Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Apa Perbedaan Mendasar Jin, Iblis, dan Setan dalam Islam?

Wisnu Arto Subari
09/1/2026 09:12
Apa Perbedaan Mendasar Jin, Iblis, dan Setan dalam Islam?
Ilustrasi.(Freepik)

DALAM percakapan sehari-hari, istilah jin, iblis, dan setan sering kali digunakan secara bergantian. Banyak masyarakat menganggap ketiganya adalah entitas yang sama persis: makhluk gaib yang jahat dan menakutkan. Padahal, dalam teologi Islam dan kajian bahasa Arab (etimologi), ketiga istilah ini memiliki definisi, asal usul, dan karakteristik yang sangat berbeda.

Memahami perbedaan ini bukan sekadar masalah istilah, melainkan bagian penting dari akidah untuk mendudukkan posisi makhluk-makhluk Allah SWT sesuai dengan dalil Al-Qur'an dan Sunnah. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai perbedaan antara jin, iblis, dan setan yang telah divalidasi kebenarannya.

1. Jin: Nama Jenis Makhluk (Spesies)

Secara etimologi, kata Jin berasal dari akar kata bahasa Arab janna yang berarti tertutup, tersembunyi, atau terhalang. Dinamakan demikian karena keberadaan mereka tertutup dari pandangan mata manusia biasa dalam dimensi normal.

Baca juga: Sembilan Nama Setan dan Tugas Mereka Menurut Syekh Nawawi Al-Bantani

Dalam hierarki ciptaan Allah SWT, jin adalah nama jenis makhluk (spesies), sama seperti istilah manusia atau malaikat. Jin diciptakan sebelum manusia dan memiliki materi dasar penciptaan yang berbeda.

  • Asal Usul: Diciptakan dari nyala api yang sangat panas dan tak berasap (marij min nar). Hal ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Ar-Rahman ayat 15: "Dan Dia menciptakan jin dari nyala api."
  • Sifat Dasar: Seperti manusia, jin diberi akal, nafsu, dan kehendak bebas (free will). Mereka bisa memilih untuk beriman (Muslim) atau kafir.
  • Kehidupan: Jin memiliki kehidupan sosial layaknya manusia. Mereka makan, minum, berkeluarga, memiliki keturunan, dan akan mengalami kematian (ajal).

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56)

2. Iblis: Nama Oknum (Individu Khusus)

Jika jin adalah nama bangsanya (spesies), maka Iblis adalah nama personal (oknum). Iblis bisa diibaratkan sebagai bapak moyang dari golongan jin yang sesat. Namun ia bukanlah bapak seluruh jin (seperti Adam bagi manusia), melainkan pemimpin pembangkangan.

Baca juga: Tafsir tentang Istiadzah Memohon Perlindungan dari Setan

Secara bahasa, Iblis diambil dari kata ablasa yang bermakna putus asa atau diam karena sedih dan bingung. Iblis berputus asa dari rahmat Allah SWT karena kesombongannya.

  • Kasus Pembangkangan: Iblis awalnya adalah jin yang sangat taat (bernama Azazil menurut sebagian riwayat tafsir) yang beribadah bersama para malaikat. Namun, ketika Allah memerintahkan sujud penghormatan kepada Adam, Iblis menolak karena merasa materinya (api) lebih mulia daripada tanah.

Baca juga: Asal Usul Malaikat Menurut Islam Makhluk Cahaya yang Tercipta sebelum Adam

  • Status: Iblis adalah makhluk yang dilaknat Allah secara spesifik dan divonis kafir.
  • Umur Panjang: Berbeda dengan jin biasa yang mati sesuai ajalnya, Iblis meminta penangguhan umur (munzharin) hingga waktu yang ditentukan (Hari Kiamat/Sangkakala Pertama) untuk menyesatkan manusia.

Dalil bahwa Iblis berasal dari golongan jin (bukan malaikat yang jatuh) terdapat dalam QS. Al-Kahfi ayat 50: "...kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya."

Baca juga: Iblis Pernah Menjerit Kesakitan Empat Kali, Kapan Saja

3. Setan: Sifat atau Predikat Jahat

Inilah istilah yang paling sering disalahpahami. Setan (syaithan) bukanlah nama spesies makhluk, melainkan sifat, predikat, atau gelar.

Secara bahasa, kata syaithan berasal dari kata syathana yang berarti jauh (jauh dari kebenaran/rahmat Allah) atau terbakar. Dalam terminologi Islam, setan adalah sebutan bagi siapa saja yang membangkang, durhaka, dan mengajak pada kekafiran.

Baca juga: Tafsir Shad Ayat 75-76 Iblis Tolak Sujud kepada Nabi Adam

Yang mengejutkan bagi sebagian orang, istilah setan dalam Al-Qur'an tidak hanya merujuk pada jin yang jahat, tetapi juga bisa merujuk pada manusia yang memiliki sifat jahat/penggoda.

  • Lingkup: Setan bisa berasal dari golongan jin (termasuk Iblis dan keturunannya) dan golongan manusia.
  • Fungsi: Menggoda, membisikkan kejahatan (waswas), dan menghalangi perbuatan baik.

Hal ini dipertegas dalam surat terakhir dalam Al-Qur'an, QS. An-Nas ayat 6:

"(Setan) dari (golongan) jin dan manusia." (Minal jinnati wan-naas)

Juga dalam QS. Al-An'am ayat 112, Allah menyebutkan adanya setan jenis manusia dan jin (Syayathin al-insi wal-jinn).

Baca juga: Doa Mustajab Membakar dan Mengusir Jin Praktik Spiritual

Tabel Perbandingan Ringkas

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah tabel perbedaan utama antara ketiganya:

Aspek Jin Iblis Setan
Definisi Nama jenis makhluk (spesies) gaib. Nama individu (oknum pembangkang). Sifat jahat/predikat pembangkang.
Asal Materi Api (nyala api). Api (karena dia bagian dari Jin). Bisa Api (Jin) atau Tanah (Manusia).
Status Keimanan Ada yang Muslim, ada yang Kafir. Pasti Kafir (dilaknat). Pasti Kafir/Durhaka.
Kematian Mati seperti makhluk hidup biasa. Ditangguhkan hingga Sangkakala Pertama. Mati (jika manusia/jin biasa).

Kesimpulan

Memahami perbedaan ini membantu kita meluruskan cara pandang terhadap alam gaib. Jin adalah makhluk yang hidup berdampingan di dimensi lain dengan kehendak bebas.

Iblis adalah oknum jin spesifik yang menjadi musuh utama manusia karena dendam sejarahnya kepada Adam. Sedangkan setan adalah gelar bagi siapa saja, baik jin maupun manusia, yang berperilaku jahat dan menyesatkan orang lain.

Sebagai seorang Muslim, kewajiban kita adalah berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, baik yang berwujud gaib maupun yang nyata di sekitar kita.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya