Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DATANGNYA haid pada malam-malam terakhir Ramadan sering membuat sebagian perempuan merasa sedih. Terlebih jika haid terjadi tepat di malam ganjil, yang diyakini memiliki peluang besar sebagai malam Lailatul Qadar.
Pada malam istimewa tersebut, umat Islam biasanya berlomba-lomba memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, i’tikaf, hingga berdoa sepanjang malam.
Namun bagi perempuan yang sedang haid, beberapa ibadah memang tidak dapat dilakukan, seperti salat dan puasa. Kondisi ini terkadang menimbulkan kekhawatiran seolah kesempatan meraih pahala besar di malam-malam terakhir Ramadan menjadi berkurang.
Padahal dalam ajaran Islam, haid adalah kondisi alami yang diberikan Allah kepada perempuan dan bukan sebuah kekurangan dalam beribadah. Banyak ulama menegaskan bahwa perempuan yang sedang haid tetap memiliki kesempatan besar untuk memperoleh pahala dengan berbagai amalan lain yang dianjurkan.
Karena itu, tidak perlu bersedih jika haid datang pada malam ganjil Ramadan. Ada sejumlah amalan yang tetap dapat dilakukan untuk meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.
Berikut beberapa di antaranya.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan adalah memperbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA.
Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah tentang doa yang sebaiknya dibaca jika bertemu dengan malam Lailatul Qadar. Rasulullah kemudian mengajarkan doa berikut:
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa fu anni.
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini dapat dibaca kapan saja, termasuk ketika seorang wanita sedang haid. Bahkan, malam-malam ganjil Ramadan menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, karena pada waktu tersebut Allah membuka pintu ampunan dan rahmat bagi hamba-Nya.
Perempuan yang sedang haid tetap dapat memperbanyak dzikir atau mengingat Allah. Dzikir termasuk ibadah yang tidak memiliki batasan kondisi tertentu sehingga dapat dilakukan kapan saja.
Beberapa dzikir yang dianjurkan antara lain:
(Subhanallah)
(Alhamdulillah)
(Allahu Akbar)
(Astaghfirullah)
(Allahumma shalli ‘ala Muhammad)
Dengan memperbanyak dzikir, hati akan menjadi lebih tenang dan semakin dekat dengan Allah. Dzikir juga menjadi cara sederhana namun sangat bernilai dalam meningkatkan kualitas ibadah, terutama pada malam-malam penuh keberkahan.
Walaupun sebagian ulama berpendapat wanita haid tidak membaca mushaf Al-Qur’an secara langsung, ada banyak cara lain untuk tetap berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Misalnya dengan:
Kegiatan tersebut tetap termasuk bagian dari mendekatkan diri kepada Allah. Bahkan memahami makna Al-Qur’an dapat memberikan dampak spiritual yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an juga menjadi salah satu cara untuk merasakan suasana spiritual yang lebih kuat.
Selain ibadah yang bersifat spiritual, Islam juga sangat menganjurkan amal sosial seperti sedekah dan membantu sesama.
Sedekah tidak selalu harus berupa uang. Banyak bentuk kebaikan yang dapat dilakukan, misalnya:
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang paling dermawan, terutama pada bulan Ramadan. Karena itu, memperbanyak sedekah di bulan suci ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
Bahkan dalam banyak riwayat disebutkan bahwa sedekah dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa dan dilipatgandakannya pahala.
Sepuluh malam terakhir Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
Perempuan yang sedang haid dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk:
Istighfar merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kalimat istighfar yang sederhana seperti:
(Astaghfirullahal ‘azhim)
memiliki makna yang sangat dalam, yaitu memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan.
Dengan memperbanyak istighfar, seorang hamba diharapkan dapat kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersih dan penuh keikhlasan.
Perlu dipahami bahwa haid adalah ketetapan Allah yang tidak bisa dihindari oleh perempuan. Karena itu, kondisi ini tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa kehilangan kesempatan meraih pahala di bulan Ramadan.
Islam sebagai agama yang penuh rahmat memberikan banyak jalan ibadah yang dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Dengan memperbanyak doa, dzikir, sedekah, serta amal kebaikan lainnya, perempuan yang sedang haid tetap dapat meraih keberkahan malam-malam terakhir Ramadan.
Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan hati dan tetap berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang diperbolehkan.
Sebab pada akhirnya, nilai ibadah tidak hanya terletak pada banyaknya amalan yang dilakukan, tetapi juga pada keikhlasan dan ketulusan hati dalam beribadah kepada-Nya. (Z-10)
Tak sempat berlama-lama ibadah? Ini panduan ibadah tanpa sajadah untuk kamu yang sibuk namun tetap ingin meraih berkah malam seribu bulan, Lailatul Qadar.
Kerja shift malam saat Ramadan tidak menghalangi meraih Lailatul Qadar. Simak tips ibadah praktis bagi pekerja malam agar tetap mendapat keutamaannya.
Dalam Al-Qur'an Surah Al-Qadr, Allah SWT menegaskan bahwa malam ini lebih baik dari seribu bulan, di mana ibadah yang dilakukan memiliki nilai pahala setara dengan beribadah selama lebih
Temukan 3 amalan doa Lailatul Qadar terbaik sesuai sunnah lengkap dengan teks Arab, Latin, dan maknanya untuk meraih keberkahan malam seribu bulan.
Kumpulan 25 doa Lailatul Qadar yang mustajab sesuai sunnah. Lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya untuk meraih keberkahan malam seribu bulan.
Dokter dan peneliti kesehatan reproduksi menyebut, perasaan haid berhenti setelah keramas lebih berkaitan dengan persepsi tubuh, bukan perubahan biologis.
Ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi siklus menstruasi, termasuk stres, perubahan berat badan, atau kondisi medis tertentu. Namun, jika haid telat dalam waktu yang lama
Terdapat mekanisme agar selama ibadah haji tidak haid, biasanya yang umum dilakukan adalah menundanya dengan mengonsumsi obat hormon.
Perempuan di Indonesia masih merasa malu atau enggan membicarakan topik seputar menstruasi atau gangguan reproduksi yang berakibat pada kesehatan di masa mendatang.
Hari pertama menstruasi dihitung dari hari di mana darah keluar dalam jumlah yang banyak, bukan dalam bentuk bercak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved