Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Perbedaan Lailatul Mi'raj dan Lailatul Qadr: Sejarah, Makna, dan Keutamaannya

Wisnu Arto Subari
16/1/2026 20:45
Perbedaan Lailatul Mi'raj dan Lailatul Qadr: Sejarah, Makna, dan Keutamaannya
Ilustrasi.(Freepik)

SECARA bahasa, Lail atau Lailah berarti malam. Namun, dalam peristiwa Lailatul Mi'raj dan Lailatul Qadr, kata malam tersebut merujuk pada dua peristiwa besar yang mengubah arah sejarah peradaban manusia.

Perbedaan mendasar keduanya terletak pada arah perjalanan spiritual. Lailatul Mi'raj adalah perjalanan hamba menuju Sang Pencipta (naik). Lailatul Qadr adalah turunnya rahmat dan petunjuk dari Sang Pencipta kepada manusia (turun).

1. Sejarah dan Peristiwa Utama

Lailatul Mi'raj merujuk pada bagian kedua dari peristiwa besar Isra Mi'raj. Setelah melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra), Nabi Muhammad SAW diangkat ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini terjadi pada periode Mekah, tepatnya saat Nabi sedang mengalami masa kesedihan (Amul Huzni) setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib. Inti dari peristiwa ini adalah pertemuan langsung Rasulullah dengan Allah SWT untuk menerima perintah salat lima waktu.

Lailatul Qadr, di sisi lain, adalah malam di mana Allah SWT pertama kali menurunkan Al-Qur'an dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia), sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Malam ini juga dikenal sebagai malam penetapan (takdir) segala urusan manusia untuk satu tahun ke depan.

2. Waktu Terjadi

Perbedaan yang paling mencolok bagi masyarakat umum adalah waktu peringatannya:

  • Lailatul Mi'raj: Umumnya diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Ini adalah tanggal yang tetap dalam kalender Hijriah berdasarkan tradisi sejarah yang kuat di Indonesia dan banyak negara Muslim lain.
  • Lailatul Qadr: Terjadi pada bulan Ramadan. Waktu pastinya dirahasiakan oleh Allah SWT. Namun Nabi Muhammad SAW memberikan petunjuk bahwa malam mulia ini jatuh pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan (malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29).

3. Tabel Perbandingan: Lailatul Mi'raj vs Lailatul Qadr

Aspek Perbedaan Lailatul Mi'raj Lailatul Qadr
Waktu 27 Rajab 10 Hari Terakhir Ramadan
Peristiwa Utama Nabi Muhammad naik ke Sidratul Muntaha Turunnya Al-Qur'an ke langit dunia
Hasil Peristiwa Perintah Salat 5 Waktu Wahyu pertama Al-Qur'an
Keutamaan Malam kemuliaan Nabi (Tasliyah) Malam yang lebih baik dari 1000 bulan
Simbolisme Perjalanan Vertikal (Hamba ke Tuhan) Penurunan Rahmat (Tuhan ke Bumi)

4. Keutamaan Spiritual bagi Umat Islam

Keutamaan Lailatul Mi'raj terletak pada pengingat akan pentingnya salat. Salat adalah Mi'raj-nya orang mukmin. Melalui salat kita berkomunikasi langsung dengan Allah. Malam ini menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah wajib kita.

Sementara itu, Lailatul Qadr memiliki keutamaan yang disebutkan secara eksplisit dalam Surah Al-Qadr, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Beribadah pada malam tersebut nilainya setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun. Pada malam ini, para malaikat termasuk Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengatur segala urusan dan menebarkan kedamaian hingga terbit fajar.

5. Amalan yang Dianjurkan

Amalan Lailatul Mi'raj (Rajab):

  • Memperbanyak salat sunnah dan memperbaiki kekhusyukan salat wajib.
  • Membaca sejarah (sirah) Nabi untuk mempertebal cinta kepada Rasulullah.
  • Berpuasa sunnah di bulan Rajab sebagai bentuk syukur.

Amalan Lailatul Qadr (Ramadan):

  • Melakukan Iktikaf (berdiam diri di masjid) pada 10 hari terakhir Ramadan.
  • Memperbanyak bacaan Al-Qur'an dan tadabur maknanya.
  • Membaca doa khusus, "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah aku).

People Also Ask (FAQ)

Apakah Lailatul Mi'raj dan Isra Mi'raj itu sama?
Lailatul Mi'raj adalah bagian dari rangkaian peristiwa Isra Mi'raj. Isra adalah perjalanan horizontal (Makkah ke Palestina), sedangkan Mi'raj adalah perjalanan vertikal (Palestina ke Sidratul Muntaha).
Mengapa waktu Lailatul Qadr dirahasiakan?
Para ulama berpendapat agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam sepuluh hari terakhir Ramadan, bukan hanya fokus pada satu malam saja.
Manakah yang lebih utama bagi umat Islam?
Keduanya memiliki dimensi kemuliaan yang berbeda. Lailatul Mi'raj adalah tonggak ibadah (salat), sedangkan Lailatul Qadr adalah tonggak pedoman hidup (Al-Qur'an). Keduanya wajib dihormati dan dijadikan momentum peningkatan iman.

Panduan Praktis Menjemput Keberkahan Malam Mulia

Berikut adalah panduan praktis agar Anda tidak melewatkan keberkahan kedua malam ini:

  • Tandai Kalender: Pastikan Anda mengetahui kapan 27 Rajab dan kapan mulai memasuki 10 hari terakhir Ramadan.
  • Persiapan Fisik: Jaga kesehatan agar bisa bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan salat Tahajud.
  • Manajemen Niat: Niatkan setiap amalan semata-mata karena Allah, bukan sekadar mengikuti tradisi tahunan.
  • Sedekah: Perbanyak sedekah di kedua waktu mulia ini karena pahalanya dilipatgandakan.

Kesimpulan

Lailatul Mi'raj dan Lailatul Qadr adalah dua pilar penting dalam sejarah Islam yang masing-masing membawa pesan besar. Lailatul Mi'raj mengajarkan kita tentang pentingnya hubungan vertikal dengan Allah melalui salat, sementara Lailatul Qadr mengingatkan kita akan agungnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup.

Dengan memahami perbedaan keduanya, diharapkan kita dapat menyambut setiap malam mulia tersebut dengan persiapan batin yang lebih matang dan amalan yang lebih berkualitas.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik