Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Doa Lailatul Qadar, Dialog Nabi dan Aisyah, Kenapa Pakai Afuw bukan Maghfirah

Media Indonesia
27/2/2026 21:32
Doa Lailatul Qadar, Dialog Nabi dan Aisyah, Kenapa Pakai Afuw bukan Maghfirah
Doa Lailatul Qadar.(Dok Istimewa)

PERNAHKAH Anda membayangkan rahasia apa yang dibisikkan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha saat menanti malam yang lebih agung dari seribu bulan alias Lailatul Qadar? Di tengah riuhnya persiapan sepuluh malam terakhir Ramadan, sering kali kita terjebak pada fenomena alam dan melupakan substansi utama yaitu dekrit pengampunan yang presisi.

Melalui literatur klasik Bulughul Maram, kita diajak membedah strategi mengejar Lailatul Qadar bukan sekadar dengan fisik yang terjaga, melainkan dengan manajemen kerinduan dan pemahaman mendalam atas instruksi Nabawi yang telah diwariskan ribuan tahun lalu. Berikut penjelasan lebih jauh yang dikutip dari akun dkislamiyah di Instagram.

Pertanyaan Cerdas Sang Pendidik Umat

Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha, sosok yang paling dekat dengan sumber wahyu, menunjukkan kelasnya sebagai Ibu para Pendidik. Beliau tidak menebak amalan dengan spekulasi, melainkan melakukan thalab (pencarian) ilmu langsung kepada Rasulullah SAW.

Beliau bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan di dalamnya?"

Ini merupakan metodologi santri sejati. Beliau mengajarkan bahwa menghadapi momentum besar memerlukan target yang jelas dan persiapan yang presisi. Tidak sekadar menunggu malam itu tiba, melainkan membekali diri dengan 'senjata' doa yang paling disukai Allah SWT.

Analisis Makna Al-'Afuww

Jawaban Rasulullah SAW mungkin mematahkan ekspektasi logis manusia yang mengira akan diberikan instruksi ritual yang panjang dan rumit. Alih-alih meresepkan wirid ribuan kali, beliau menginstruksikan satu formula komprehensif yang singkat tetapi menembus langit:

قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Beliau bersabda: Ucapkanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai kemaafan, maka maafkanlah aku."

Secara morfologi (ilmu Shorof), diksi 'Afuww berakar dari sighat mubalaghah (bentuk superlatif/sangat). Para ulama membedakan makna ini dari Maghfirah (ampunan biasa):

  • Maghfirah: Adalah ampunan di mana Allah menutupi dosa hamba-Nya agar tidak dipermalukan. Namun catatan dosa tersebut masih ada di buku amal.
  • 'Afuww: Adalah penghapusan dosa secara total dari catatan amal hingga tak berbekas sama sekali, seolah-olah perbuatan dosa tersebut tidak pernah terjadi.

Baca juga: Perbedaan Lailatul Miraj dan Lailatul Qadr Sejarah, Makna, dan Keutamaannya

Informasi Penting: Mengapa kemaafan mutlak ('Afaf) menjadi puncak permintaan? Hati yang masih memiliki residu dosa tidak akan mampu menampung agungnya tajalli (manifestasi cahaya) malam 1.000 bulan. Hati harus dinolkan kembali agar siap menerima keberkahan penuh.

Otoritas Referensi: Kitab Bulughul Maram

Kajian mendalam mengenai teks fundamental ini dapat kita rujuk dan verifikasi langsung pada Kitab Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H). Kitab ini merupakan rujukan utama dalam fiqh mazhab Syafi'i yang disusun secara tematis.

Al-Hafizh Ibnu Hajar membatasi takhrij hadits dalam kitab ini merujuk pada periwayatan tujuh Imam ahli hadits utama yaitu Ahmad, al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Turmudzi, dan an-Nasa'i. Membaca dari cetakan yang mu'tamad (terpercaya) adalah wujud adab kita dalam menjaga transmisi keilmuan Islam.

Baca juga: Tiga Tingkatan Menghidupkan Lailatul Qadar, Apa saja Amalan Mereka

Kesimpulan: Memastikan Lisan Menggema

Waktu sepuluh malam terakhir terus bergulir, dan kesempatan ini terlalu mahal untuk dilewatkan hanya dengan euforia fisik tanpa isi ruhani. Menargetkan Lailatul Qadar adalah tentang memastikan lisan kita menggemakan apa yang diajarkan lisan suci Nabi SAW dengan pemahaman dan kelembutan hati.

Mari siapkan doa ini di dalam dada kita. Semoga Allah SWT mengizinkan kita mencecap manisnya pengampunan-Nya di malam mulia tersebut. Aamiin Yaa Rabbal 'aalamiin.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

FAQ Seputar Doa Lailatul Qadar

  1. Kapan waktu terbaik membaca doa Lailatul Qadar? Doa ini sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, terutama saat melakukan itikaf.
  2. Apakah boleh membaca doa lain selain doa tersebut? Tentu boleh, tetapi doa yang diajarkan Nabi ﷺ kepada Sayyidah Aisyah adalah doa yang paling utama dan komprehensif untuk malam tersebut.
  3. Apa keutamaan 'Afuww dibandingkan Maghfirah? 'Afuww berarti penghapusan dosa hingga bersih total dari catatan malaikat, sedangkan Maghfirah adalah penutupan dosa. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya