Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Haid di Malam Ganjil? Jangan Bersedih, Ini 5 Hal yang Tetap Bisa Dilakukan untuk Meraih Pahala Lailatul Qadar

 Gana Buana
16/3/2026 21:52
Haid di Malam Ganjil? Jangan Bersedih, Ini 5 Hal yang Tetap Bisa Dilakukan untuk Meraih Pahala Lailatul Qadar
Wanita Haid di malam ganjil Ramadan.(Freepik)

DATANGNYA haid pada malam-malam terakhir Ramadan sering membuat sebagian perempuan merasa sedih. Terlebih jika haid terjadi tepat di malam ganjil, yang diyakini memiliki peluang besar sebagai malam Lailatul Qadar.

Pada malam istimewa tersebut, umat Islam biasanya berlomba-lomba memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, i’tikaf, hingga berdoa sepanjang malam.

Namun bagi perempuan yang sedang haid, beberapa ibadah memang tidak dapat dilakukan, seperti salat dan puasa. Kondisi ini terkadang menimbulkan kekhawatiran seolah kesempatan meraih pahala besar di malam-malam terakhir Ramadan menjadi berkurang.

Padahal dalam ajaran Islam, haid adalah kondisi alami yang diberikan Allah kepada perempuan dan bukan sebuah kekurangan dalam beribadah. Banyak ulama menegaskan bahwa perempuan yang sedang haid tetap memiliki kesempatan besar untuk memperoleh pahala dengan berbagai amalan lain yang dianjurkan.

Karena itu, tidak perlu bersedih jika haid datang pada malam ganjil Ramadan. Ada sejumlah amalan yang tetap dapat dilakukan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Berikut beberapa di antaranya.

1. Memperbanyak Doa Lailatul Qadar

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah memperbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA.

Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah tentang doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Rasulullah kemudian mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa fu anni.

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini dapat dibaca kapan saja, termasuk ketika seorang wanita sedang haid. Bahkan, malam-malam ganjil Ramadan menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, karena pada waktu tersebut Allah membuka pintu ampunan dan rahmat bagi hamba-Nya.

2. Memperbanyak Dzikir kepada Allah

Perempuan yang sedang haid tetap dapat memperbanyak dzikir atau mengingat Allah. Dzikir termasuk ibadah yang tidak memiliki batasan kondisi tertentu sehingga dapat dilakukan kapan saja.

Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain:

سُبْحَانَ اللَّهِ

(Subhanallah)

الْحَمْدُ لِلَّهِ

(Alhamdulillah)

اللَّهُ أَكْبَرُ

(Allahu Akbar)

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

(Astaghfirullah)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

(Allahumma shalli ‘ala Muhammad)

Dengan memperbanyak dzikir, hati akan menjadi lebih tenang dan semakin dekat dengan Allah. Dzikir juga menjadi cara sederhana namun sangat bernilai dalam meningkatkan kualitas ibadah, terutama pada malam-malam penuh keberkahan.

3. Mendengarkan atau Mempelajari Al-Qur’an

Walaupun sebagian ulama berpendapat wanita haid tidak membaca mushaf Al-Qur’an secara langsung, ada banyak cara lain untuk tetap berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Misalnya dengan:

  • mendengarkan tilawah Al-Qur’an
  • mengikuti kajian tafsir
  • membaca terjemahan Al-Qur’an
  • mempelajari makna dan kandungan ayat

Kegiatan tersebut tetap termasuk bagian dari mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan memahami makna Al-Qur’an dapat memberikan dampak spiritual yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an juga menjadi salah satu cara untuk merasakan suasana spiritual yang lebih kuat.

4. Memperbanyak Sedekah dan Amal Kebaikan

Selain ibadah yang bersifat spiritual, Islam juga sangat menganjurkan amal sosial seperti sedekah dan membantu sesama.

Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Banyak bentuk kebaikan yang dapat dilakukan, misalnya:

  • memberikan makanan berbuka puasa
  • membantu orang yang membutuhkan
  • berdonasi untuk kegiatan sosial
  • berbagi kepada keluarga dan tetangga
  • membantu pekerjaan rumah tangga orang tua

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang paling dermawan, terutama pada bulan Ramadan. Karena itu, memperbanyak sedekah di bulan suci ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.

Bahkan dalam banyak riwayat disebutkan bahwa sedekah dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan dilipatgandakannya pahala.

5. Memperbanyak Istighfar dan Muhasabah Diri

Sepuluh malam terakhir Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.

Perempuan yang sedang haid dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk:

  • memperbanyak istighfar
  • merenungkan perjalanan hidup
  • memperbaiki niat dan tujuan hidup
  • memohon ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan

Istighfar merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kalimat istighfar yang sederhana seperti:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

(Astaghfirullahal ‘azhim)

memiliki makna yang sangat dalam, yaitu memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan.

Dengan memperbanyak istighfar, seorang hamba diharapkan dapat kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersih dan penuh keikhlasan.

Haid bukan Penghalang Meraih Lailatul Qadar

Perlu dipahami bahwa haid adalah ketetapan Allah yang tidak bisa dihindari oleh perempuan. Karena itu, kondisi ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa kehilangan kesempatan meraih pahala di bulan Ramadan.

Islam sebagai agama yang penuh rahmat memberikan banyak jalan ibadah yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Dengan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, serta amal kebaikan lainnya, perempuan yang sedang haid tetap dapat meraih keberkahan malam-malam terakhir Ramadan.

Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan hati dan tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang diperbolehkan.

Sebab pada akhirnya, nilai ibadah tidak hanya terletak pada banyaknya amalan yang dilakukan, tetapi juga pada keikhlasan dan ketulusan hati dalam beribadah kepada-Nya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Renungan Ramadan
Cahaya Hati
Tafsir Al-Misbah