Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TAYAMUM adalah suatu ritual yang dilakukan oleh seorang Muslim dalam menyucikan diri dari hadas besar dan hadas kecil dengan menggunakan pasir dan batu. Berikut niat serta tata caranya.
نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى
Bacaan latin: Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta'ala
Artinya: Aku berniat tayamum agar diperbolehkan sholat karena Allah.
Baca juga: Lima Anggota Badan Diabaikan, Mandi Junub tidak Sah
1. Sudah masuk waktu salat tetapi tidak dapat menemukan sumber air.
2. Menggunakan debu atau tanah yang suci.
3. Melakukan tayamum sesuai dengan tata cara yang benar dan baik.
4. Menghadap arah kiblat.
Baca juga: Tata Cara Mandi Wajib Wanita setelah Haid dan Berhubungan Intim
1. Gunakan debu atau pasir yang bersih, jangan pasir yang telah digunakan berkali kali.
2. Disunahkan menghadap kiblat. Jari-jari tangan dirapatkan pada saat menyentuh debu.
3. Saat menyentuh debu atau pasir, bacakan niat tayamum.
4. Setelah membacakan niat, usapkan debu di tangan ke permukaan wajah.
5. Telapak tangan kembali menyentuh debu. Kali ini jari tangan direnggangkan, lalu tengadahkan kedua telapak tangan dengan posisi telapak tangan kanan di atas tangan kiri.
Baca juga: Laki-Laki di Surga Dapat Bidadari, Perempuan Peroleh Apa?
6. Rapatkan jari-jari tangan dan usahakan ujung jari kanan tidak keluar dari telunjuk jari kiri.
7. Usapkan telapak tangan kiri ke punggung lengan kanan sampai ke bagian siku. Lalu, balikkan telapak tangan kiri tersebut ke bagian dalam lengan kanan, kemudan usapkan hingga ke bagian pergelangan.
8. Usapkan bagian dalam jempol kiri ke bagian punggung jempol kanan. Selanjutnya, lakukan hal yang sama pada tangan kiri.
9. Pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya.
Baca juga: Agar Anak Terhindar Zina, Bacakan Dua Surat Al-Quran Ini
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Artinya: Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertaubat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu. (OL-14)
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Berikut jadwal imsakiyah Jakarta Rabu, 18 Februari 2026 lengkap dengan waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Catat waktu imsak 04.33 WIB dan buka puasa 18.18 WIB.
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Pelajari pentingnya niat puasa Ramadan, kapan harus dilakukan, dan cara meniatkan puasa agar ibadah sah dan penuh keikhlasan.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Tayamum termasuk rukhshah yang diberikan Allah SWT agar hamba-Nya tetap bisa beribadah dalam segala kondisi.
SEKARANG kita mempelajari materi Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 1 SD (sekolah dasar) semester 2. Apa saja materi yang ada dalam PAI kelas 1 SD semester 2?
Tayamum memberikan kemudahan bagi umat Islam untuk tetap dapat melaksanakan ibadah meskipun dalam keadaan sulit. Ini mencerminkan fleksibilitas dan kemudahan
Untuk berwudhu dimulai dari niat, membasuh bagian-bagian tubuh hingga doa wudhu. Tentu saja semua hal-hal tersebut sudah pernah diajarkan saat di sekolah maupun di tempat mengaji.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved