritik.
Berikut dalil pendapat lain dan jawaban dari madzhab Syafii yang diwakili oleh al-Imam an-Nawawi.
"Bahwasanya Nabi SAW melakukan qunut setelah ruku selama satu bulan. Beliau mendoakan kejelekan atas sebagian orang-orang Arab kemudian meninggalkannya." HR Bukhari-Muslim.
Baca juga: Hukum belum Bayar Zakat Fitrah Menurut Empat Mazhab
Jawaban:
Adapun jawaban atas hadis Anas dan hadis Abu Hurairah yaitu hadis yang berbunyi kemudian Nabi meninggalkannya yaitu meninggalkan doa keburukan dan laknat atas orang-orang kafir, bukan meninggalkan qunutnya. Atau juga maksudnya ialah meninggalkan qunut di salat selain salat Subuh.
Penafsiran ini sangat kuat, karena hadis Anas yang berbunyi, "Nabi tetap qunut subuh sampai wafat," merupakan hadis sahih dan jelas (eksplisit menunjukan qunut subuh). Karenanya, wajib dilakukan al-jam'u (kompromi) di antara dua hadits tersebut. Yang kami sebutkan ialah hasil kuat dari proses al-jam'u tersebut.
Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdurrahman bin Mahdi, seorang Imam (ilmu hadis) bahwa dia berkata, "Yang ditinggalkan oleh Nabi adalah laknat." Tafsiran ini juga diperkuat oleh hadis Abu Hurairah di atas yang berbunyi, "Kemudian Nabi meninggalkan doa atas mereka."
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Dari Sa'd bin Thariq, "Aku bertanya kepada ayahku, "Wahai ayah, sesungguhnya engkau telah salat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Apakah mereka melakukan qunut subuh? Ayah menjawab, "Wahai anakku itu perkara baru." HR Nasai dan Tirmidzi. Tirmidzi menilai hadis hasan sahih.
Jawaban:
Adapun jawaban untuk hadis Sad bin Thariq bahwa riwayat orang-orang yang menetapkan (qunut) sangat banyak. Pada mereka ada tambahan informasi (dari sekedar hadis Sa'd bin Thoriq), sehingga wajib mengunggulkan riwayat mereka.
Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud, "Rasulullah SAW tidak pernah melakukan qunut dalam salat."
Jawaban:
Jawaban atas hadis Ibnu Mas'ud yaitu hadis tersebut dhaif jiddan (sangat lemah), karena hadis tersebut dari riwayat Muhammad bin Jabir as-Sahmi, sedangkan dia adalah orang yang sangat lemah (hafalannya) juga matruk (tidak diambil riwayatnya).
Juga karena hadis tersebut berbentuk nafyun (penafian) sedangkan hadits Anas ialah itsbat (penetapan). Karenanya, diunggulkan itsbat atas nafyun karena ada tambahan informasi.
Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti
Dari Abu Mukhlid, beliau berkata, "Aku salat subuh bersama Ibnu Umar radhiyallahu anhuma dan beliau tidak membaca doa qunut. Aku bertanya kepadanya, 'Mengapa engkau tidak berqunut?' Kemudian beliau berkata, "Saya tidak menghafalnya.'"
Jawaban:
Adapun hadis Ibnu Umar, dia tidak hafal tentang hadis qunut atau dia lupa. Sedangkan Anas, al-Barra bin Azib, dan selain mereka berdua mengingatnya. Karenanya, diunggulkan orang-orang yang hafal.
Baca juga: Makna Al-Mughni Dalil, Keutamaan Zikir, dan Cara Mengamalkannya
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, "Qunut subuh itu bidah."
Jawaban:
Jawaban atas hadis Ibnu Abbas yaitu hadis tersebut dhaif jiddan (sangat lemah). Hadis ini telah diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari riwayat Abi Laila al-Kufi, beliau berkomentar, "Hadis ini tidak sahih karena Abi Laila matruk (tidak diambil riwayatnya). Dan kami telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia melakukan qunut subuh."
Baca juga: Surat Ash-Shaffat Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, Keutamaan Membacanya
Dari Ummu Salamah, dari Nabi SAW bahwa Nabi melarang melakukan qunut subuh.
Jawaban:
Jawaban atas hadis Ummu Salamah yaitu hadis tersebut lemah, karena berasal dari riwayat Muhammad bin Ya'la dari Anbasah bin Abdirohman dari Abdullah bin Nafi' dari ayahnya dari Ummu Salamah.
Daruquthni berkata, "Mereka bertiga lemah dan juga tidak valid bahwa Nafi' mendengar dari Ummu Salamah."
Baca juga: Karakteristik Juz 24, 25, 26 Daftar Surat dan Kandungan Utamanya
Hadis tentang qunut subuh itu dhaif. Ketua para ulama (maksudnya sahabat yaitu Thariq, ayah dari Sa'd) mengatakan bahwa qunut subuh itu bidah.
Jawaban:
Telah disebutkan di atas bahwa sekelompok huffadz telah mengatakan tentang kesahihan hadis yang menjadi hujjah pendapat Madzhab Syafii. Perkara tashih hadits itu perkara ijtihadiyah, sehingga yang dikedepankan adalah sikap legowo.
Apabila sahabat yang bernama Thariq ialah ketua para ulama, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali merupakan ketua para Sahabat. Mereka semua, sebagaimana disebutkan dalam hadis Awam bin Hamzah dan hadis Abdullah bin Ma'qil yang dihukumi sebagai hadis hasan oleh al-Baihaqi, melakukan qunut subuh.
Bagaimana pun persoalan qunut subuh merupakan masalah khilafiyah. Karenanya, kita dapat mengambil salah satu pendapat mazhab yang dinilai lebih kuat sambil menghormati pendapat lain yang berbeda. Wallahu a'lam. (I-2)
Apakah zakat fitrah gugur jika terlewat? Simak hukum belum bayar zakat fitrah menurut Mazhab Syafi'i, Hanafi, Maliki, dan Hambali serta cara qadhanya.
Apakah boleh memberikan zakat fitrah kepada saudara kandung? Simak penjelasan hukum Islam, syarat mustahik, dan keutamaan zakat bagi kerabat di sini.
Inilah bacaan niat zakat fitrah istri untuk suami lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya. Simak juga hukum dan syarat sahnya menurut syariat.
Bolehkah memberikan zakat fitrah kepada orangtua? Simak penjelasan hukum Islam, syarat asnaf, dan perbedaan zakat dengan sedekah bagi keluarga.
Bolehkah istri memberikan zakat fitrah kepada suami? Simak penjelasan hukum Islam, syarat suami penerima zakat, dan pendapat ulama di sini.
Apakah boleh salat tarawih tanpa ba'diyah isya? Simak penjelasan hukum, tingkat keutamaan, dan urutan ibadah yang benar menurut ulama di sini.
Apakah doa iftitah dibaca setiap 2 rakaat tarawih? Simak hukum, pilihan bacaan pendek, dan panduan lengkap doa iftitah salat tarawih & witir.
Bolehkah salat Tarawih sebelum Ba'diyah Isya? Simak penjelasan hukum, urutan keutamaan menurut mazhab Syafi'i, dan alasan Rawatib lebih utama.
Mengapa jumlah rakaat Tarawih berbeda? Simak sejarah lengkap qiyam Ramadhan dari zaman Nabi, Umar bin Khattab, hingga pendapat empat mazhab.
Banyak yang salah kaprah! Simak tata cara memakai mukena yang benar agar salat tetap sah. Pelajari titik rawan aurat yang sering terbuka saat sujud.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved