Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Mazhab Syafii Jawab Dalil-Dalil yang Tolak Qunut Subuh

Wisnu Arto Subari
30/3/2026 22:05
Mazhab Syafii Jawab Dalil-Dalil yang Tolak Qunut Subuh
Ilustrasi.(Freepik)

BENARKAH qunut subuh tidak disyariatkan atau bidah? Mazhab Syafii pun menjawab dalil-dalil hadis yang menolak qunut subuh.

Untuk mengetahui itu, mari kita pahami dalil-dalil Mazhab Syafii dan kualitas hadisnya serta jawaban atas dalil-dalil lain yang menentang qunut subuh. Ini dipaparkan Ustaz Galih Maulana dari Rumah Fiqih.

Dalil Mazhab Syafii

Setidaknya ada empat hadis yang menjadi sandaran Mazhab Syafii. Berikut rinciannya. 

1. Hadis Anas.

واحتج أصحابنا بحديث أنس رضي الله عنه : أن النبي صلى الله تعالي عليه وسلم قنت شهرا يدعوا عليهم ثم ترك فأما في الصبح فلم يزل يقنت حتى فارق الدنيا حديث صحيح رواه جماعة من الحفاظ وصححوه وممن نص على صحته الحافظ أبو عبد الله محمد بن علي البلخي والحاكم أبو عبد الله في مواضع من كتبه والبيهقي ورواه الدارقطني من طرق بأسانيد صحيحة 

Dan ulama kami berhujah dengan hadis Anas radhiyallahu anhu bahwa Nabi SAW melakukan qunut selama satu bulan, mendoakan kejelekan kepada mereka, kemudian meninggalkan (doa) tersebut. Adapun qunut subuh, beliau tetap melakukannya sampai wafat. 

Hadis itu sahih diriwayatkan oleh sekelompok huffadz. Di antara yang menyatakan secara jelas tentang itu ialah al-Hafidz Abu Abdillah Muhammad bin Ali al-Balkhi dan al-Hakim Abu Abdillah di beberapa tempat dalam di kitab-kitabnya. Begitu juga al-Baihaqi. Hadis ini juga diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dari beberapa jalan dengan sanad-sanad yang sahih. 

2. Hadis Awam.

وعن العوام بن حمزة قال سألت أبا عثمان عن القنوت في الصبح قال بعد الركوع قلت عمن قال عن أبي بكر وعمر وعثمان رضي الله تعالى عنهم. رواه البيهقي وقال هذا إسناد حسن ورواه البيهقي عن عمر أيضا من طرق 

Dari Awam bin Hamzah, dia berkata, "Saya bertanya kepada Abu Utsman tentang qunut subuh. Dia menjawab, 'Qunut subuh itu setelah ruku.' Aku bertanya lagi, 'Dari mana kamu tahu itu? Dari Abu Bakar, Umar, dan Ali radhiyallahu anhum. 

Hadis itu diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Dia menilai hadis ini sanadnya hasan. Al-Baihaqi juga meriwayatkan dari Umar dengan beberapa jalan.

3. Hadis Abdillah.

وعن عبد الله بن معقل - بفتح الميم وإسكان العين المهملة وكسر القاف - التابعي قال : قنت علي رضي الله عنه في الفجر رواه البيهقي وقال هذا عن علي صحيح مشهور 

Dari Abdillah bin Ma'qil, seorang tabiin, dia berkata, "Ali radhiyallahu anhu melakukan qunut subuh." Hadis ini diriwayatkan oleh al-Baihaqi. Dia berkata, "Hadis ini dari sahabat Ali sahih masyhur."

4. Hadis al-Barra.

وعن البراء رضي الله تعالى عنه : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يقنت في الصبح والمغرب رواه مسلم ورواه أبو داود وليس في روايته ذكر المغرب ولا يضر ترك الناس القنوت في صلاة المغرب لأنه ليس بواجب أو دل الاجماع على نسخه فيها 

Dari al-Barra radhiyallahu anhu, "Sesungguhnya Rasulullah SAW selalu melakukan qunut di Subuh dan Maghrib. Hadis riwayat Muslim. 

Sedangkan dari riwayat Abu Daud tidak ada lafadz Maghrib. Dan tidak mengapa meninggalkan qunut di salat Maghrib karena memang tidak wajib atau ijma ulama telah menasikh hukum tersebut.

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Subuh Arab, Latin, dan Terjemahan

Hadis-hadis yang digunakan sebagai dasar itu dinilai hadis sahih atau hasan. Semua itu sudah diklarifikasi oleh para hafidz, seperti al-Hakim, al-Baihaqi, Daruquthni, dan lainnya. 

Al-Hafidz adalah gelar yang sangat tinggi dalam dunia hadis. Mereka hafal dengan baik 100 ribu hadis matan dan sanadnya serta tahu jenis-jenis hadis, baik secara riwayat maupun diroyat. 

Perlu juga diketahui, masalah tashih hadits adalah masalah ijtihadiyah. Artinya, penilaian satu orang ahli hadis dengan ahli hadis lain kadang berbeda, tinggal dilihat saja pihak yang lebih berilmu dan lebih terpercaya. 

Baca juga: Beda Doa Qunut yang Dibaca Imam dan saat Salat Sendiri

Dalil menentang qunut subuh

Ulama-ulama lain yang tidak sependapat membawakan beberapa dalil untuk meruntuhkan pendapat dari madzhab Syafii. Namun bukan pendapat yang kuat bila tak mampu menjawab argumen-argumen dari pengkritik. 

Berikut dalil pendapat lain dan jawaban dari madzhab Syafii yang diwakili oleh al-Imam an-Nawawi.

1. Hadis Anas.

حديث أنس رضي الله عنه أن النبي صلى الله تعالي عليه وسلم قنت شهرا بعد الركوع يدعو على أحياء من العرب ثم تركه رواه البخاري ومسلم وفى صحيحهما

"Bahwasanya Nabi SAW melakukan qunut setelah ruku selama satu bulan. Beliau mendoakan kejelekan atas sebagian orang-orang Arab kemudian meninggalkannya." HR Bukhari-Muslim. 

Baca juga: Hukum belum Bayar Zakat Fitrah Menurut Empat Mazhab

Jawaban:

Adapun jawaban atas hadis Anas dan hadis Abu Hurairah yaitu hadis yang berbunyi kemudian Nabi meninggalkannya yaitu meninggalkan doa keburukan dan laknat atas orang-orang kafir, bukan meninggalkan qunutnya. Atau juga maksudnya ialah meninggalkan qunut di salat selain salat Subuh. 

Penafsiran ini sangat kuat, karena hadis Anas yang berbunyi, "Nabi tetap qunut subuh sampai wafat," merupakan hadis sahih dan jelas (eksplisit menunjukan qunut subuh). Karenanya, wajib dilakukan al-jam'u (kompromi) di antara dua hadits tersebut. Yang kami sebutkan ialah hasil kuat dari proses al-jam'u tersebut. 

Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdurrahman bin Mahdi, seorang Imam (ilmu hadis) bahwa dia berkata, "Yang ditinggalkan oleh Nabi adalah laknat." Tafsiran ini juga diperkuat oleh hadis Abu Hurairah di atas yang berbunyi, "Kemudian Nabi meninggalkan doa atas mereka."

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

2. Hadis Sa'd bin Thariq.

عن سعد بن طارق قال: قلت لأبي يا أبي إنك قد صليت خلف رسول الله صلي الله تعالي عليه وسلم وأبي بكر وعمر وعثمان وعلي فكانوا يقنتون في الفجر فقال أي بني فحدث. رواه النسائي والترمذي وقال حديث حسن صحيح 

Dari Sa'd bin Thariq, "Aku bertanya kepada ayahku, "Wahai ayah, sesungguhnya engkau telah salat di belakang Rasulullah SAW, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Apakah mereka melakukan qunut subuh? Ayah menjawab, "Wahai anakku itu perkara baru." HR Nasai dan Tirmidzi. Tirmidzi menilai hadis hasan sahih. 

Jawaban:

Adapun jawaban untuk hadis Sad bin Thariq bahwa riwayat orang-orang yang menetapkan (qunut) sangat banyak. Pada mereka ada tambahan informasi (dari sekedar hadis Sa'd bin Thoriq), sehingga wajib mengunggulkan riwayat mereka.

Baca juga: 37 Surat dalam Juz Amma dengan Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

3. Hadis Ibnu Mas'ud.

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال: ما قنت رسول الله صلى الله عليه وسلم في شئ من صلاته 

Dari Ibnu Mas'ud, "Rasulullah SAW tidak pernah melakukan qunut dalam salat."

Jawaban:

Jawaban atas hadis Ibnu Mas'ud yaitu hadis tersebut dhaif jiddan (sangat lemah), karena hadis tersebut dari riwayat Muhammad bin Jabir as-Sahmi, sedangkan dia adalah orang yang sangat lemah (hafalannya) juga matruk (tidak diambil riwayatnya). 

Juga karena hadis tersebut berbentuk nafyun (penafian) sedangkan hadits Anas ialah itsbat (penetapan). Karenanya, diunggulkan itsbat atas nafyun karena ada tambahan informasi.

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

4. Hadis Ibnu Umar.

عن أبي مخلد قال صليت مع ابن عمر رضي الله تعالى عنهما الصبح فلم يقنت فقلت له ألا أراك تقنت فقال ما احفظه 

Dari Abu Mukhlid, beliau berkata, "Aku salat subuh bersama Ibnu Umar radhiyallahu anhuma dan beliau tidak membaca doa qunut. Aku bertanya kepadanya, 'Mengapa engkau tidak berqunut?' Kemudian beliau berkata, "Saya tidak menghafalnya.'"

Jawaban:

Adapun hadis Ibnu Umar, dia tidak hafal tentang hadis qunut atau dia lupa. Sedangkan Anas, al-Barra bin Azib, dan selain mereka berdua mengingatnya. Karenanya, diunggulkan orang-orang yang hafal.

Baca juga: Makna Al-Mughni Dalil, Keutamaan Zikir, dan Cara Mengamalkannya

5. Hadis Ibnu Abbas.

عن ابن عباس رضي الله عنهما : القنوت في الصبح بدعة 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, "Qunut subuh itu bidah." 

Jawaban:

Jawaban atas hadis Ibnu Abbas yaitu hadis tersebut dhaif jiddan (sangat lemah). Hadis ini telah diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari riwayat Abi Laila al-Kufi, beliau berkomentar, "Hadis ini tidak sahih karena Abi Laila matruk (tidak diambil riwayatnya). Dan kami telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia melakukan qunut subuh."

Baca juga: Surat Ash-Shaffat Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, Keutamaan Membacanya

6. Hadis Ummu Salamah.

عن أم سلمة عن النبي صلى الله تعالي عليه وسلم أنه نهى عن القنوت في الصبح 

Dari Ummu Salamah, dari Nabi SAW bahwa Nabi melarang melakukan qunut subuh. 

Jawaban:

Jawaban atas hadis Ummu Salamah yaitu hadis tersebut lemah, karena berasal dari riwayat Muhammad bin Ya'la dari Anbasah bin Abdirohman dari Abdullah bin Nafi' dari ayahnya dari Ummu Salamah. 

Daruquthni berkata, "Mereka bertiga lemah dan juga tidak valid bahwa Nafi' mendengar dari Ummu Salamah."

Baca juga: Karakteristik Juz 24, 25, 26 Daftar Surat dan Kandungan Utamanya

7. Lainnya.

Hadis tentang qunut subuh itu dhaif. Ketua para ulama (maksudnya sahabat yaitu Thariq, ayah dari Sa'd) mengatakan bahwa qunut subuh itu bidah. 

Jawaban:

Telah disebutkan di atas bahwa sekelompok huffadz telah mengatakan tentang kesahihan hadis yang menjadi hujjah pendapat Madzhab Syafii. Perkara tashih hadits itu perkara ijtihadiyah, sehingga yang dikedepankan adalah sikap legowo. 

Apabila sahabat yang bernama Thariq ialah ketua para ulama, Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali merupakan ketua para Sahabat. Mereka semua, sebagaimana disebutkan dalam hadis Awam bin Hamzah dan hadis Abdullah bin Ma'qil yang dihukumi sebagai hadis hasan oleh al-Baihaqi, melakukan qunut subuh. 

Bagaimana pun persoalan qunut subuh merupakan masalah khilafiyah. Karenanya, kita dapat mengambil salah satu pendapat mazhab yang dinilai lebih kuat sambil menghormati pendapat lain yang berbeda. Wallahu a'lam. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya