Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Tarawih Dulu atau Ba'diyah Isya? Ini Urutan yang Benar Menurut Ulama

Media Indonesia
03/3/2026 20:10
Tarawih Dulu atau Ba'diyah Isya? Ini Urutan yang Benar Menurut Ulama
Ribuan umat muslim melaksanakan Salat Tarawih di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026).(MI/Usman Iskandar)

SALAT Tarawih merupakan salah satu syiar Islam yang paling dinantikan di bulan Ramadan. Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, Tarawih menjanjikan ampunan dosa bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan penuh keimanan.

Namun, ada pertanyaan sering muncul di kalangan jemaah, "Bagaimana hukumnya jika kita melaksanakan salat Tarawih terlebih dahulu sebelum salat sunah Ba'diyah Isya?" Berikut penjelasan Ustaz Muhammad Zainul Millah selaku pengasuh Pesantren Fathul Ulum Blitar yang dilansir dari NU Online.

Baca juga : Asmaul Husna Al-Muntaqim Makna, Dalil, dan Keutamaan Zikirnya

Hukum Tarawih sebelum Ba'diyah Isya

Melaksanakan salat Tarawih sebelum salat sunah Ba'diyah Isya hukumnya adalah diperbolehkan. Secara teknis, kedua salat sunah ini memiliki rentang waktu yang sama, yakni dimulai setelah pelaksanaan salat Isya hingga terbitnya fajar Shadiq (waktu Subuh).

Meski diperbolehkan, para ulama memberikan panduan mengenai mana yang lebih utama (afdhal) untuk dikerjakan terlebih dahulu. Berdasarkan pendapat yang kuat (Al-Ashah) dalam mazhab Syafi'i, yang lebih utama ialah mendahulukan salat Ba'diyah Isya baru kemudian melaksanakan Tarawih.

Baca juga : Niat Mengeluarkan Zakat Fitrah dan Doa bagi Pemberi Zakat

Penting: Salat sunah Rawatib (pendamping salat fardu) secara hierarki memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan salat Tarawih.

Urutan Keutamaan Shalat Sunnah

Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menjelaskan urutan prioritas salat sunah agar umat Islam dapat memilih ibadah yang paling besar pahalanya:

"Salat sunah yang paling utama ialah salat Idul Adha, lalu Idul Fitri, lalu gerhana matahari, lalu gerhana bulan, lalu salat minta hujan, lalu dua rakaat qabliyah subuh, lalu salat rawatib lain lalu salat tarawih, lalu salat dhuha..." (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in).

Baca juga: Zikir, Selawat, Doa Bilal dan Jemaah Tarawih 20 Rakaat

Berikut urutan keutamaan salat sunah:

1. Salat Idul Adha dan Idul Fitri.

2. Salat Gerhana (Matahari dan Bulan).

3. Salat Istisqa (Minta Hujan).

Baca juga: Tarawih 20 Rakaat Vs 8 Rakaat antara Umar bin Khattab dan Al-Bani

4. Salat Witir dan Dua Rakaat Fajar (Qabliyah Subuh).

5. Salat Rawatib Lain (Termasuk Ba'diyah Isya).

6. Salat Tarawih.

7. Salat Dhuha, dan seterusnya.

Baca juga: Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat dengan Cara Menjawab

Mengapa Rawatib Lebih Utama?

Terdapat beberapa alasan kuat para ulama menganjurkan untuk tidak melewatkan Ba'diyah Isya demi Tarawih:

1. Keteladanan Rasulullah SAW (Muwadzabah)

Imam Ar-Rafi’i dalam kitab Al-'Aziz menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat menjaga dan rutin (melanggengkan) salat sunah Rawatib. Sementara untuk Tarawih, Nabi tidak melakukannya secara terus-menerus di masjid untuk menunjukkan bahwa ibadah tersebut tidak bersifat wajib.

Baca juga: Doa setelah Salat Tarawih dan Salat Witir

2. Kaidah Waktu dan Kekuatan Anjuran

Dalam kaidah fiqih, jika ada dua ibadah berkumpul dalam satu waktu, didahulukan yang paling kuat anjurannya. Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Al-Majmu':

"Jika dua salat berkumpul dalam satu waktu yang bersamaan, didahulukan salat yang dikhawatirkan terlewatkan, lalu salat yang lebih kuat anjurannya."

Baca juga: Niat Salat Tarawih dan Witir, Sendiri atau Berjemaah

3. Pengecualian Ibadah Berjemaah

Umumnya, ibadah yang disyariatkan berjemaah lebih utama daripada yang sendirian. Namun, salat Tarawih adalah pengecualian. Meskipun Tarawih dilakukan berjemaah, kedudukan Rawatib sebagai penyempurna salat fardu tetap menjadikannya lebih utama untuk didahulukan.

Pandangan Ulama

Imam An-Nawawi dalam Minhajut Thalibin menegaskan bahwa meskipun Tarawih disunahkan berjemaah, mendahulukan Rawatib tetaplah yang paling benar (Al-Ashah).

Senada dengan itu, Syekh Al-Khathib As-Syirbini dalam Mughnil Muhtaj menyebutkan bahwa perbedaan pendapat ini hanya muncul jika kita menganggap Tarawih sunah berjemaah. Jika seseorang berpendapat Tarawih lebih baik sendiri, kedudukan Rawatib mutlak jauh lebih utama.

Baca juga: Doa Lailatul Qadar, Dialog Nabi dan Aisyah, Kenapa Pakai Afuw bukan Maghfirah

FAQ (People Also Ask)

1. Apakah boleh salat Ba'diyah Isya di sela-sela istirahat Tarawih?

Boleh, karena waktunya masih ada. Namun tetap lebih utama dilakukan sebelum memulai rakaat pertama Tarawih.

2. Bagaimana jika imam langsung memulai Tarawih setelah Isya?

Anda disarankan tetap melakukan Ba'diyah Isya terlebih dahulu secara cepat (khafif) agar tetap bisa menyusul jamaah Tarawih pada rakaat berikutnya.

Baca juga: Doa Menerima Zakat Fitrah Arab, Latin, dan Arti

3. Mana yang lebih utama, Tarawih atau Witir?

Berdasarkan urutan di kitab Fathul Mu'in, salat Witir memiliki kedudukan lebih utama dibandingkan salat Tarawih.

Kesimpulan

Berdasarkan argumentasi para ulama, anjuran terbaik bagi jemaah adalah melaksanakan salat sunah Ba'diyah Isya terlebih dahulu segera setelah salat Isya, kemudian baru bergabung dalam barisan salat Tarawih.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Bagi mereka yang langsung mengikuti Tarawih tanpa Ba'diyah Isya, ibadahnya tetap sah dan tidak salah, tetapi mereka kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keutamaan dari ibadah yang lebih tinggi tingkatannya dalam mazhab Syafi'i. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tetap menjaga salat Rawatib meskipun sedang dalam suasana Ramadan. Wallahu a’lam. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya