Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib atau mandi junub adalah proses pembersihan fisik yang bersifat wajib bagi umat Islam.
Mandi wajib bertujuan membersihkan tubuh dan menyucikannya kembali dari hadas besar menurut mazhab Hanafi dan Syafi'i.
Itu wajib dilakukan setelah seseorang mengalami keadaan tertentu seperti bertemunya dua kemaluan atau berhubungan badan dan air mani keluar maupun tidak keluar serta berhentinya haid atau nifas.
Baca juga: Lima Anggota Badan Diabaikan, Mandi Junub tidak Sah
Dalam pelaksanaanya, ada cara tertentu yang harus dilakukan saat mandi wajib, khususnya wanita.
Tata cara mandi wajib wanita
.jpg)
Bacaan niat mandi junub wanita berbeda-beda tergantung kegiatan yang dilakukan atau dialami.
Baca juga: Bersiwak saat Wudu dan Dalilnya
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Bacaan latin, "Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'ala."
Artinya, "Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Ta'ala."
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Bacaan latin, "Nawaitul ghusla lifraf il hadatsil akbari minal haidil lillahi ta'ala."
Baca juga: Tata Cara Tayamum Niat, Doa, dan Rukun
Artinya, "Saya berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta'ala."
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى
Bacaan latin, "Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi ta'ala."
Artinya, "Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala."
Menyuci rambut dengan sampo tidak diwajibkan dalam mandi junub. Ini karena rukun mandi junub yaitu niat dan membasuh tubuh dengan air secara merata.
Dalil tentang mandi wajib dalam agama Islam terdapat dalam Al-Quran dan hadis. Berikut beberapa ayat dan hadis yang berkaitan dengan mandi wajib:
1. Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 6:
"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub, maka mandilah." Ayat ini menunjukkan bahwa mandi wajib harus dilakukan bagi orang yang junub sebelum melakukan shalat.
2. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim:
"Mandi itu wajib atas setiap orang yang mengalami hadas besar." Hadas besar termasuk dalam kategori mandi wajib, dan hadis ini menunjukkan kewajiban mandi wajib bagi orang yang mengalami hadas besar, seperti setelah bersetubuh, haid, nifas, melahirkan, atau menyentuh mayat.
3. Hadis riwayat Muslim:
"Mandi Jumat itu wajib atas setiap orang yang baligh, berakal, dan tidak sakit." Hadis ini menunjukkan kewajiban mandi wajib bagi orang yang ingin melaksanakan shalat Jumat.
Ayat dan hadis tersebut menjadi dalil yang mendasari kewajiban mandi wajib dalam agama Islam bagi orang yang mengalami hadas besar atau hendak melaksanakan shalat Jumat, serta menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian dalam menjalankan ibadah.
Membersihkan diri dari hadas besar: Mandi wajib dilakukan oleh orang Islam setelah mengalami hadas besar, seperti setelah melakukan hubungan suami istri, haid, nifas, melahirkan atau setelah bercampur dengan mayat.
Hal ini dilakukan untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual agar kembali suci dan dapat beribadah dengan baik.
1. Menjaga kesehatan dan kebersihan
Mandi wajib juga memiliki tujuan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh, sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
2. Merupakan bagian dari ibadah
Mandi wajib juga merupakan bagian dari ibadah dalam agama Islam. Dengan melakukan mandi wajib, seseorang memenuhi salah satu syarat untuk melakukan ibadah seperti shalat, puasa, dan lain-lain.
4. Meningkatkan kesadaran spiritual
Mandi wajib dapat membantu meningkatkan kesadaran spiritual seseorang.
Saat mandi wajib, seseorang harus fokus pada proses pembersihan dan membersihkan diri secara menyeluruh, sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan kebersihan rohani.
Mandi wajib memiliki tujuan yang penting dalam agama Islam, baik dari segi kesehatan, kebersihan, maupun keagamaan.
(OL-14)
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Mandi wajib (mandi junub) adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar yang menyebabkan seseorang tidak boleh shalat, thawaf, menyentuh mushaf (menurut banyak pendapat), dan ibadah lainnya.
Pelajari niat mandi wajib, bacaan Arab, Latin, tata cara, dan dalil Al-Qur'an serta hadits. Mudah dipahami untuk umat Islam.
Simak panduan lengkap tata cara mandi wajib (junub) yang benar sesuai syariat. Ketahui niat mandi besar setelah haid, nifas, atau berhubungan intim agar ibadah sah dan suci.
Panduan lengkap Mandi Junub (Mandi Wajib). Pahami 2 Rukun wajib, niat, dan sunnah penyempurna agar ibadah Anda (Shalat, Thawaf, dll.) sah.
Mandi wajib merupakan bentuk bersuci yang diwajibkan dalam Islam sebagai syarat sah ibadah tertentu. Tanpa mandi wajib, ibadah seperti sholat tidak sah.
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved